alexametrics
26.5 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

Pasca Nyepi, DLH Buleleng Angkut 515 Meter Kubik Sampah

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Pasca perayaan Nyepi tahun Saka 1943 di Buleleng sebanyak 515 meter kubik sampah diangkut Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bengkala. Dari 515 meter kubik itu sebanyak 24 meter kubik sampah upacara yang tersebar di tiga jalur perkotaan yakni jalur Kota Singaraja, Jalur Sukasada dan Jalur Desa Panji. Sementara sisanya adalah sampah rumah tangga. Dari data tahun lalu, volume sampah pasca nyepi tahun ini menurun. Tahun lalu sejumlah 75 meter kubik.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng I Gede Melanderat mengatakan, sampah upacara saat Nyepi tahun ini tidak sebanyak tahun lalu. Pengerjaannya pun dapat diselesaikan lebih awal. “Kemarin dilakukan sampai jam 11 malam. Kalau tahun lalu bisa sampai jam 2 pagi. Itu karena ada kegiatan kreatif seperti ogoh-ogoh, kalau sekarang tidak ada. Jadi bisa dilakukan lebih awal,” kata dia saat dihubungi via telepon, Senin (15/3) sore.

Melanderat menambahkan, dalam penanganan sampah tersebut dikerahkan 50 personel denga  4 unit armada pengangkut sampah. “50  personel itu terpecah di tiga jalur. Ada 2 mobil ATV dan 2 truk. 1 truk isinya 7 meter kubik sampah. Sehingga kalau 2 truk jadi 24 meter kubik,” jelanya.

Dari ratusan sampah yang diangkut itu, Melanderat mengaku kebanyakan sampah organic. Sampah itu berasal dari sisa upakara dan rumah tangga. Ia pun mengaku dari banyaknya sampah yang diangkut nantinya akan diolah menjadi kompos. Dari pemantauannya diakui tdak ada penumpukan sampah di jalur kota. Namun ia memperkirakan terjadinya penumpukan sampah di desa-desa. “Kalau disekitaran kota sih tidak ada. Karena kami sudah siagakan personal. Tidak ada penumpukan yang terjadi. Kalau di desa-desa mungkin ada saja penumpukn. Namun itu sudah kami koordinasikan dengan tim pengangkut yang bertugas. Kebanyakan memang sampah organic. Nanti akan dipisahkan dan dikelola menjadi kompos,” terangnya.


SINGARAJA, BALI EXPRESS – Pasca perayaan Nyepi tahun Saka 1943 di Buleleng sebanyak 515 meter kubik sampah diangkut Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bengkala. Dari 515 meter kubik itu sebanyak 24 meter kubik sampah upacara yang tersebar di tiga jalur perkotaan yakni jalur Kota Singaraja, Jalur Sukasada dan Jalur Desa Panji. Sementara sisanya adalah sampah rumah tangga. Dari data tahun lalu, volume sampah pasca nyepi tahun ini menurun. Tahun lalu sejumlah 75 meter kubik.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng I Gede Melanderat mengatakan, sampah upacara saat Nyepi tahun ini tidak sebanyak tahun lalu. Pengerjaannya pun dapat diselesaikan lebih awal. “Kemarin dilakukan sampai jam 11 malam. Kalau tahun lalu bisa sampai jam 2 pagi. Itu karena ada kegiatan kreatif seperti ogoh-ogoh, kalau sekarang tidak ada. Jadi bisa dilakukan lebih awal,” kata dia saat dihubungi via telepon, Senin (15/3) sore.

Melanderat menambahkan, dalam penanganan sampah tersebut dikerahkan 50 personel denga  4 unit armada pengangkut sampah. “50  personel itu terpecah di tiga jalur. Ada 2 mobil ATV dan 2 truk. 1 truk isinya 7 meter kubik sampah. Sehingga kalau 2 truk jadi 24 meter kubik,” jelanya.

Dari ratusan sampah yang diangkut itu, Melanderat mengaku kebanyakan sampah organic. Sampah itu berasal dari sisa upakara dan rumah tangga. Ia pun mengaku dari banyaknya sampah yang diangkut nantinya akan diolah menjadi kompos. Dari pemantauannya diakui tdak ada penumpukan sampah di jalur kota. Namun ia memperkirakan terjadinya penumpukan sampah di desa-desa. “Kalau disekitaran kota sih tidak ada. Karena kami sudah siagakan personal. Tidak ada penumpukan yang terjadi. Kalau di desa-desa mungkin ada saja penumpukn. Namun itu sudah kami koordinasikan dengan tim pengangkut yang bertugas. Kebanyakan memang sampah organic. Nanti akan dipisahkan dan dikelola menjadi kompos,” terangnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/