alexametrics
26.5 C
Denpasar
Friday, August 19, 2022

Dipicu Api Dupa, Rumah di Busungbiu Terbakar Saat Galungan

BALI EXPRESS, BUSUNGBIU-Kebakaran hebat melanda sebuah rumah permanen pada Rabu (14/4) di Banjar Dinas Kelod, Desa Busungbiu, Kecamatan Busungbiu saat Hari Raya Galungan. Peristiwa yang terjadi pada pukul 11.00 Wita ini meratakan rumah milik Made Suartiasa, 53. Beruntung tidak menimbulkan korban jiwa, namun pemilik merugi hingga ratusan juta rupiah.

Kasubag Humas Polres Buleleng, Iptu Gede Sumarjaya saat dikonfirmasi pada Kamis (15/4) mengatakan rumah yang terbakar berukuran 7×12 meter. Bangunan yang beridinding beton, beratap genteng dan berlantai keramik ini terbakar saat pemiliknya, Made Suartiasa tengah tidur siang di rumahnya.

Saat lelap tertidur di bagian kamar paling depan, Suartiasa kemudian dibangunkan oleh Sukradi dan menyampaikan bahwa rumahnya terbakar. Benar saja, saat terbangun ia sudah mendapati rumahnya dilahap si jago merah.

Baca Juga :  Satu Sembuh, Kasus Positif Covid-19 di Bebandem Nihil

Suartiasa pun bergegas untuk meminta bantuan kepada tetangganya untuk memadamkan api dengan peralatan seadanya. Rupanya api terus membesar hingga menghanguskan seisi rumahnya. Sejumlah barang seperti perabotan rumah tangga, pakaian dan surat-surat berharga pun tak bisa diselamatkan.

“Api baru dapat dipadamkan sekitar pukul 12.30 wita dengan bantuan satu unit mobil pemadam kebakaran dari Pos Seririt. Beruntung tidak ada korban jiwa, karena pemilik rumah sudah dibangunkan saat api sudah berkobar di rumahnya,” ujarnya.

Sementara itu, dari hasil olah TKP, diduga kebakaran terjadi akibat api dupa di pelangkiran kamar yang jatuh di atas kasur. Suartiasa diduga tak menyadari jika api dupa seusainya sembahyang rupanya masih menyala dan menjadi petaka hingga mengakibatkan rumahnya hangus terbakar.

Baca Juga :  Hilangkan Jenuh, Pemecutan Kampanyekan Prokes Ajak Seniman

“Mungkin karena habis sembahyang hari Raya Galungan, sehingga di pelangkiran masih ada dupa yang menyala, lalu jatuh di Kasur. Dan membakar rumahnya. Dari hasil penghitungan, korban mengalami kerugian sebesar Rp 300 juta,” bebernya.

Kasus inipun masih ditangani oleh Mapolsek Busungbiu. Untuk mengantisipasi kejadian serupa, Sumarjaya juga meminta agar masyarakat tidak meletakkan pelangkiran di atas tempat tidur. Sebab, rentan menimbulkan kebakaran.

“Tempat tidur kan sangat rentan terbakar kalau ada api, jadi kami himbau masyarakat harus tetap waspada. Jangan menaruh pelangkiran di atas tempat tidur. Sebab, kalau lengah, beresiko terjadi kebakaran,” pungkasnya.


BALI EXPRESS, BUSUNGBIU-Kebakaran hebat melanda sebuah rumah permanen pada Rabu (14/4) di Banjar Dinas Kelod, Desa Busungbiu, Kecamatan Busungbiu saat Hari Raya Galungan. Peristiwa yang terjadi pada pukul 11.00 Wita ini meratakan rumah milik Made Suartiasa, 53. Beruntung tidak menimbulkan korban jiwa, namun pemilik merugi hingga ratusan juta rupiah.

Kasubag Humas Polres Buleleng, Iptu Gede Sumarjaya saat dikonfirmasi pada Kamis (15/4) mengatakan rumah yang terbakar berukuran 7×12 meter. Bangunan yang beridinding beton, beratap genteng dan berlantai keramik ini terbakar saat pemiliknya, Made Suartiasa tengah tidur siang di rumahnya.

Saat lelap tertidur di bagian kamar paling depan, Suartiasa kemudian dibangunkan oleh Sukradi dan menyampaikan bahwa rumahnya terbakar. Benar saja, saat terbangun ia sudah mendapati rumahnya dilahap si jago merah.

Baca Juga :  Nyepi, Pengopenan Kelapa dan Ruko Terbakar di Jembrana

Suartiasa pun bergegas untuk meminta bantuan kepada tetangganya untuk memadamkan api dengan peralatan seadanya. Rupanya api terus membesar hingga menghanguskan seisi rumahnya. Sejumlah barang seperti perabotan rumah tangga, pakaian dan surat-surat berharga pun tak bisa diselamatkan.

“Api baru dapat dipadamkan sekitar pukul 12.30 wita dengan bantuan satu unit mobil pemadam kebakaran dari Pos Seririt. Beruntung tidak ada korban jiwa, karena pemilik rumah sudah dibangunkan saat api sudah berkobar di rumahnya,” ujarnya.

Sementara itu, dari hasil olah TKP, diduga kebakaran terjadi akibat api dupa di pelangkiran kamar yang jatuh di atas kasur. Suartiasa diduga tak menyadari jika api dupa seusainya sembahyang rupanya masih menyala dan menjadi petaka hingga mengakibatkan rumahnya hangus terbakar.

Baca Juga :  Berenang di Cristal Bay, Fotografer Italia Tewas Terseret Ombak

“Mungkin karena habis sembahyang hari Raya Galungan, sehingga di pelangkiran masih ada dupa yang menyala, lalu jatuh di Kasur. Dan membakar rumahnya. Dari hasil penghitungan, korban mengalami kerugian sebesar Rp 300 juta,” bebernya.

Kasus inipun masih ditangani oleh Mapolsek Busungbiu. Untuk mengantisipasi kejadian serupa, Sumarjaya juga meminta agar masyarakat tidak meletakkan pelangkiran di atas tempat tidur. Sebab, rentan menimbulkan kebakaran.

“Tempat tidur kan sangat rentan terbakar kalau ada api, jadi kami himbau masyarakat harus tetap waspada. Jangan menaruh pelangkiran di atas tempat tidur. Sebab, kalau lengah, beresiko terjadi kebakaran,” pungkasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/