29.8 C
Denpasar
Friday, March 24, 2023

Kasus WNA Miliki KTP Denpasar, Kejari Denpasar Tetapkan Lima Tersangka

DENPASAR, BALI EXPRESS-Kasus warga asing memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Denpasar akhirnya ditangani Kejari Denpasar. Ada lima  orang ditetapkan sebagai tersangka.

Selain membuatkan KTP, ketiganya juga membantu WNA asal Ukraina dan Suriah itu membuat akta kelahiran dengan nama berbeda layaknya warga lokal.

“Ketiga tersangka berinisial IWS,  IKS, dan NKM, salah satunya diduga adalah staf Kecamatan Denpasar Utara,”ujar Kajari Denpasar, Rudy Hartono, Rabu (15/3).

Sementara Kasi Intel, I Putu Eka Suyantha menambahkan tersangka dalam perkara ini tersangka disangka melakukan tindak pidana korupsi berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Negeri DenpasarbNomor: PRINT-01/N.1.10/Fd. 1/03/2023 tanggal 06 Maret 2023. “Tim Penyidik Kejaksaan Negeri Denpasar telah menemukan bukti permulaan guna dapat menentukan tersangkanya,” papar I Putu Suyantha.

Sebagaimana diketahui kasus adanya Warga Negara Asing memiliki KTP Indonesia  saat Operasi Gabungan Tim Pengawasan Orang Asing Provinsi Bali di GWA Residence Jalan Pulau Galang Gang Ratnasari III No. 5, Pemogan, Denpasar Selatan tanggal 15 Februari 2023.

Baca Juga :  Ini Aturan Baru Pembuatan KTP dan KK

Merasa ada kejanggalan di lapangan, Kejaksaan Negeri Denpasar melalui Bidang Intelijen, berdasarkan surat perintah tugas tanggal 16 Februari 2023 langsung mengumpulkan data dan keterangan berkaitan kasus tersebut khususnya dugaan adanya penyalahgunaan wewenang dalam penerbitan dokumen Akta Kelahiran, KTP WNI dan Kartu Keluarga.

Adapun modus operandi yang dilakukan baik Warga Suriah berinisial MNZ maupun Ukraina berinisial KR diketahui berkeinginan membuat KTP agar dapat membeli tanah, properti dan membuka rekening.

“Melalui NKM, para WNA diperkenalkan dengan PNP, IKS dan IWS yang dapat membantu untuk membuat Dokumen Kependudukan (KTP, KK dan Akta Lahir). Dalam prosesnya, PNP, IKS dan IWS membantu para WNA dalam mengisi seluruh formulir persyaratan pembuatan KTP dan KK, hingga mengupload data tersebut ke aplikasi TARING Dukcapil Kota Denpasar,” bebernya.

Baca Juga :  Sempat Tak Terlihat Saat Snorkeling, WNA Meninggal Dunia

MNZ tanggal 19 September 2022 telah menerima KTP, KK dan Akta Lahir atas nama Agung Nizar Santoso.

Sementara KR telah menerima KTP, KK dan Akta Lahir atas nama Alexandre Nur Rudi sekitar akhir November 2022.

MNZ untuk mengurus KK, KTP dan Akta Kelahiran atas nama Agung Nizar Santoso telah mengeluarkan uang total sebesar Rp 15.000.000,- (lima belas juta rupiah).

Sementara WNA KR dalam mengurus KK, KTP dan Akta Kelahiran atas nama ALEXANDRE NUR HADI telah mengeluarkan uang total sebesar Rp 31.000.000. “Total tersangka ada lima termasuk dua WNA,” tutupnya.






Reporter: Suharnanto

DENPASAR, BALI EXPRESS-Kasus warga asing memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Denpasar akhirnya ditangani Kejari Denpasar. Ada lima  orang ditetapkan sebagai tersangka.

Selain membuatkan KTP, ketiganya juga membantu WNA asal Ukraina dan Suriah itu membuat akta kelahiran dengan nama berbeda layaknya warga lokal.

“Ketiga tersangka berinisial IWS,  IKS, dan NKM, salah satunya diduga adalah staf Kecamatan Denpasar Utara,”ujar Kajari Denpasar, Rudy Hartono, Rabu (15/3).

Sementara Kasi Intel, I Putu Eka Suyantha menambahkan tersangka dalam perkara ini tersangka disangka melakukan tindak pidana korupsi berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Negeri DenpasarbNomor: PRINT-01/N.1.10/Fd. 1/03/2023 tanggal 06 Maret 2023. “Tim Penyidik Kejaksaan Negeri Denpasar telah menemukan bukti permulaan guna dapat menentukan tersangkanya,” papar I Putu Suyantha.

Sebagaimana diketahui kasus adanya Warga Negara Asing memiliki KTP Indonesia  saat Operasi Gabungan Tim Pengawasan Orang Asing Provinsi Bali di GWA Residence Jalan Pulau Galang Gang Ratnasari III No. 5, Pemogan, Denpasar Selatan tanggal 15 Februari 2023.

Baca Juga :  Marak, Pengunjung Bawa Bocah ke Ruang Tahanan

Merasa ada kejanggalan di lapangan, Kejaksaan Negeri Denpasar melalui Bidang Intelijen, berdasarkan surat perintah tugas tanggal 16 Februari 2023 langsung mengumpulkan data dan keterangan berkaitan kasus tersebut khususnya dugaan adanya penyalahgunaan wewenang dalam penerbitan dokumen Akta Kelahiran, KTP WNI dan Kartu Keluarga.

Adapun modus operandi yang dilakukan baik Warga Suriah berinisial MNZ maupun Ukraina berinisial KR diketahui berkeinginan membuat KTP agar dapat membeli tanah, properti dan membuka rekening.

“Melalui NKM, para WNA diperkenalkan dengan PNP, IKS dan IWS yang dapat membantu untuk membuat Dokumen Kependudukan (KTP, KK dan Akta Lahir). Dalam prosesnya, PNP, IKS dan IWS membantu para WNA dalam mengisi seluruh formulir persyaratan pembuatan KTP dan KK, hingga mengupload data tersebut ke aplikasi TARING Dukcapil Kota Denpasar,” bebernya.

Baca Juga :  Resahkan Warga, Enam WNA di Bali Diamankan Petugas Gabungan

MNZ tanggal 19 September 2022 telah menerima KTP, KK dan Akta Lahir atas nama Agung Nizar Santoso.

Sementara KR telah menerima KTP, KK dan Akta Lahir atas nama Alexandre Nur Rudi sekitar akhir November 2022.

MNZ untuk mengurus KK, KTP dan Akta Kelahiran atas nama Agung Nizar Santoso telah mengeluarkan uang total sebesar Rp 15.000.000,- (lima belas juta rupiah).

Sementara WNA KR dalam mengurus KK, KTP dan Akta Kelahiran atas nama ALEXANDRE NUR HADI telah mengeluarkan uang total sebesar Rp 31.000.000. “Total tersangka ada lima termasuk dua WNA,” tutupnya.






Reporter: Suharnanto

Most Read

Artikel Terbaru