26.5 C
Denpasar
Friday, February 3, 2023

Rencana Relokasi Rutan Gianyar Masih Gabeng

GIANYAR, BALI EXPRESS – Sama halnya dengan sejumlah Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan (Rutan) yang ada di Bali, kondisi Rutan Kelas IIB Gianyar saat ini memang telah overload. Sehingga muncul wacana untuk merelokasi Rutan ke lahan yang lebih luas. Hanya saja, saat ini rencana itu belum jelas arahnya.

 

Kepala Rutan Kelas IIB Gianyar, M. Bahrun mengungkapkan bahwa Rutan Gianyar lokasinya di belakang Kantor DPRD Gianyar rencananya akan dipindahkan ke lahan yang lebih luas. Sedangkan lokasi rutan saat ini direncanakan akan dijadikan Pusat Pemerintahan (Puspem) Gianyar.

 

Hanya saja karena pandemi Covid-19, rencana itu belum bisa terealisasi karena keuangan daerah yang tergoncang. “Karena situasi pandemi Covid-19, rencana Gianyar membuat Puspem belum bisa dilakukan,” ungkapnya Selasa (15/2).

 

Padahal pihaknya sangat menyambut baik rencana tersebut. Apalagi diketahui bersama jika kondisi Rutan Kelas IIB Gianyar sudah overload dan perlu disiapkan lokasi yang lebih luas lagi, meskipun pihaknya sendiri belum tahu dimana lahan yang disiapkan Pemda Gianyar. “Semoga bisa segera terwujud, kondisi kembali normal, Covid-19 reda, dan PAD (Pendapatan Asli Daerah) Gianyar kembali normal dan bahkan meningkat. Sehingga rencana ini bisa terwujud, dan rutan bisa dibangun di tempat baru lebih luas dan representatif,” paparnya.

Baca Juga :  Gianyar Terima Penghargaan APE Kategori Utama

 

Dan untuk solusi jangka pendek, narapidana di Rutan Gianyar pun dilayar ke sejumlah Rutan dan Lapas di Bali. Diantaranya napi narkoba yang dipindahkan ke Lapastik Bangli. Kendatipun kata dia, kondisi Lapastik juga tak jauh berbeda dari Rutan Gianyar yakni sudah overload.

 

Ia menyebutkan jika sejatinya kapasitas narapidana di Rutan hanya 44 orang. Namun kini justru dihuni oleh 151 orang yang terdiri dari narapidana sebanyak 113 orang dan tahanan 38 orang. “Jadi ini over kapasitasnya sudah mencapai 300 persen. Kasus terbanyak menonjol dan narkotika dan pencurian,” tandasnya.

 

Sementara itu, Kabid Kanwil Hukum dan HAM Bali, Made Mudana, menambahkan situasi tersebut (over load,Red) dialami Rutan dan Lapas di seluruh Bali, kecuali Lapas Anak. Maka dari itu petugas Kemasyarakatan saat ini berupaya menurunkan angka residivis. Sebab, banyak residivis keluar masuk dan menjadi salah satu faktor penyebab penuhnya hunian. “Sehingga warga binaan ini harus dilatih supaya bisa terampil. Sehingga tidak lagi melakukan kejahatan dan tidak lagi harus masuk penjara. Dengan kerjasama kelompok bisa menciptakan lapangan kerja, serta mendidik tenaga di Rutan yang handal,” pungkasnya.

Baca Juga :  Habis Piket Malam, Aipda Wayan Sukayasa Meninggal

GIANYAR, BALI EXPRESS – Sama halnya dengan sejumlah Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan (Rutan) yang ada di Bali, kondisi Rutan Kelas IIB Gianyar saat ini memang telah overload. Sehingga muncul wacana untuk merelokasi Rutan ke lahan yang lebih luas. Hanya saja, saat ini rencana itu belum jelas arahnya.

 

Kepala Rutan Kelas IIB Gianyar, M. Bahrun mengungkapkan bahwa Rutan Gianyar lokasinya di belakang Kantor DPRD Gianyar rencananya akan dipindahkan ke lahan yang lebih luas. Sedangkan lokasi rutan saat ini direncanakan akan dijadikan Pusat Pemerintahan (Puspem) Gianyar.

 

Hanya saja karena pandemi Covid-19, rencana itu belum bisa terealisasi karena keuangan daerah yang tergoncang. “Karena situasi pandemi Covid-19, rencana Gianyar membuat Puspem belum bisa dilakukan,” ungkapnya Selasa (15/2).

 

Padahal pihaknya sangat menyambut baik rencana tersebut. Apalagi diketahui bersama jika kondisi Rutan Kelas IIB Gianyar sudah overload dan perlu disiapkan lokasi yang lebih luas lagi, meskipun pihaknya sendiri belum tahu dimana lahan yang disiapkan Pemda Gianyar. “Semoga bisa segera terwujud, kondisi kembali normal, Covid-19 reda, dan PAD (Pendapatan Asli Daerah) Gianyar kembali normal dan bahkan meningkat. Sehingga rencana ini bisa terwujud, dan rutan bisa dibangun di tempat baru lebih luas dan representatif,” paparnya.

Baca Juga :  Nyabu di Pos Satpam, Empat Orang Diciduk Polisi

 

Dan untuk solusi jangka pendek, narapidana di Rutan Gianyar pun dilayar ke sejumlah Rutan dan Lapas di Bali. Diantaranya napi narkoba yang dipindahkan ke Lapastik Bangli. Kendatipun kata dia, kondisi Lapastik juga tak jauh berbeda dari Rutan Gianyar yakni sudah overload.

 

Ia menyebutkan jika sejatinya kapasitas narapidana di Rutan hanya 44 orang. Namun kini justru dihuni oleh 151 orang yang terdiri dari narapidana sebanyak 113 orang dan tahanan 38 orang. “Jadi ini over kapasitasnya sudah mencapai 300 persen. Kasus terbanyak menonjol dan narkotika dan pencurian,” tandasnya.

 

Sementara itu, Kabid Kanwil Hukum dan HAM Bali, Made Mudana, menambahkan situasi tersebut (over load,Red) dialami Rutan dan Lapas di seluruh Bali, kecuali Lapas Anak. Maka dari itu petugas Kemasyarakatan saat ini berupaya menurunkan angka residivis. Sebab, banyak residivis keluar masuk dan menjadi salah satu faktor penyebab penuhnya hunian. “Sehingga warga binaan ini harus dilatih supaya bisa terampil. Sehingga tidak lagi melakukan kejahatan dan tidak lagi harus masuk penjara. Dengan kerjasama kelompok bisa menciptakan lapangan kerja, serta mendidik tenaga di Rutan yang handal,” pungkasnya.

Baca Juga :  Buka Lagi, Gramedia New Gatsu Ketat Awasi Pengunjung

Most Read

Artikel Terbaru