alexametrics
25.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Pohon Melintang di Jalan, Jalur Kintamani-Singaraja Sempat Macet

BANGLI, BALI EXPRESS- Sebuah pohon besar di hutan lindung wilayah Desa Sukawana, Kecamatan Kintamani, Bangli, tumbang melintang di jalan raya jalur Kintamani-Singaraja, Selasa (14/12) sekitar pukul 04.00. Pohon ampupu dengan diameter sekitar 80 sentimeter tersebut sempat membuat jalur lalu lintas macet. 

Kepala UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Bali Timur I Made Warta mengatakan pohon itu tumbang diperkirakan karena akarnya sudah lapuk. Kemudian diguyur hujan disertai angin kencang sejak beberapa hari lalu, sehingga tumbang. Tidak ada korban jiwa. Sebab pohon tidak langsung melintang di jalan raya. Sepeda motor masih bisa lewat, tetapi harus hati-hati. “Pohonnya nyangkut. Jatuh ke jalan raya setelah ditangani,” kata Warta.

Sehingga, lanjut dia, arus lalu lintas di jalur itu macet saat dilakukan penanganan. Penanganan dilakukan oleh KPH, Polsek Kintamani, TNI, Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bali, dan pihak terkait lainnya, serta dibantu masyarakat. “Begitu mendapatkan laporan, kami langsung bahu-membahu,” ungkap Warta.

Disinggung terkait musim hujan dan banyak pohon besar di pinggir jalan raya yang masuk kawasan hutan lindung, Warta menegaskan bahwa sudah melakukan langkah preventif, di antaranya mengimbau masyarakat agar tetap waspada. Apabila melihat ada pohon yang terindikasi akan membahayakan, supaya disampaikan ke KPH maupun pihak terkait, sehingga bisa dipangkas. Sejauh ini sudah ada beberapa pohon dipangkas. 

Kapolsek Kintamani AKP Benyamin Nikijuluw mengatakan, pohon itu tumbang menghalangi jalan, sehingga sempat menimbulkan kemacetan lalu lintas sepanjang 700 meter. Selama proses penanganan, pihak kepolisian berusaha mengatur lalu lintas dengan sistem buka tutup. “Diimbau juga kepada masyarakat pengguna jalan agar lebih waspada dan berhati-hati saat melewati jalur tersebut karena curah hujan yang cukup tinggi dan kondisi tanah yang masih belum stabil,” ujar Beny, sapaan akrab Benyamin Nikijuluw. Penanganan pohon itu dilaksanakan dari pukul 08.00 – 11.45. Butuh waktu lama karena pohonnya besar. 

 

 


BANGLI, BALI EXPRESS- Sebuah pohon besar di hutan lindung wilayah Desa Sukawana, Kecamatan Kintamani, Bangli, tumbang melintang di jalan raya jalur Kintamani-Singaraja, Selasa (14/12) sekitar pukul 04.00. Pohon ampupu dengan diameter sekitar 80 sentimeter tersebut sempat membuat jalur lalu lintas macet. 

Kepala UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Bali Timur I Made Warta mengatakan pohon itu tumbang diperkirakan karena akarnya sudah lapuk. Kemudian diguyur hujan disertai angin kencang sejak beberapa hari lalu, sehingga tumbang. Tidak ada korban jiwa. Sebab pohon tidak langsung melintang di jalan raya. Sepeda motor masih bisa lewat, tetapi harus hati-hati. “Pohonnya nyangkut. Jatuh ke jalan raya setelah ditangani,” kata Warta.

Sehingga, lanjut dia, arus lalu lintas di jalur itu macet saat dilakukan penanganan. Penanganan dilakukan oleh KPH, Polsek Kintamani, TNI, Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bali, dan pihak terkait lainnya, serta dibantu masyarakat. “Begitu mendapatkan laporan, kami langsung bahu-membahu,” ungkap Warta.

Disinggung terkait musim hujan dan banyak pohon besar di pinggir jalan raya yang masuk kawasan hutan lindung, Warta menegaskan bahwa sudah melakukan langkah preventif, di antaranya mengimbau masyarakat agar tetap waspada. Apabila melihat ada pohon yang terindikasi akan membahayakan, supaya disampaikan ke KPH maupun pihak terkait, sehingga bisa dipangkas. Sejauh ini sudah ada beberapa pohon dipangkas. 

Kapolsek Kintamani AKP Benyamin Nikijuluw mengatakan, pohon itu tumbang menghalangi jalan, sehingga sempat menimbulkan kemacetan lalu lintas sepanjang 700 meter. Selama proses penanganan, pihak kepolisian berusaha mengatur lalu lintas dengan sistem buka tutup. “Diimbau juga kepada masyarakat pengguna jalan agar lebih waspada dan berhati-hati saat melewati jalur tersebut karena curah hujan yang cukup tinggi dan kondisi tanah yang masih belum stabil,” ujar Beny, sapaan akrab Benyamin Nikijuluw. Penanganan pohon itu dilaksanakan dari pukul 08.00 – 11.45. Butuh waktu lama karena pohonnya besar. 

 

 


Most Read

Artikel Terbaru

/