alexametrics
28.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Tanam Pohon, Peringati Valentine Ala Kayoman Pedawa Libatkan Akademisi

BANJAR, BALI EXPRESS-Hari Valentine dirayakan secara berbeda oleh Komunitas Kayoman, Desa Pedawa, Kecamatan Banjar pada Senin (14/2) pagi. Mereka melaksanakan penanaman berbagai jenis pohon di Kawasan Bali Aga melibatkan sejumlah elemen masyarakat.

Belasan orang tergabung dalam kegiatan tersebut. Pohon-pohon tersebut merupakan sumbangan dari beberapa donatur seperti kampus STAHN Mpu Kuturan Singaraja, dan Koperasi Pangan Bali Utara.

Lokasi penanaman pohon dilakukan di Kayuan Sabih, kayuan yang juga digunakan oleh masyarakat Pedawa saat upacara saba. Ratusan jenis pohon yang ditanam seperti fikus,b eringin, bodi, bunut dan aren.

Ketua Panitia Pelaksana, yang juga Sekertaris Kayoman Pedawa, Made Suisen mengatakan Valentine bagi kayoman adalah implementasi nyata dalam memaknai kasih sayang terhadap bumi. Penanaman sebagai wujud kasih kita kepada ibu pertiwi dengan ikut serta berperan merawat dan menjaga tempat alam sekitar.

“Harapan kita generasi generasi milenial ikut sadar dan aktif berperan untuk melakukan kegiatan positif terutama dengan bumi tercinta,” paparnya ditemui usai melakukan penanaman pohon.

Sementara itu, aktivis lingkungan yang juga Ketua Koperasi Pangan Bali Utara, Tobing Crysnanjaya mengatakan penanaman pohon  sebagai upaya pelestarian sumber air dan kelestarian alam Pedawa

Bahkan, pihaknya menargetkan menanam sekitar 1.000 ficus dan 1.000 aren yang ditanam mulai dari kawasan hutan Ambengan, Sambangan, Pedawa, dan masih akan berlanjut sampai berakhirnya musim hujan tahun ini.

Dikatakan Tobing, ada sejmlah alasan mengapa penanaman pohon aren digenjot di Kawasan Pedawa. Terlebih, seluruh bagian bisa bermanfaat untuk memberikan nilai ekonomis mulai dari daun untuk sarana upakara, duk untuk bahan atap, beluluk untuk sumber pangan hingga sadapan nira sebagai bahan untuk tuak, gula merah hingga arak.

Pohon aren bagus untuk menjaga struktur tanah agar tidak mudah erosi dan mencegah longsor. Sementara tanaman ficus merupakan tanaman yang secara research bisa mengaktivasi ekologi yang rusak.

Karena ficus menghasilkan buah yang bisa dimakan oleh burung dan binatang lainnya, sehingga keberadaan burung itu bisa membawa bijian lain dari tempat lain untuk mengaktivasi tumbuhnya pohon lainnya;

“Beringin sangat baik untuk menjaga kontur tanah dengan perakaran yang mampu mengikat tanah dan bebatuannya, sehingga bisa mencegah longsor;Pohon ini juga sangat bagus untuk menyimpan air, sehingga bisa menanggulangi krisis air saat musim kering. Daunnya banyak sehingga bisa menjadi humus yang baik untuk kebutuhan nutrisi tanaman di sekitarnya,” pungkasnya.






Reporter: I Putu Mardika

BANJAR, BALI EXPRESS-Hari Valentine dirayakan secara berbeda oleh Komunitas Kayoman, Desa Pedawa, Kecamatan Banjar pada Senin (14/2) pagi. Mereka melaksanakan penanaman berbagai jenis pohon di Kawasan Bali Aga melibatkan sejumlah elemen masyarakat.

Belasan orang tergabung dalam kegiatan tersebut. Pohon-pohon tersebut merupakan sumbangan dari beberapa donatur seperti kampus STAHN Mpu Kuturan Singaraja, dan Koperasi Pangan Bali Utara.

Lokasi penanaman pohon dilakukan di Kayuan Sabih, kayuan yang juga digunakan oleh masyarakat Pedawa saat upacara saba. Ratusan jenis pohon yang ditanam seperti fikus,b eringin, bodi, bunut dan aren.

Ketua Panitia Pelaksana, yang juga Sekertaris Kayoman Pedawa, Made Suisen mengatakan Valentine bagi kayoman adalah implementasi nyata dalam memaknai kasih sayang terhadap bumi. Penanaman sebagai wujud kasih kita kepada ibu pertiwi dengan ikut serta berperan merawat dan menjaga tempat alam sekitar.

“Harapan kita generasi generasi milenial ikut sadar dan aktif berperan untuk melakukan kegiatan positif terutama dengan bumi tercinta,” paparnya ditemui usai melakukan penanaman pohon.

Sementara itu, aktivis lingkungan yang juga Ketua Koperasi Pangan Bali Utara, Tobing Crysnanjaya mengatakan penanaman pohon  sebagai upaya pelestarian sumber air dan kelestarian alam Pedawa

Bahkan, pihaknya menargetkan menanam sekitar 1.000 ficus dan 1.000 aren yang ditanam mulai dari kawasan hutan Ambengan, Sambangan, Pedawa, dan masih akan berlanjut sampai berakhirnya musim hujan tahun ini.

Dikatakan Tobing, ada sejmlah alasan mengapa penanaman pohon aren digenjot di Kawasan Pedawa. Terlebih, seluruh bagian bisa bermanfaat untuk memberikan nilai ekonomis mulai dari daun untuk sarana upakara, duk untuk bahan atap, beluluk untuk sumber pangan hingga sadapan nira sebagai bahan untuk tuak, gula merah hingga arak.

Pohon aren bagus untuk menjaga struktur tanah agar tidak mudah erosi dan mencegah longsor. Sementara tanaman ficus merupakan tanaman yang secara research bisa mengaktivasi ekologi yang rusak.

Karena ficus menghasilkan buah yang bisa dimakan oleh burung dan binatang lainnya, sehingga keberadaan burung itu bisa membawa bijian lain dari tempat lain untuk mengaktivasi tumbuhnya pohon lainnya;

“Beringin sangat baik untuk menjaga kontur tanah dengan perakaran yang mampu mengikat tanah dan bebatuannya, sehingga bisa mencegah longsor;Pohon ini juga sangat bagus untuk menyimpan air, sehingga bisa menanggulangi krisis air saat musim kering. Daunnya banyak sehingga bisa menjadi humus yang baik untuk kebutuhan nutrisi tanaman di sekitarnya,” pungkasnya.






Reporter: I Putu Mardika

Most Read

Artikel Terbaru

/