alexametrics
25.4 C
Denpasar
Friday, May 20, 2022

Sepi ‘Latig’, Obyek Wisata Monkey Forest Saat Ngembak Geni

GIANYAR, BALI EXPRESS – Berbeda seperti hari Ngembak Geni tahun-tahun sebelumnya, Ngembak Geni tahun 2021 ini sejumlah objek wisata di Gianyar terlihat sepi dari kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara. Tentunya hal itu terjadi akibat pandemi Covid-19.

 

Seperti halnya yang terpantau di objek wisata Monkey Forest, di Desa Adat Padangtegal, Kecamatan Ubud, Gianyar, Senin (15/3).

 

Salah seorang petugas di bagian informasi objek wisata yang menawarkan pesona alam dengan habitat keranya itu menyebutkan jika pengunjung yang datang hingga siang hari hanya mencapai 20 orang. “Sampai siang ini baru ada 20 pengunjung,” ujarnya.

 

Kendatipun demikian, menurutnya setiap harinya ada saja wisatawan yang datang ke Monkey Forest meskipun memang tidak sebanyak kondisi normal. Dan memang kebanyakan merupakan wisatawan lokal. “Kebanyakan wisatawan domestik, tapi ada juga domestik,” sebut petugas yang enggam disebutkan namanya tersebut.

 

Lebih lanjut dikatakannya jika dalam sebulannya ada sekitar 180 wisatawan yang berkunjung. Sedangkan saat situasi normal kunjungan bisa mencapai 4.000 orang per hari. Sehingga pada kondisi saat ini menurutnya jumlah kunjungan turun sangat drastis.

 

Kondisi itu pun dibenarkan oleh Bendesa Adat Padangtegal, I Made Gandra. Menurutnya pada situasi saat ini, wisatawan yang berkunjung ke Monkey Forest bisa dihitung dengan jari. 

 

Kendatipun demikian pihaknya tetap merawat kera dengan memberikan makanan sebagaimana situasi normal. “Porsinya tetap sama, tidak ada pengurangan pakan. Dan kota berharap situasi segera pulih,” tandasnya


GIANYAR, BALI EXPRESS – Berbeda seperti hari Ngembak Geni tahun-tahun sebelumnya, Ngembak Geni tahun 2021 ini sejumlah objek wisata di Gianyar terlihat sepi dari kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara. Tentunya hal itu terjadi akibat pandemi Covid-19.

 

Seperti halnya yang terpantau di objek wisata Monkey Forest, di Desa Adat Padangtegal, Kecamatan Ubud, Gianyar, Senin (15/3).

 

Salah seorang petugas di bagian informasi objek wisata yang menawarkan pesona alam dengan habitat keranya itu menyebutkan jika pengunjung yang datang hingga siang hari hanya mencapai 20 orang. “Sampai siang ini baru ada 20 pengunjung,” ujarnya.

 

Kendatipun demikian, menurutnya setiap harinya ada saja wisatawan yang datang ke Monkey Forest meskipun memang tidak sebanyak kondisi normal. Dan memang kebanyakan merupakan wisatawan lokal. “Kebanyakan wisatawan domestik, tapi ada juga domestik,” sebut petugas yang enggam disebutkan namanya tersebut.

 

Lebih lanjut dikatakannya jika dalam sebulannya ada sekitar 180 wisatawan yang berkunjung. Sedangkan saat situasi normal kunjungan bisa mencapai 4.000 orang per hari. Sehingga pada kondisi saat ini menurutnya jumlah kunjungan turun sangat drastis.

 

Kondisi itu pun dibenarkan oleh Bendesa Adat Padangtegal, I Made Gandra. Menurutnya pada situasi saat ini, wisatawan yang berkunjung ke Monkey Forest bisa dihitung dengan jari. 

 

Kendatipun demikian pihaknya tetap merawat kera dengan memberikan makanan sebagaimana situasi normal. “Porsinya tetap sama, tidak ada pengurangan pakan. Dan kota berharap situasi segera pulih,” tandasnya


Most Read

Artikel Terbaru

/