29.8 C
Denpasar
Friday, March 24, 2023

Kakek Asal Batuagung Ditemukan Tak Bernyawa di Dekat Kandang Sapi

JEMBRANA, BALI EXPRESS – Seorang warga Banjar Panca Seming, Desa Batuagung, Kecamatan Jembrana ditemukan meninggal di dekat kandang sapi miliknya. Tidak jauh dari lokasi korban tergeletak, seekor sapi jantan terlihat masih mengamuk. Kuat dugaan korban yang diketahui bernama I Nengah Weta,68 itu, meninggal akibat diserang sapi peliharaannya.

Kapolsek Kota Jembrana Iptu I Putu Budi Santika membenarkan kejadian itu. Dari keterangan pihak keluarga, lanjut Budi,sesaat sebelum ditemukan meninggal, korban diketahui pergi kekandang untuk memberikan makan sapi peliharaannya itu. Setelah lama tidak kunjung kembali ke rumah, istrinya kemudian menyusul kekandang untuk mencari korban. “Korban pamit untuk menberi makan sapi sekitar pukul 15.30 Wita. Lama tidak balik kerumah, istrinya kemudian menyusul mencari korban ke kandangnya,” ujar Kapolsek Budi.

Baca Juga :  Berkas Perkaranya Belum Lengkap, Kantor Goldkoin Diduga Beroperasi Lagi

Setelah tiba di kandang, istrinya sempat berteriak memanggil-manggil nama korban namun tidak ada yang merespon. “Saat mendekati kandang sapi itu istrinya terkejut melihat suaminya tergeletak tak bergerak, sementara sapi peliharaannya terlihat galak,” imbuhnya.

Setelah itu, istri korban balik kerumah mencari anaknya untuk diajak membawa korban ke RS Balimed untuk medapatkan pertolongan. Namun saat tiba di rumah sakit itu, korban dinyatakan sudah meninggal dunia.

Disisi lain untuk mengantisipasi sapi yang diduga menewaskan korban terjangkit rabies atau sapi gila, petugas dari Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner pada Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana melakukan pengecekan ke lapangan.

Sesuai hasi pengecekan oleh petugas, Kabid Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner I Wayan Widarsa menegasakan jika sapi itu tidak terkena rabies atau sapi gila. Widastra menduga kejadian itu (sapi ngamuk) dipicu lantaran sapi kurang makan serta libido sapi saat itu meningkat sehingga emosinya tidak terkendali.

Baca Juga :  Angin Kencang, Pohon Sengon Tumbang, Lalulintas Jalan Srikandi Macet

“Jadi sapi ini tidak ada gejala sakit, tidak pernah ada digigit anjing. Nah tadi hasil penelusuran ke lokasi oleh teman kami medik feat dan PPL, sapi dalam keadaan tenang. Kemungkinan saat ditarik ke kandang, karena telat makan dan libido tinggi sehingga tingkat stressnya sapi terlalu tinggi hingga sempat menyerang pemilik,” pungkasnya.






Reporter: Gede Riantory Warmadewa

JEMBRANA, BALI EXPRESS – Seorang warga Banjar Panca Seming, Desa Batuagung, Kecamatan Jembrana ditemukan meninggal di dekat kandang sapi miliknya. Tidak jauh dari lokasi korban tergeletak, seekor sapi jantan terlihat masih mengamuk. Kuat dugaan korban yang diketahui bernama I Nengah Weta,68 itu, meninggal akibat diserang sapi peliharaannya.

Kapolsek Kota Jembrana Iptu I Putu Budi Santika membenarkan kejadian itu. Dari keterangan pihak keluarga, lanjut Budi,sesaat sebelum ditemukan meninggal, korban diketahui pergi kekandang untuk memberikan makan sapi peliharaannya itu. Setelah lama tidak kunjung kembali ke rumah, istrinya kemudian menyusul kekandang untuk mencari korban. “Korban pamit untuk menberi makan sapi sekitar pukul 15.30 Wita. Lama tidak balik kerumah, istrinya kemudian menyusul mencari korban ke kandangnya,” ujar Kapolsek Budi.

Baca Juga :  Komunitas Driver Keluhkan Akses Jalan Di Nusa Penida

Setelah tiba di kandang, istrinya sempat berteriak memanggil-manggil nama korban namun tidak ada yang merespon. “Saat mendekati kandang sapi itu istrinya terkejut melihat suaminya tergeletak tak bergerak, sementara sapi peliharaannya terlihat galak,” imbuhnya.

Setelah itu, istri korban balik kerumah mencari anaknya untuk diajak membawa korban ke RS Balimed untuk medapatkan pertolongan. Namun saat tiba di rumah sakit itu, korban dinyatakan sudah meninggal dunia.

Disisi lain untuk mengantisipasi sapi yang diduga menewaskan korban terjangkit rabies atau sapi gila, petugas dari Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner pada Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana melakukan pengecekan ke lapangan.

Sesuai hasi pengecekan oleh petugas, Kabid Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner I Wayan Widarsa menegasakan jika sapi itu tidak terkena rabies atau sapi gila. Widastra menduga kejadian itu (sapi ngamuk) dipicu lantaran sapi kurang makan serta libido sapi saat itu meningkat sehingga emosinya tidak terkendali.

Baca Juga :  Angin Kencang, Pohon Sengon Tumbang, Lalulintas Jalan Srikandi Macet

“Jadi sapi ini tidak ada gejala sakit, tidak pernah ada digigit anjing. Nah tadi hasil penelusuran ke lokasi oleh teman kami medik feat dan PPL, sapi dalam keadaan tenang. Kemungkinan saat ditarik ke kandang, karena telat makan dan libido tinggi sehingga tingkat stressnya sapi terlalu tinggi hingga sempat menyerang pemilik,” pungkasnya.






Reporter: Gede Riantory Warmadewa

Most Read

Artikel Terbaru