alexametrics
26.5 C
Denpasar
Wednesday, May 18, 2022

Mimih, Incinerator RSUP Sanglah Rusak, Sampah Medis Dikirim ke Jatim

DENPASAR, BALI EXPRESS – Terkait pengolahan sampah medis padat di Rumash Sakit Umum Pusat Sanglah yang hingga saat ini masih dikirim ke Jawa Timur dengan menggunakan jasa pihak ketiga, dr. Ni Luh Dharma Kerti Natih, MHSM, Direktur Perencanaan, Organisasi dan Umum RSUP Sanglah mengakui RSUP Sanglah hingga saat ini belum mampu mengolah sendiri sampah medis padat yang dihasilkan.

 

Hal ini dikatakannya karena incinerator milik RSUP Sanglah tidak bisa difungsikan sebagaimana mestinya. “Ini karena incinerator RSUP Sanglah tidak memenuhi dari sisi uji fungsi dan keamanannya. Sehingga tidak memiliki syarat operasional dan sampai saat ini incinerator tidak berfungsi,” urainya.

 

Sedangkan alat lainnya, dr.Natih mengakui RSUP Sanglah memang belum memilikinya. Namun demikian, untuk tahun 2021, RSUP Sanglah mendapatkan hibah alat pengolahan sampah plastik dari Kementerian Kesehatan. 

 

Dengan adanga hibah ini, dr.Natih mengatakan di tahun 2021, RSUP Sanglah bisa melakukan pengolahan sampah sendiri. Sehingga volume sampah yang akan di kirim ke luar Bali bisa dikurangi. “Jika alat ini dioperasikan, maka akan mampu mengurangi sekitar 30 persen dari sampah pada padat yang dihasilkan oleh Rumah Sakit Sanglah, sehingga akan bisa menghemat biaya oengiriman sampah,” ungkapnya.

 

Selain itu, dengan adanya alat pengolahan sampah olastik ini, RSUP Sanglah dikatakan dr.Natih bisa melakukan pengolahan sampah sendiri. Khususnya untuk sampah medis yang terbuat dari bahan plastik yang sifatnya steril. Sehingga sampah tersebut bisa dijual dan bisa di daur ulang kembali.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Terkait pengolahan sampah medis padat di Rumash Sakit Umum Pusat Sanglah yang hingga saat ini masih dikirim ke Jawa Timur dengan menggunakan jasa pihak ketiga, dr. Ni Luh Dharma Kerti Natih, MHSM, Direktur Perencanaan, Organisasi dan Umum RSUP Sanglah mengakui RSUP Sanglah hingga saat ini belum mampu mengolah sendiri sampah medis padat yang dihasilkan.

 

Hal ini dikatakannya karena incinerator milik RSUP Sanglah tidak bisa difungsikan sebagaimana mestinya. “Ini karena incinerator RSUP Sanglah tidak memenuhi dari sisi uji fungsi dan keamanannya. Sehingga tidak memiliki syarat operasional dan sampai saat ini incinerator tidak berfungsi,” urainya.

 

Sedangkan alat lainnya, dr.Natih mengakui RSUP Sanglah memang belum memilikinya. Namun demikian, untuk tahun 2021, RSUP Sanglah mendapatkan hibah alat pengolahan sampah plastik dari Kementerian Kesehatan. 

 

Dengan adanga hibah ini, dr.Natih mengatakan di tahun 2021, RSUP Sanglah bisa melakukan pengolahan sampah sendiri. Sehingga volume sampah yang akan di kirim ke luar Bali bisa dikurangi. “Jika alat ini dioperasikan, maka akan mampu mengurangi sekitar 30 persen dari sampah pada padat yang dihasilkan oleh Rumah Sakit Sanglah, sehingga akan bisa menghemat biaya oengiriman sampah,” ungkapnya.

 

Selain itu, dengan adanya alat pengolahan sampah olastik ini, RSUP Sanglah dikatakan dr.Natih bisa melakukan pengolahan sampah sendiri. Khususnya untuk sampah medis yang terbuat dari bahan plastik yang sifatnya steril. Sehingga sampah tersebut bisa dijual dan bisa di daur ulang kembali.


Most Read

Artikel Terbaru

/