alexametrics
26.5 C
Denpasar
Wednesday, May 18, 2022

Kalah Dalam Persidangan, 16 Orang Tetap Menolak PHK Sepihak

BADUNG, BALI EXPRESS – Puluhan orang kembali mengadakan aksi damai di depan hotel W Bali Seminyak pada Selasa (15/3). Aksi damai yang dipimpin oleh Federasi Serikat Pekerja Mandiri (FSPM) ini untuk menuntut agar 16 pekerja diterima kembali setelah di-PHK sepihak.

Koordinator aksi dari FSPM Ida Idewa Made Rai Budi Arsana mengatakan, bahwa aksi damai ini telah digelar sebanyak enam kali. Namun banyaknya aksi yang dilakukan belum mampu mengetuk hati manajemen hotel. Aksi damai pun diigelar setelah 16 orang masih ingin bejerka di Hotel W Bali Seminyak. “Dalam aksi yang telah kami gelar sebanyak enam kali ini kami tetap menuntut hal yang sama. Yakni kawan-kawan kami masih ingin bekerja,” ujar Dewa Rai.

Diketahui pihak manajemen hotel telah melaporkan para pekerja yang menolak menerima PHK kepada Pengadilan Hubungan Industrial (PHI). Menurut Dewa Rai, hasil sidang di PHI tidak rasional dengan memenangkan pihak hotel. Lantaran ia menilai berdasarkan fakta-fakta hasil putusan persidangan seharusnya memenangkan para pekerja. Apalagi alasan PHK yang dilayangkan kepada pekerja adalah Force Majeure namun hingga saat ini hotel tersebut masih beroperasi.

“Hasil itu sangat mengecewakan kami. Alasannya Force Majeure tetapi hotel masih beroperasi dan karyawan yang masih bekerja menerima gaji dan uang service (tunjangan), jadi alasan itu tidak kuat. Sehingga kami menduga ada oknum yang bermain, entah itu ada kompromi dibelakang,” ungkap pria asal Bangli tersebut.

Pihaknya kemudian menjelaskan, bahwa dari 37 pekerja yang mendapatkan PHK sepihak, sebanyak 16 orang masih belum menerima hasil persidangan. Sehingga belasan orang tersebut mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung. Penyampaian kasasi ini dilakukan lantaran putusan hakim dalam persidangan PHI sangat jauh dari rasa keadilan.

“Dalam UUD 1945 disebutkan setiap warga negara berhak atas pekerjaan dan kehidupan yang layak, tetapi kenapa putusan pengadilan tidak memberikan keadilan keoada pekerja. Itu lah kenapa kami mengajukan kasasi agar kebenaran dapat terungkap,” jelasnya seraya mengatakan akan terus menggelar aksi damai hingga para pekerja mendapatkan haknya.

Hal senada juga disampaikan oleh Wakil Ketua Serikat Pekerja Mandiri Hotel W Bali Seminyak Desman Larosa. Dalam aksi keenam ini pihaknya menolak untuk mendapatkan PHK sepihak. Pria asal Batak ini pun mengetahui jika saat ini Hotel W Bali Seminyak telah beroperasi dengan normal, bahkan sudah menerima wisatawan.

“Sebaiknya manajemen hotel mau membuka diri, mempekerjakan teman-teman kami, daripada menerima pekerja harian ataupun outsourcing. karena dari skill yang dimiliki pekerja yang di-PHK lebih baik,” harapnya.

Desman juga menolak keputusan persidangan PHI pada 7 Februari 2022 lalu, sehingga kasasi wajib disampaikan ke MA. Lantaran ia menilai dari putusan tersebut telah merugikan para pekerja. “Penyampaian kasasi dibenarkan oleh UU. Sehingga dari kasasi itu diharapkan dapat menguntungkan dan mengakomodir keinginan dari pekerja,” imbuhnya.

Koran ini pun mencoba untuk mendapatkan klarifikasi dari manajemen Hotel W Bali Seminyak. Namun security hotel menyebutkan harus memiliki janji terlebih dahulu. Kemudian salah satu HRD Hotel W Bali Seminyak saat dihubungi malah memutuskan pembicaraan melalui telepon.






Reporter: I Putu Resa Kertawedangga

BADUNG, BALI EXPRESS – Puluhan orang kembali mengadakan aksi damai di depan hotel W Bali Seminyak pada Selasa (15/3). Aksi damai yang dipimpin oleh Federasi Serikat Pekerja Mandiri (FSPM) ini untuk menuntut agar 16 pekerja diterima kembali setelah di-PHK sepihak.

Koordinator aksi dari FSPM Ida Idewa Made Rai Budi Arsana mengatakan, bahwa aksi damai ini telah digelar sebanyak enam kali. Namun banyaknya aksi yang dilakukan belum mampu mengetuk hati manajemen hotel. Aksi damai pun diigelar setelah 16 orang masih ingin bejerka di Hotel W Bali Seminyak. “Dalam aksi yang telah kami gelar sebanyak enam kali ini kami tetap menuntut hal yang sama. Yakni kawan-kawan kami masih ingin bekerja,” ujar Dewa Rai.

Diketahui pihak manajemen hotel telah melaporkan para pekerja yang menolak menerima PHK kepada Pengadilan Hubungan Industrial (PHI). Menurut Dewa Rai, hasil sidang di PHI tidak rasional dengan memenangkan pihak hotel. Lantaran ia menilai berdasarkan fakta-fakta hasil putusan persidangan seharusnya memenangkan para pekerja. Apalagi alasan PHK yang dilayangkan kepada pekerja adalah Force Majeure namun hingga saat ini hotel tersebut masih beroperasi.

“Hasil itu sangat mengecewakan kami. Alasannya Force Majeure tetapi hotel masih beroperasi dan karyawan yang masih bekerja menerima gaji dan uang service (tunjangan), jadi alasan itu tidak kuat. Sehingga kami menduga ada oknum yang bermain, entah itu ada kompromi dibelakang,” ungkap pria asal Bangli tersebut.

Pihaknya kemudian menjelaskan, bahwa dari 37 pekerja yang mendapatkan PHK sepihak, sebanyak 16 orang masih belum menerima hasil persidangan. Sehingga belasan orang tersebut mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung. Penyampaian kasasi ini dilakukan lantaran putusan hakim dalam persidangan PHI sangat jauh dari rasa keadilan.

“Dalam UUD 1945 disebutkan setiap warga negara berhak atas pekerjaan dan kehidupan yang layak, tetapi kenapa putusan pengadilan tidak memberikan keadilan keoada pekerja. Itu lah kenapa kami mengajukan kasasi agar kebenaran dapat terungkap,” jelasnya seraya mengatakan akan terus menggelar aksi damai hingga para pekerja mendapatkan haknya.

Hal senada juga disampaikan oleh Wakil Ketua Serikat Pekerja Mandiri Hotel W Bali Seminyak Desman Larosa. Dalam aksi keenam ini pihaknya menolak untuk mendapatkan PHK sepihak. Pria asal Batak ini pun mengetahui jika saat ini Hotel W Bali Seminyak telah beroperasi dengan normal, bahkan sudah menerima wisatawan.

“Sebaiknya manajemen hotel mau membuka diri, mempekerjakan teman-teman kami, daripada menerima pekerja harian ataupun outsourcing. karena dari skill yang dimiliki pekerja yang di-PHK lebih baik,” harapnya.

Desman juga menolak keputusan persidangan PHI pada 7 Februari 2022 lalu, sehingga kasasi wajib disampaikan ke MA. Lantaran ia menilai dari putusan tersebut telah merugikan para pekerja. “Penyampaian kasasi dibenarkan oleh UU. Sehingga dari kasasi itu diharapkan dapat menguntungkan dan mengakomodir keinginan dari pekerja,” imbuhnya.

Koran ini pun mencoba untuk mendapatkan klarifikasi dari manajemen Hotel W Bali Seminyak. Namun security hotel menyebutkan harus memiliki janji terlebih dahulu. Kemudian salah satu HRD Hotel W Bali Seminyak saat dihubungi malah memutuskan pembicaraan melalui telepon.






Reporter: I Putu Resa Kertawedangga

Most Read

Artikel Terbaru

/