alexametrics
24.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Direspon Positif, 18 Negara Kembali Diajukan Penerapan VoA

DENPASAR, BALI EXPRESS – Kebijakan tanpa karantina dan Visa on Arrival (VoA) di Provinsi Bali mendapat respon yang positif dari komponen pariwisata.  Terutama dari berbagai negara yang hendak datang ke Bali. Untuk itu Gubernur Bali, Wayan Koster mengusulkan 18 negara tambahan untuk penerapan VoA.

“Setelah kebijakan baru di Bali tanpa karantina dan penerapan VoA yang hanya untuk Bali, mendapatkan respon yang sangat baik. Terutama bagi komponen pariwisata di Bali dan masyarakat dari berbagai negara,” jelas Koster, Selasa (15/3).

Sehingga 18 negara kembali diusulkan untuk menerapkan VoA tersebut.  Terdiri dari Spain, Swioerland, Mexico, Brazil, India, Argentina, Chile, Polandia, Naroco, Tunisia, Denmark, China, Taiwan. Hongkong, Belgia, Hungary, Rusia dan Ukraina.

Sesuai laporan yang diterimanya, memang masyarakat di luar negeri menyampaikan responnya Bali luar biasa. Sebab sangat cepat menerapkan kebijakan bebas karantina dan VoA. “Mereka hampir tidak yakin, sampai konfirmasi ke saya langsung,” kata gubernur asal Buleleng ini.

Sampai saat ini, dampak lainnya adalah jumlah penerbangan ke Bali yang semakin banyak. Hal ini akan terus berlangsung, dengan catatan jumlah kasus Covid-19 setiap harinya menurun. Bahkan sesuai data yang diperolehnya, dari 5 ribu wisatawan yang datang, hanya dinyatakan positif 20 orang.

 

“ Itu hanya 0,4 persen.  Sementara 20 wisman ini sudah sembuh, tinggal 7 yang masih isolasi di hotel. Semua tanpa gejala tidak ada yang parah  sampai masuk rumah sakit. Ini menandakan pelaku perjalanan luar negeri sangat tertib dan prokes,” ujarnya.

 

Dengan situasi yang ada, merupakan momen pemulihan pariwisata dan ekonomi Bali. Sebab kedatangan wisman tersebut harus menginap di hotel yang telah bersertifikat CHSE. Semua hotel itu pun wajib menyiapkan kamar khusus isolasi bagi yang positif dan diawasi ketat oleh Satgas Covid-19 Provinsi Bali.

 

“Ada pengawasan ketat dari satgas Covid-19 Provinsi Bali. Tidak ada klaster baru sejauh ini di hotel maupun destinasi wisata. Kalau melanggar langsung di deportasi, dan dikenakan sanksi dengan pembayaran Rp 1 juta. Sejauh ini wisatawan tertib, semua terdidik tidak ada yang nakal. Karena mereka yang datang wisatawan ekonomi menengah ke atas,” pungkas Koster.






Reporter: Putu Agus Adegrantika

DENPASAR, BALI EXPRESS – Kebijakan tanpa karantina dan Visa on Arrival (VoA) di Provinsi Bali mendapat respon yang positif dari komponen pariwisata.  Terutama dari berbagai negara yang hendak datang ke Bali. Untuk itu Gubernur Bali, Wayan Koster mengusulkan 18 negara tambahan untuk penerapan VoA.

“Setelah kebijakan baru di Bali tanpa karantina dan penerapan VoA yang hanya untuk Bali, mendapatkan respon yang sangat baik. Terutama bagi komponen pariwisata di Bali dan masyarakat dari berbagai negara,” jelas Koster, Selasa (15/3).

Sehingga 18 negara kembali diusulkan untuk menerapkan VoA tersebut.  Terdiri dari Spain, Swioerland, Mexico, Brazil, India, Argentina, Chile, Polandia, Naroco, Tunisia, Denmark, China, Taiwan. Hongkong, Belgia, Hungary, Rusia dan Ukraina.

Sesuai laporan yang diterimanya, memang masyarakat di luar negeri menyampaikan responnya Bali luar biasa. Sebab sangat cepat menerapkan kebijakan bebas karantina dan VoA. “Mereka hampir tidak yakin, sampai konfirmasi ke saya langsung,” kata gubernur asal Buleleng ini.

Sampai saat ini, dampak lainnya adalah jumlah penerbangan ke Bali yang semakin banyak. Hal ini akan terus berlangsung, dengan catatan jumlah kasus Covid-19 setiap harinya menurun. Bahkan sesuai data yang diperolehnya, dari 5 ribu wisatawan yang datang, hanya dinyatakan positif 20 orang.

 

“ Itu hanya 0,4 persen.  Sementara 20 wisman ini sudah sembuh, tinggal 7 yang masih isolasi di hotel. Semua tanpa gejala tidak ada yang parah  sampai masuk rumah sakit. Ini menandakan pelaku perjalanan luar negeri sangat tertib dan prokes,” ujarnya.

 

Dengan situasi yang ada, merupakan momen pemulihan pariwisata dan ekonomi Bali. Sebab kedatangan wisman tersebut harus menginap di hotel yang telah bersertifikat CHSE. Semua hotel itu pun wajib menyiapkan kamar khusus isolasi bagi yang positif dan diawasi ketat oleh Satgas Covid-19 Provinsi Bali.

 

“Ada pengawasan ketat dari satgas Covid-19 Provinsi Bali. Tidak ada klaster baru sejauh ini di hotel maupun destinasi wisata. Kalau melanggar langsung di deportasi, dan dikenakan sanksi dengan pembayaran Rp 1 juta. Sejauh ini wisatawan tertib, semua terdidik tidak ada yang nakal. Karena mereka yang datang wisatawan ekonomi menengah ke atas,” pungkas Koster.






Reporter: Putu Agus Adegrantika

Most Read

Artikel Terbaru

/