alexametrics
25.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Sebelum Meninggal, Dokter Budiana Sewa Mobil Belum Dikembalikan

BADUNG, BALI EXPRESS — Ditemukannya  dokter I Gusti Ngurah Made Budiana Indrawan, 55, yang meninggal di loloan (muara sungai) Pantai Seseh ( sebelah barat Pura Batu Nunggul), kawasan Pantai Seseh, Banjar Adat Seseh, Desa Cemagi, Mengwi, Badung, Jumat (12/3) lalu, memunculkan fakta baru. 

Sebelum ditemukan meninggal, dokter  spesialis penyakit dalam itu, sempat menyewa beberapa mobil, namun tidak dikembalikan.

Hal itu disampaikan Putu Nano,  salah seorang pemilik mobil yang disewa oleh dokter asal Biaung, Tabanan ini.

Dikatakannya, Budiana menyewa mobilnya selama tiga minggu sebelum ditemukan meninggal. Dari beberapa mobil yang disewa, hanya satu mobil milik Nano yang dipinjam, yaitu mobil jenis All New Terios tahun 2019, DK 1389 WL, sedangkan mobil lain salah satunya milik temannya, yaitu Xenia warna putih DK 1686 QW atas nama I Wayan Kari. 

“Mobil saya dipinjam di tempat praktek yang bersangkutan di Tabanan. Kalau milik teman saya disewa di Mahendradatta, Denpasar,” tandasnya, Senin (15/3).

Alasan Budiana menyewa mobil untuk digunakan bekerja dan sembahyang. Nano sebetulnya tidak memiliki rental sewa mobil, tetapi karena mengenal korban sejak lama, maka dirinya mempersilakan sang dokter untuk menyewa. Padahal, sewa mobil baru dibayar setengahnya saja oleh korban. 

Sayang, mobil yang rencananya akan dikembalikan, Sabtu (13/2) pagi, malah hilang tanpa jejak dengan kabar meninggalnya sang penyewa.

“Mobil disewa untuk pertama kalinya, tapi tidak menyangka kejadiannya akan seperti ini. Saya kenal dengan alm Budiana sejak 2012 dan sering bareng sampai 2014. Setelah itu tidak pernah bertemu, tapi masih sering berhubungan lewat telepon hingga sekarang,” terangnya. 

Belum ada kejelasan mengenai keberadaan mobil yang disewa. Nano sudah mencoba menghubungi pihak keluarga, namun belum bisa memberikan keterangan, termasuk mengecek mobil miliknya di rumah Budiana yang hasilnya juga nihil.

Dikatakannya, sang kakak dari alm Budiana bersedia bertanggung jawab untuk mencari keberadaan mobil-mobil itu. Kejadian ini pun dilaporkan Nano ke Polsek Tabanan, sedangkan temannya melapor ke Polresta Denpasar. 

Laporannya bukan dengan tuduhan penipuan, akan tetapi hanya laporan kehilangan saja. Dari keterangan Kanit Reskrim Polsek Mengwi, Iptu I Ketut Wiwin Wirahadi, korban menuju ke tempat kejadian perkara (TKP) tidak membawa kendaraan. “Korban datang ke TKP tidak bawa mobil atau motor, dia menyewa jasa transportasi ojek online,” pungkasnya.

Sebelumnya, I Gusti Ngurah Made Budiana Indrawan, 55, ditemukan tewas di sungai sebelah barat Pura Batu Nunggul, kawasan Pantai Seseh, Banjar Adat Seseh, Desa Cemagi, Mengwi, Badung, Jumat (12/3), sekitar pukul 23.00 Wita. Almarhum ternyata seorang dokter spesialis penyakit dalam yang berasal dari Banjar Dinas Biaung  Tengah, Desa Biaung, Penebel, Tabanan.

Awal peristiwa itu terkuak ketika dua orang pemancing, Kadek Eka Pradnyana, 23 dan Wayan Sucipta, 35, yang sedang memancing ikan di Pantai Seseh yang juga dekat dengan Pura Batu Nunggul sekitar pukul 20.00 Wita. 

Kemudian terlihat oleh mereka sebuah tas berwarna hijau, namun pemiliknya tak ada disana. Merasa penasaran, keduanya lalu mengecek isi dari tas tersebut dan ditemukanlah beberapa barang yang cukup berharga.

“Saat dicek, ditemukan celana panjang warna coklat, jam tangan merek Alexandre Christie, satu buah Hp Oppo A31 warna putih, empat pepel obat, satu buah kacamata,  pulpen, dua botol air mineral dan satu botol Baygon (obat nyamuk),” terang Kasubag Humas Polres Badung Iptu Ketut Gede Oka Bawa. 

Penemuan itu pun langsung mereka sampaikan kepada warga setempat yang sedang melaksanakan persembahyangan di Pura Batu Nunggul. Saat ditelusuri, nama pemilik tas tersebut  I Gusti Ngurah Made Budiana Indrawan.

Informasi itu juga diteruskan kepada Bhabinkamtibmas Desa Cemagi, anggota Opsnal Reskrim Polsek Mengwi, dan lifeguard yang selanjutnya bersama melakukan pencarian dan penyisiran di seputaran Pantai Seseh.

Sekitar pukul 23.30 Wita akhirnya pencarian mereka membuahkan hasil, namun naas korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal. “Ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dengan mulut mengeluarkan busa di loloan (muara sungai) sebelah barat Pura Batu Nunggul,” tandasnya.

Jasad korban kemudian dievakuasi untuk dilaksanakan proses identifikasi dan selanjutnya dibawa menuju kamar jenazah RSUP Sanglah. 

Dari hasil identifikasi dan Olah TKP, posisi mayat saat ditemukan dalam keadaan telentang dengan kepala di sebelah selatan, memakai baju singlet warna putih, kameja abu abu dan tidak memakai celana. Tidak ditemukan juga tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Belum diketahui penyebab dari kematian dokter tersebut. Ketika disinggung terkait dugaan bunuh diri dengan ditemukannya botol Baygon dan mulut korban yang berbusa, Oka Bawa tidak ingin berspekulasi lebih awal dan menegaskan pihaknya masih menunggu pemeriksaan medis dari pihak rumah sakit. (ges) 


BADUNG, BALI EXPRESS — Ditemukannya  dokter I Gusti Ngurah Made Budiana Indrawan, 55, yang meninggal di loloan (muara sungai) Pantai Seseh ( sebelah barat Pura Batu Nunggul), kawasan Pantai Seseh, Banjar Adat Seseh, Desa Cemagi, Mengwi, Badung, Jumat (12/3) lalu, memunculkan fakta baru. 

Sebelum ditemukan meninggal, dokter  spesialis penyakit dalam itu, sempat menyewa beberapa mobil, namun tidak dikembalikan.

Hal itu disampaikan Putu Nano,  salah seorang pemilik mobil yang disewa oleh dokter asal Biaung, Tabanan ini.

Dikatakannya, Budiana menyewa mobilnya selama tiga minggu sebelum ditemukan meninggal. Dari beberapa mobil yang disewa, hanya satu mobil milik Nano yang dipinjam, yaitu mobil jenis All New Terios tahun 2019, DK 1389 WL, sedangkan mobil lain salah satunya milik temannya, yaitu Xenia warna putih DK 1686 QW atas nama I Wayan Kari. 

“Mobil saya dipinjam di tempat praktek yang bersangkutan di Tabanan. Kalau milik teman saya disewa di Mahendradatta, Denpasar,” tandasnya, Senin (15/3).

Alasan Budiana menyewa mobil untuk digunakan bekerja dan sembahyang. Nano sebetulnya tidak memiliki rental sewa mobil, tetapi karena mengenal korban sejak lama, maka dirinya mempersilakan sang dokter untuk menyewa. Padahal, sewa mobil baru dibayar setengahnya saja oleh korban. 

Sayang, mobil yang rencananya akan dikembalikan, Sabtu (13/2) pagi, malah hilang tanpa jejak dengan kabar meninggalnya sang penyewa.

“Mobil disewa untuk pertama kalinya, tapi tidak menyangka kejadiannya akan seperti ini. Saya kenal dengan alm Budiana sejak 2012 dan sering bareng sampai 2014. Setelah itu tidak pernah bertemu, tapi masih sering berhubungan lewat telepon hingga sekarang,” terangnya. 

Belum ada kejelasan mengenai keberadaan mobil yang disewa. Nano sudah mencoba menghubungi pihak keluarga, namun belum bisa memberikan keterangan, termasuk mengecek mobil miliknya di rumah Budiana yang hasilnya juga nihil.

Dikatakannya, sang kakak dari alm Budiana bersedia bertanggung jawab untuk mencari keberadaan mobil-mobil itu. Kejadian ini pun dilaporkan Nano ke Polsek Tabanan, sedangkan temannya melapor ke Polresta Denpasar. 

Laporannya bukan dengan tuduhan penipuan, akan tetapi hanya laporan kehilangan saja. Dari keterangan Kanit Reskrim Polsek Mengwi, Iptu I Ketut Wiwin Wirahadi, korban menuju ke tempat kejadian perkara (TKP) tidak membawa kendaraan. “Korban datang ke TKP tidak bawa mobil atau motor, dia menyewa jasa transportasi ojek online,” pungkasnya.

Sebelumnya, I Gusti Ngurah Made Budiana Indrawan, 55, ditemukan tewas di sungai sebelah barat Pura Batu Nunggul, kawasan Pantai Seseh, Banjar Adat Seseh, Desa Cemagi, Mengwi, Badung, Jumat (12/3), sekitar pukul 23.00 Wita. Almarhum ternyata seorang dokter spesialis penyakit dalam yang berasal dari Banjar Dinas Biaung  Tengah, Desa Biaung, Penebel, Tabanan.

Awal peristiwa itu terkuak ketika dua orang pemancing, Kadek Eka Pradnyana, 23 dan Wayan Sucipta, 35, yang sedang memancing ikan di Pantai Seseh yang juga dekat dengan Pura Batu Nunggul sekitar pukul 20.00 Wita. 

Kemudian terlihat oleh mereka sebuah tas berwarna hijau, namun pemiliknya tak ada disana. Merasa penasaran, keduanya lalu mengecek isi dari tas tersebut dan ditemukanlah beberapa barang yang cukup berharga.

“Saat dicek, ditemukan celana panjang warna coklat, jam tangan merek Alexandre Christie, satu buah Hp Oppo A31 warna putih, empat pepel obat, satu buah kacamata,  pulpen, dua botol air mineral dan satu botol Baygon (obat nyamuk),” terang Kasubag Humas Polres Badung Iptu Ketut Gede Oka Bawa. 

Penemuan itu pun langsung mereka sampaikan kepada warga setempat yang sedang melaksanakan persembahyangan di Pura Batu Nunggul. Saat ditelusuri, nama pemilik tas tersebut  I Gusti Ngurah Made Budiana Indrawan.

Informasi itu juga diteruskan kepada Bhabinkamtibmas Desa Cemagi, anggota Opsnal Reskrim Polsek Mengwi, dan lifeguard yang selanjutnya bersama melakukan pencarian dan penyisiran di seputaran Pantai Seseh.

Sekitar pukul 23.30 Wita akhirnya pencarian mereka membuahkan hasil, namun naas korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal. “Ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dengan mulut mengeluarkan busa di loloan (muara sungai) sebelah barat Pura Batu Nunggul,” tandasnya.

Jasad korban kemudian dievakuasi untuk dilaksanakan proses identifikasi dan selanjutnya dibawa menuju kamar jenazah RSUP Sanglah. 

Dari hasil identifikasi dan Olah TKP, posisi mayat saat ditemukan dalam keadaan telentang dengan kepala di sebelah selatan, memakai baju singlet warna putih, kameja abu abu dan tidak memakai celana. Tidak ditemukan juga tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Belum diketahui penyebab dari kematian dokter tersebut. Ketika disinggung terkait dugaan bunuh diri dengan ditemukannya botol Baygon dan mulut korban yang berbusa, Oka Bawa tidak ingin berspekulasi lebih awal dan menegaskan pihaknya masih menunggu pemeriksaan medis dari pihak rumah sakit. (ges) 


Most Read

Artikel Terbaru

/