alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Tujuh Tersangka Kasus Masker Karangasem Belum Mau Terbuka

AMLAPURA, BALI EXPRESS – Pendalaman kasus dugaan korupsi masker scuba Dinas Sosial Karangasem terus digeber Kejaksaan Negeri (Kejari) Karangasem. Tak berhenti sampai tujuh tersangka, pemeriksaan terus dilakukan demi mencari petunjuk kemungkinan ada tersangka lainnya.

 

Kepala Kejari Karangasem Aji Kalbu Pribadi mengatakan, pengembangan terhadap keterangan tersangka terus dilakukan. Dirinya berharap, tujuh tersangka mau terbuka dalam memberikan keterangan. Dalam perkara ini peluang untuk menghasilkan tersangka tambahan masih ada.

 

Untuk itu, dari tujuh tersangka yang telah ditetapkan, pihaknya kembali melakukan pemeriksaan. “Kami terus lakukan pendalaman,” ujarnya, Selasa (14/12).

Aji menambahkan, keterangan dari tersangka ini sangat diperlukan untuk memudahkan penyidik bekerja.

 

“Keterangan harus terbuka. Jangan ditutup-tupi. Bila perlu mereka bisa memberikan bukti akurat ke penyidik. Hanya saja, selama ini mereka masih tertutup,” kata Aji.

 

Melalui justice collaborator dari pihak tersangka yang telah ditetapkan, ini bisa meringankan kinerja penyidik. Selain itu, mereka yang membantu proses penanganan kasus tersebut akan mendapat keistimewaan sesuai diatur dalam undang-undang.

 

“Berkomunikasi dengan kejaksaan saja. Karena dalam situasi ini banyak orang yang memanfaatkan. Ketika dia membantu mengungkap kasus ini, ada semacam reward lah,” jelasnya. 

 

Sementara itu, Kasi Intel Kejari Karangasem Dewa Gede Semara Putra mengatakan, tim penyidik kembali mendapat alat bukti tambahan. Di antaranya dokumen semacam notulen rapat terkait pengadaan masker scuba yang tersimpan dalam laptop.

 

“Laptopnya diserahkan oleh pegawai di Dinas Sosial. Karena waktu kami melakukan penggeledahan, dokumen yang ada di laptop ini tidak kami temukan. Saat ini sudah kami amankan,” tandas Semara Putra.


AMLAPURA, BALI EXPRESS – Pendalaman kasus dugaan korupsi masker scuba Dinas Sosial Karangasem terus digeber Kejaksaan Negeri (Kejari) Karangasem. Tak berhenti sampai tujuh tersangka, pemeriksaan terus dilakukan demi mencari petunjuk kemungkinan ada tersangka lainnya.

 

Kepala Kejari Karangasem Aji Kalbu Pribadi mengatakan, pengembangan terhadap keterangan tersangka terus dilakukan. Dirinya berharap, tujuh tersangka mau terbuka dalam memberikan keterangan. Dalam perkara ini peluang untuk menghasilkan tersangka tambahan masih ada.

 

Untuk itu, dari tujuh tersangka yang telah ditetapkan, pihaknya kembali melakukan pemeriksaan. “Kami terus lakukan pendalaman,” ujarnya, Selasa (14/12).

Aji menambahkan, keterangan dari tersangka ini sangat diperlukan untuk memudahkan penyidik bekerja.

 

“Keterangan harus terbuka. Jangan ditutup-tupi. Bila perlu mereka bisa memberikan bukti akurat ke penyidik. Hanya saja, selama ini mereka masih tertutup,” kata Aji.

 

Melalui justice collaborator dari pihak tersangka yang telah ditetapkan, ini bisa meringankan kinerja penyidik. Selain itu, mereka yang membantu proses penanganan kasus tersebut akan mendapat keistimewaan sesuai diatur dalam undang-undang.

 

“Berkomunikasi dengan kejaksaan saja. Karena dalam situasi ini banyak orang yang memanfaatkan. Ketika dia membantu mengungkap kasus ini, ada semacam reward lah,” jelasnya. 

 

Sementara itu, Kasi Intel Kejari Karangasem Dewa Gede Semara Putra mengatakan, tim penyidik kembali mendapat alat bukti tambahan. Di antaranya dokumen semacam notulen rapat terkait pengadaan masker scuba yang tersimpan dalam laptop.

 

“Laptopnya diserahkan oleh pegawai di Dinas Sosial. Karena waktu kami melakukan penggeledahan, dokumen yang ada di laptop ini tidak kami temukan. Saat ini sudah kami amankan,” tandas Semara Putra.


Most Read

Artikel Terbaru

/