alexametrics
26.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Jalan Jebol, Desa Ini Terancam Terisolasi

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Curah hujan yang tinggi mengakibatkan terjadinya longsor susulan di Desa Galungan. Longsor yang terjadi pada Jumat (12/3) lalu yang mengakibatkan tergerunya badan jalan raya Sawan-Galungan. Konon jalan tersebut adalah jalan utama. Akibat longsor tersebut kini kondisi jalan semakin parah. Terlebih jalan tersebut memang sudah mengalami jebol pada tahun 2020 lalu. Tergerusnya sebagian badan jalan itu menyulitkan kendaraan roda empat untuk melintas. Beruntung jalan tersenut masih bisa dilalui sepeda motor.

Jebolnya ruas jalan tersebut tidak saja berdampak pada desa Sawan dan Galungan saja. Namun juga desa Lemukih dan Desa Sekumpul. Warga pada desa-desa itu pun menggunakan jalan terseut sebagai jalur utama menuju Kota Singaraja. “Kalau melihat kondisinya yang parah itu, kami dan juga desa tetangga terisolasi disini. Karena sudah tidak bisa dilalui kendaraan roda empat,” ungkap perbekel Desa Galungan I Nyoman Suksema.

Sukseme pun mengaku para perbekel dari tiga desa itu sudah melayangkan surat ke Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) pada tahun lalu. Namun hingga kini belum ada penanganan karena terjadi refoucusing anggaran akibat pandemi Covid-19. “Akses ini, akses utama di Galungan dan Lemukih. Kendaraan roda empat sudah tidak bisa lewat. Sudah darurat sekali. Ya kami juga maklum karena sekarang anggarannya sangat minim,” tambahnya.

Disisi lain Camat Sawan I Gusti Putu Ngurah Mastika dikonfirmasi terpisah mengaku kejadian tersebut sudah dilaporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng. Menurut rencana untuk sementara jalan tersebut akan ditutupi terpal agar tidak tergerus saat hujan. “Jumat kemarin memang terjadi longsor susulan. Kami juga sudah melapor ke BPBD Buleleng supaya ditangani. Nanti kami juga akan pasang terpal biar saat hujan tidak longsor lagi karena hampir setiap hari dikawasan atas itu terjadi hujan,” kata dia.

Ia pun mengaku sudah berkoordinasi dengan Dinas PUTR untuk penanganan permanen jalan tersebut. Ia mengatakan, dari keterangan Dinas PUTR, perbaikan jalan itu rencananya akan dilakukan pada tahun ini. Hanya saja terjadi longsor susulan sebelum terjadi penanganan, sehingga kondisinya semakin parah. “Kalau tidak lewat jalan itu, harus lewat KM 18 di Gitgit. Katanya sudah tender. Semoga bisa segera diperbaiki,” ujarnya. 


SINGARAJA, BALI EXPRESS – Curah hujan yang tinggi mengakibatkan terjadinya longsor susulan di Desa Galungan. Longsor yang terjadi pada Jumat (12/3) lalu yang mengakibatkan tergerunya badan jalan raya Sawan-Galungan. Konon jalan tersebut adalah jalan utama. Akibat longsor tersebut kini kondisi jalan semakin parah. Terlebih jalan tersebut memang sudah mengalami jebol pada tahun 2020 lalu. Tergerusnya sebagian badan jalan itu menyulitkan kendaraan roda empat untuk melintas. Beruntung jalan tersenut masih bisa dilalui sepeda motor.

Jebolnya ruas jalan tersebut tidak saja berdampak pada desa Sawan dan Galungan saja. Namun juga desa Lemukih dan Desa Sekumpul. Warga pada desa-desa itu pun menggunakan jalan terseut sebagai jalur utama menuju Kota Singaraja. “Kalau melihat kondisinya yang parah itu, kami dan juga desa tetangga terisolasi disini. Karena sudah tidak bisa dilalui kendaraan roda empat,” ungkap perbekel Desa Galungan I Nyoman Suksema.

Sukseme pun mengaku para perbekel dari tiga desa itu sudah melayangkan surat ke Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) pada tahun lalu. Namun hingga kini belum ada penanganan karena terjadi refoucusing anggaran akibat pandemi Covid-19. “Akses ini, akses utama di Galungan dan Lemukih. Kendaraan roda empat sudah tidak bisa lewat. Sudah darurat sekali. Ya kami juga maklum karena sekarang anggarannya sangat minim,” tambahnya.

Disisi lain Camat Sawan I Gusti Putu Ngurah Mastika dikonfirmasi terpisah mengaku kejadian tersebut sudah dilaporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng. Menurut rencana untuk sementara jalan tersebut akan ditutupi terpal agar tidak tergerus saat hujan. “Jumat kemarin memang terjadi longsor susulan. Kami juga sudah melapor ke BPBD Buleleng supaya ditangani. Nanti kami juga akan pasang terpal biar saat hujan tidak longsor lagi karena hampir setiap hari dikawasan atas itu terjadi hujan,” kata dia.

Ia pun mengaku sudah berkoordinasi dengan Dinas PUTR untuk penanganan permanen jalan tersebut. Ia mengatakan, dari keterangan Dinas PUTR, perbaikan jalan itu rencananya akan dilakukan pada tahun ini. Hanya saja terjadi longsor susulan sebelum terjadi penanganan, sehingga kondisinya semakin parah. “Kalau tidak lewat jalan itu, harus lewat KM 18 di Gitgit. Katanya sudah tender. Semoga bisa segera diperbaiki,” ujarnya. 


Most Read

Artikel Terbaru

/