alexametrics
24.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Gubernur Wayan Koster Pastikan Kesiapan Bali pada Pertemuan G-20

DENPASAR, BALI EXPRESS – Untuk menyukseskan pelaksanaan G-20, segala persiapan telah dilakukan Bali. Di antaranya persiapan infrastruktur, penataan mangrove yang akan dijadikan showcase oleh pemimpin dunia. Selain itu, protokol kesehatan bagi para peserta G-20, baik kedatangan maupun keberangkatan juga menjadi salah satu hal penting. Di samping penataan jalur dari Bandara I Gusti Ngurah Rai menuju venue di Nusa Dua, Badung juga ditata dengan baik (hijau dan indah).

Hal itu disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster saat menjadi narasumber di acara Forum Merdeka Barat (FMB) 9 dengan tema “Menjaga Wajah Bangsa di Gelaran G-20” yang dilaksanakan secara daring, Senin (13/12).

Dikatakan Gubernur Koster, pertemuan pertama presidensi G-20 yang berlangsung pada 1 Desember 2021, dihadiri oleh sekitar 80 peserta dari 10 negara. Menurut Koster, kasus Covid-19 varian Omicron membuat beberapa peserta membatalkan kedatangannya ke Indonesia untuk mengikuti G-20.

 “Semula pesertanya 140 orang dari 18 negara. Namun karena berkembang varian Omicron, sejumlah negara tidak mengizinkan warganya untuk keluar negeri. Selain itu, faktor penghambat lainnya yakni penerbangan langsung ke Bali,” terangnya.

Dari sisi keamanan, Gubernur  menegaskan, semuanya telah berjalan dengan baik di bawah komando Pangdam IX/Udayana dan Kapolda Bali. Sementara terkait fasilitas pelaksanaan G-20 di Bali, Gubernur Koster mengatakan, semua telah disiapkan dengan baik. “Fasilitas yang diberikan kepada peserta G-20 di Bali sangat baik. Lokasi pelaksanaan pertemuannya juga bagus dengan ciri khas Balinya. Penerapan protokol kesehatannya juga sangat baik,” jelas Gubernur Koster.

Ia menambahkan, pertemuan G-20 yang akan membahas finance pada bulan Februari 2022, juga akan dilaksanakan di Bali. Sebelumnya, pertemuan tersebut rencananya akan dilaksanakan di Jakarta. Melihat kesuksesan dan persiapan yang dilakukan Bali pada awal pertemuan tanggal 1 Desember 2021, Bali kembali dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan pertemuan. “Saya ingin pelaksanaan G-20 di Indonesia, khususnya Bali mampu memberikan kesan yang bagus untuk para pesertanya,” imbuh Koster.

Ia berharap, masyarakat Bali juga harus memiliki tanggung jawab untuk ikut mensukseskan G-20, sebagai salah satu bentuk recovery pariwisata dan perekonomian masyarakat.

 Seperti diketahui, presidensi G-20 adalah posisi di mana sebuah negara menjadi tuan rumah penyelenggaraan pertemuan G-20. Untuk tahun 2022, Indonesia terpilih dan tengah mempersiapkan penyelenggaraan forum yang telah berlangsung mulai 1 Desember 2021 tersebut. (win)


DENPASAR, BALI EXPRESS – Untuk menyukseskan pelaksanaan G-20, segala persiapan telah dilakukan Bali. Di antaranya persiapan infrastruktur, penataan mangrove yang akan dijadikan showcase oleh pemimpin dunia. Selain itu, protokol kesehatan bagi para peserta G-20, baik kedatangan maupun keberangkatan juga menjadi salah satu hal penting. Di samping penataan jalur dari Bandara I Gusti Ngurah Rai menuju venue di Nusa Dua, Badung juga ditata dengan baik (hijau dan indah).

Hal itu disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster saat menjadi narasumber di acara Forum Merdeka Barat (FMB) 9 dengan tema “Menjaga Wajah Bangsa di Gelaran G-20” yang dilaksanakan secara daring, Senin (13/12).

Dikatakan Gubernur Koster, pertemuan pertama presidensi G-20 yang berlangsung pada 1 Desember 2021, dihadiri oleh sekitar 80 peserta dari 10 negara. Menurut Koster, kasus Covid-19 varian Omicron membuat beberapa peserta membatalkan kedatangannya ke Indonesia untuk mengikuti G-20.

 “Semula pesertanya 140 orang dari 18 negara. Namun karena berkembang varian Omicron, sejumlah negara tidak mengizinkan warganya untuk keluar negeri. Selain itu, faktor penghambat lainnya yakni penerbangan langsung ke Bali,” terangnya.

Dari sisi keamanan, Gubernur  menegaskan, semuanya telah berjalan dengan baik di bawah komando Pangdam IX/Udayana dan Kapolda Bali. Sementara terkait fasilitas pelaksanaan G-20 di Bali, Gubernur Koster mengatakan, semua telah disiapkan dengan baik. “Fasilitas yang diberikan kepada peserta G-20 di Bali sangat baik. Lokasi pelaksanaan pertemuannya juga bagus dengan ciri khas Balinya. Penerapan protokol kesehatannya juga sangat baik,” jelas Gubernur Koster.

Ia menambahkan, pertemuan G-20 yang akan membahas finance pada bulan Februari 2022, juga akan dilaksanakan di Bali. Sebelumnya, pertemuan tersebut rencananya akan dilaksanakan di Jakarta. Melihat kesuksesan dan persiapan yang dilakukan Bali pada awal pertemuan tanggal 1 Desember 2021, Bali kembali dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan pertemuan. “Saya ingin pelaksanaan G-20 di Indonesia, khususnya Bali mampu memberikan kesan yang bagus untuk para pesertanya,” imbuh Koster.

Ia berharap, masyarakat Bali juga harus memiliki tanggung jawab untuk ikut mensukseskan G-20, sebagai salah satu bentuk recovery pariwisata dan perekonomian masyarakat.

 Seperti diketahui, presidensi G-20 adalah posisi di mana sebuah negara menjadi tuan rumah penyelenggaraan pertemuan G-20. Untuk tahun 2022, Indonesia terpilih dan tengah mempersiapkan penyelenggaraan forum yang telah berlangsung mulai 1 Desember 2021 tersebut. (win)


Most Read

Artikel Terbaru

/