alexametrics
28.7 C
Denpasar
Saturday, May 21, 2022

Deputi VII BIN Sambangi Pengolahan Pupuk Kompos di Ubud

GIANYAR, BALI EXPRESS-Deputi VII Badan Intelijen Negara (BIN), Dr Wawan Heri Purwanto, yang berkunjung ke wilayah Ubud, Gianyar, untuk  membagikan masker akhir pekan kemarin, memanfaatkan waktunya untuk mengunjungi rumah kompos. 

Lokasi tersebut tidak jauh dari tempat pembagian masker, di areal parkiran Monkey Forest, Desa Padangtegal, Kecamatan Ubud, Gianyar. Bahkan, di sela-sela kunjungan tersebut, ia turun langsung ke kebun sayuran untuk melihat penggunaan pupuk kompos tersebut.

Dr Wawan juga langsung diarahkan petugas setempat masuk melihat proses pembuatan kompos. Mulai dari tahap per tahap hingga menjadi kompos yang siap dipergunakan berkebun. 

Wawan juga berharap, warga maupun masyarakat setempat agar mempergunakan pupuk kompos untuk berkebun di tengah pandemi. Selain lebih murah, hasilnya bagus, juga bahan pokoknya mudah dicari dan pembuatannya cukup mudah.

“Kami ikut terjun agar Bali tetap bangkit berkembang. Mendorong kesiapan Bali menerima turis domestik terlebih dulu. Sambil menunggu vaksin ditemukan, dan  dalam menyongsong new normal ini, masyarakat mesti pegang teguh dengan protokol kesehatan,” tandasnya.

Terkait belum menerima turis asing lantaran banyak terkena lockdown di daerahnya masing-masing, warga diharapkan untuk selalu melakukan inovasi dengan pengolahan alam. Salah satunya adalah bercocok tanam dan menggunakan pupuknya dari kompos.  


GIANYAR, BALI EXPRESS-Deputi VII Badan Intelijen Negara (BIN), Dr Wawan Heri Purwanto, yang berkunjung ke wilayah Ubud, Gianyar, untuk  membagikan masker akhir pekan kemarin, memanfaatkan waktunya untuk mengunjungi rumah kompos. 

Lokasi tersebut tidak jauh dari tempat pembagian masker, di areal parkiran Monkey Forest, Desa Padangtegal, Kecamatan Ubud, Gianyar. Bahkan, di sela-sela kunjungan tersebut, ia turun langsung ke kebun sayuran untuk melihat penggunaan pupuk kompos tersebut.

Dr Wawan juga langsung diarahkan petugas setempat masuk melihat proses pembuatan kompos. Mulai dari tahap per tahap hingga menjadi kompos yang siap dipergunakan berkebun. 

Wawan juga berharap, warga maupun masyarakat setempat agar mempergunakan pupuk kompos untuk berkebun di tengah pandemi. Selain lebih murah, hasilnya bagus, juga bahan pokoknya mudah dicari dan pembuatannya cukup mudah.

“Kami ikut terjun agar Bali tetap bangkit berkembang. Mendorong kesiapan Bali menerima turis domestik terlebih dulu. Sambil menunggu vaksin ditemukan, dan  dalam menyongsong new normal ini, masyarakat mesti pegang teguh dengan protokol kesehatan,” tandasnya.

Terkait belum menerima turis asing lantaran banyak terkena lockdown di daerahnya masing-masing, warga diharapkan untuk selalu melakukan inovasi dengan pengolahan alam. Salah satunya adalah bercocok tanam dan menggunakan pupuknya dari kompos.  


Most Read

Artikel Terbaru

/