alexametrics
29.8 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Pengurus PHDI Bali Hasil MLB Dikukuhkan, Pemurnian Butuh Proses

SEMARAPURA, BALI EXPRESS – Dualisme kepengurusan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) antara pengurus hasil Mahasabha Luar Biasa (MLB) dengan kubu Wisnu Bawa Tanaya (WBT) masih belum bertepi. Meski demikian, tak jadi halangan bagi PHDI MLB mengukuhkan pengurus tingkat Provinsi Bali dan kabupaten/kota, Selasa (15/3).

 

Acara yang berlangsung di Pura Agung Kentel Gumi, Desa Tusan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, hingga pukul 19.00 itu berlangsung lancar. Hasilnya, pengurus di sembilan kabupaten/kota telah dikukuhkan. Di tingkat provinsi, telah dikukuhkan Dharma Upapati Ida Padanda Gede Putra Bajing, Ketua Paruman Walaka I Made Wena, dan Ketua Pengurus Harian Tjokorda Raka Putra.

 

Ketua Pengurus Harian PHDI pusat, Marsekal TNI (Purn) Ida Bagus Putu Dunia menegaskan, beberapa program yang mesti dijalankan paska dikukuhkannya pengurus di tingkat provinsi dan kabupaten/kota ini, tentunya pelayanan umat tak sampai terganggu. Apalagi isu sampradaya yang kian merongrong belakangan ini jadi pekerjaan penting dalam pemurnian ini.

 

Dia menyebut, hal penting dalam pemurnian PHDI, membuat garis tegas dan jelas tentang tata laksana amal beragama, budaya, adat, tradisi, dan tempat peribadatan. “Pembinaan umat, dibina dan meningkatkan keyakinan beragama,” ujar Ida Bagus Putu Dunia.

 

Pihaknya tidak menampik, seiring dengan merebaknya isu sampradaya, beberapa umat diakui sudah ada yang terpapar ajaran asing. Menurutnya, pemurnian ini membutuhkan waktu. “Kami harapkan kita bisa mengajak umat, saudara kita kembali ke ajaran Hindu Bali,” imbuhnya.

 

Soal dualisme yang tengah terjadi, dirinya menegaskan akan tetap berjalan sesuai proses hukum berlaku. Apalagi gugatan keabsahan PHDI WBT di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat masih berjalan. “Kami berharap proses ini tidak timbulkan pelanggaran, aturan jalan sesuai hukum, dan harapan kami selesai secara damai,” tegasnya.

 

Senada dengan itu, Ketua Dharma Kerta PHDI pusat Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet menanggapi santai terkait gugatan yang tengah berjalan. Bahkan pihaknya optimis bisa memenangkan gugatan itu. “Untuk legalitas, kami masih berjuang di pengadilan. Namun legitimasi, sudah di tangan. Saya yakin, PHDI ini akan didukung 99 persen umat Hindu di Bali dan Nusantara,” tegas Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet.

 

Dirinya juga memastikan, para pengurus PHDI yang dikukuhkan ini bebas dari paparan isu sampradaya. “Dalam upaya pemurnian ini, tentu akan ada hambatan. Kita tetap maju dalam pembinaan, pelayanan kepada umat, dan ada atau tidak bantuan dari lain pihak, kita harus tetap jalan,” tutupnya.






Reporter: AGUS EKA PURNA NEGARA

SEMARAPURA, BALI EXPRESS – Dualisme kepengurusan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) antara pengurus hasil Mahasabha Luar Biasa (MLB) dengan kubu Wisnu Bawa Tanaya (WBT) masih belum bertepi. Meski demikian, tak jadi halangan bagi PHDI MLB mengukuhkan pengurus tingkat Provinsi Bali dan kabupaten/kota, Selasa (15/3).

 

Acara yang berlangsung di Pura Agung Kentel Gumi, Desa Tusan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, hingga pukul 19.00 itu berlangsung lancar. Hasilnya, pengurus di sembilan kabupaten/kota telah dikukuhkan. Di tingkat provinsi, telah dikukuhkan Dharma Upapati Ida Padanda Gede Putra Bajing, Ketua Paruman Walaka I Made Wena, dan Ketua Pengurus Harian Tjokorda Raka Putra.

 

Ketua Pengurus Harian PHDI pusat, Marsekal TNI (Purn) Ida Bagus Putu Dunia menegaskan, beberapa program yang mesti dijalankan paska dikukuhkannya pengurus di tingkat provinsi dan kabupaten/kota ini, tentunya pelayanan umat tak sampai terganggu. Apalagi isu sampradaya yang kian merongrong belakangan ini jadi pekerjaan penting dalam pemurnian ini.

 

Dia menyebut, hal penting dalam pemurnian PHDI, membuat garis tegas dan jelas tentang tata laksana amal beragama, budaya, adat, tradisi, dan tempat peribadatan. “Pembinaan umat, dibina dan meningkatkan keyakinan beragama,” ujar Ida Bagus Putu Dunia.

 

Pihaknya tidak menampik, seiring dengan merebaknya isu sampradaya, beberapa umat diakui sudah ada yang terpapar ajaran asing. Menurutnya, pemurnian ini membutuhkan waktu. “Kami harapkan kita bisa mengajak umat, saudara kita kembali ke ajaran Hindu Bali,” imbuhnya.

 

Soal dualisme yang tengah terjadi, dirinya menegaskan akan tetap berjalan sesuai proses hukum berlaku. Apalagi gugatan keabsahan PHDI WBT di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat masih berjalan. “Kami berharap proses ini tidak timbulkan pelanggaran, aturan jalan sesuai hukum, dan harapan kami selesai secara damai,” tegasnya.

 

Senada dengan itu, Ketua Dharma Kerta PHDI pusat Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet menanggapi santai terkait gugatan yang tengah berjalan. Bahkan pihaknya optimis bisa memenangkan gugatan itu. “Untuk legalitas, kami masih berjuang di pengadilan. Namun legitimasi, sudah di tangan. Saya yakin, PHDI ini akan didukung 99 persen umat Hindu di Bali dan Nusantara,” tegas Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet.

 

Dirinya juga memastikan, para pengurus PHDI yang dikukuhkan ini bebas dari paparan isu sampradaya. “Dalam upaya pemurnian ini, tentu akan ada hambatan. Kita tetap maju dalam pembinaan, pelayanan kepada umat, dan ada atau tidak bantuan dari lain pihak, kita harus tetap jalan,” tutupnya.






Reporter: AGUS EKA PURNA NEGARA

Most Read

Artikel Terbaru

/