alexametrics
26.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Produksi 930 Ton Pertahun, Potensi Ikan Air Tawar di Gianyar Sangat Menjanjikan

GIANYAR, BALI EXPRESS – Saat ini Gianyar memiliki sekitar 38 hektar kolam dan tambak ikan yang dikelola oleh 114 kelompok petani ikan. Potensi budidaya ikan air tawar di Gianyar pun dinilai masih sangat menjanjikan.

 

Kabid Perikanan Dinas Kelautan dan Ketahanan Pangan Gianyar, Ketut Armadi, mengungkapkan bahwa potensi ekonomi ikan air tawar di masa kini masih sangat menjanjikan. Mulai dari ikan Lele, Patin, Gurami hingga Udang. Dan kelompok petani ikan di Gianyar masih belum bisa memenuhi target pasar. “Penjualannya memang masih di tingkat lokal Bali, tapi itu masih kurang, tidak bisa memenuhi target pasar,” ungkapnya Selasa (15/2).

 

Dirinya menyebutkan jika produksi ikan air tawar di tahun 2021 lalu sebanyak 930 ton dari target produksi 918 ton. Sedangkan  di tahun 2022 ditargetkan produksi ikan sebanyak 937 ton. “Semua petani ikan ini sudah memiliki pasar tersendiri, sehingga pemasarannya relatif aman. Kecuali lele, belum ada komoditas lain masuk Gianyar, sampai saat ini kebutuhan pasar masih tinggi, utamanya untuk kuliner,” bebernya.

 

Dirinya tidak memungkiri jika yang sering menjadi persoalan adalah sumber air untuk kolam ikan. Sebab tambak membutuhkan air yang mengalir dan air yang dibutuhkan berasal dari air irigasi sehingga petani ikan bekerjasama dengan krama subak untuk bisa mendapatkan air.  “Air untuk kolam ikan atau tambak berasal dari aliran irigasi. Di saat air irigasi putus, petani ikan mulai kelimpungan dan mengupayakan sedot air, nah ini yang menjadi persoalan,” tandasnya.

 

Disisi lain, Pekaseh Subak Pering Tengah, I Ketut Lendra mengatakan jika pemerintah sangat lamban melakukan penanganan terhadap saluran irigasi yang mengalami masalah. Penanganan yang dilakukan hanya sebatas pemotongan kayu yang ada di saluran irigasi, tidak ada perbaikan signifikan terhadap irigasi. Padahal di wilayah subak Pering Tengah terdapat kurang lebih 5 hektar kolam dan tambak ikan. “Kolam dan tambak itu butuh air, kenyataannya saat saluran irigasi rusak hanya dilakukan perbaikan seadanya,” tegasnya.


GIANYAR, BALI EXPRESS – Saat ini Gianyar memiliki sekitar 38 hektar kolam dan tambak ikan yang dikelola oleh 114 kelompok petani ikan. Potensi budidaya ikan air tawar di Gianyar pun dinilai masih sangat menjanjikan.

 

Kabid Perikanan Dinas Kelautan dan Ketahanan Pangan Gianyar, Ketut Armadi, mengungkapkan bahwa potensi ekonomi ikan air tawar di masa kini masih sangat menjanjikan. Mulai dari ikan Lele, Patin, Gurami hingga Udang. Dan kelompok petani ikan di Gianyar masih belum bisa memenuhi target pasar. “Penjualannya memang masih di tingkat lokal Bali, tapi itu masih kurang, tidak bisa memenuhi target pasar,” ungkapnya Selasa (15/2).

 

Dirinya menyebutkan jika produksi ikan air tawar di tahun 2021 lalu sebanyak 930 ton dari target produksi 918 ton. Sedangkan  di tahun 2022 ditargetkan produksi ikan sebanyak 937 ton. “Semua petani ikan ini sudah memiliki pasar tersendiri, sehingga pemasarannya relatif aman. Kecuali lele, belum ada komoditas lain masuk Gianyar, sampai saat ini kebutuhan pasar masih tinggi, utamanya untuk kuliner,” bebernya.

 

Dirinya tidak memungkiri jika yang sering menjadi persoalan adalah sumber air untuk kolam ikan. Sebab tambak membutuhkan air yang mengalir dan air yang dibutuhkan berasal dari air irigasi sehingga petani ikan bekerjasama dengan krama subak untuk bisa mendapatkan air.  “Air untuk kolam ikan atau tambak berasal dari aliran irigasi. Di saat air irigasi putus, petani ikan mulai kelimpungan dan mengupayakan sedot air, nah ini yang menjadi persoalan,” tandasnya.

 

Disisi lain, Pekaseh Subak Pering Tengah, I Ketut Lendra mengatakan jika pemerintah sangat lamban melakukan penanganan terhadap saluran irigasi yang mengalami masalah. Penanganan yang dilakukan hanya sebatas pemotongan kayu yang ada di saluran irigasi, tidak ada perbaikan signifikan terhadap irigasi. Padahal di wilayah subak Pering Tengah terdapat kurang lebih 5 hektar kolam dan tambak ikan. “Kolam dan tambak itu butuh air, kenyataannya saat saluran irigasi rusak hanya dilakukan perbaikan seadanya,” tegasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/