alexametrics
27.6 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Hingga Akhir Pekan, Jalur Denpasar-Singaraja Diprediksi Macet

TABANAN, BALI EXPRESS – Arus lalu lintas di jalur Denpasar-Singaraja mengalami kemacetan seiring meningkatnya mobilitas kendaraan pada saat Umanis Galungan, Kamis (15/4). Bahkan diperkirakan, kondisi ini akan terjadi paling tidak sampai akhir pekan ini.

Antrean panjang kendaraan yang didominasi roda empat itu mulai terjadi sejak siang hari. Khususnya pada titik-titik di sekitar Daya Tarik Wisata atau daya tarik wisata (DTW) Ulundanu Beratan, Tabanan.

Seperti pintu masuk kawasan DTW Ulundanu Beratan, pintu masuk Kebun Raya Eka Karya Bali, dan Pasar Candikuning. Titik sumbat tersebut membuat antrean kendaraan yang panjangnya mencapai kurang lebih lima kilometer. Baik dari arah Denpasar maupun sebaliknya, dari arah Singaraja.

Baca Juga :  Rumah dan Jalan Jebol di Klungkung

Untuk mengaturnya, jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tabanan memberlakukan buka tutup jalur. Seperti dijelaskan Kepala Satlantas Polres Tabanan, AKP Ni Putu Wila Indrayani.

“Sementara kami (terapkan skema) buka tutup. Karena di lokasi kemacetan juga ada perbaikan jalan yang amblas dan cuma bisa dilalui satu kendaraan bermotor,” jelasnya.

Menurutnya, aktivitas perbaikan jalan yang amblas pada shortcut titik tiga yang panjangnya kurang lebih 50 meter dan lebarnya sekitar satu meter,9 turut membuat arus kendaraan menjadi tersendat. “Kemudian ada juga perbaikan saluran pipa PDAM,” sambungnya.

Pihaknya juga memperkirakan, situasi lalu lintas di jalur utama Denpasar-Singaraja itu, akan terjadi untuk beberapa hari ke depan. Paling tidak sampai dengan akhir minggu ini.

Baca Juga :  Tengkorak dan Tulang Belulang Manusia Misterius Dikubur di Tabanan

Karena itu, pihaknya juga telah menyiapkan personel untuk siaga di sepanjang jalur tersebut. Serta jalur lainnya yang menuju dua DTW lainnya, seperti Tanah Lot di Kecamatan Kediri dan Jatiluwih di Kecamatan Penebel.

Setidaknya ada 30 orang personel yang disiagakan. Mereka dibagi ke dalam dua shift, pagi dan siang, untuk mengurai potensi-potensi titik kemacetan. “Selain dari Polres Tabanan, kegiatan ini juga dibantu aparat dari TNI maupun Dinas Pehubungan Tabanan,” pungkasnya.


TABANAN, BALI EXPRESS – Arus lalu lintas di jalur Denpasar-Singaraja mengalami kemacetan seiring meningkatnya mobilitas kendaraan pada saat Umanis Galungan, Kamis (15/4). Bahkan diperkirakan, kondisi ini akan terjadi paling tidak sampai akhir pekan ini.

Antrean panjang kendaraan yang didominasi roda empat itu mulai terjadi sejak siang hari. Khususnya pada titik-titik di sekitar Daya Tarik Wisata atau daya tarik wisata (DTW) Ulundanu Beratan, Tabanan.

Seperti pintu masuk kawasan DTW Ulundanu Beratan, pintu masuk Kebun Raya Eka Karya Bali, dan Pasar Candikuning. Titik sumbat tersebut membuat antrean kendaraan yang panjangnya mencapai kurang lebih lima kilometer. Baik dari arah Denpasar maupun sebaliknya, dari arah Singaraja.

Baca Juga :  Tengkorak dan Tulang Belulang Manusia Misterius Dikubur di Tabanan

Untuk mengaturnya, jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tabanan memberlakukan buka tutup jalur. Seperti dijelaskan Kepala Satlantas Polres Tabanan, AKP Ni Putu Wila Indrayani.

“Sementara kami (terapkan skema) buka tutup. Karena di lokasi kemacetan juga ada perbaikan jalan yang amblas dan cuma bisa dilalui satu kendaraan bermotor,” jelasnya.

Menurutnya, aktivitas perbaikan jalan yang amblas pada shortcut titik tiga yang panjangnya kurang lebih 50 meter dan lebarnya sekitar satu meter,9 turut membuat arus kendaraan menjadi tersendat. “Kemudian ada juga perbaikan saluran pipa PDAM,” sambungnya.

Pihaknya juga memperkirakan, situasi lalu lintas di jalur utama Denpasar-Singaraja itu, akan terjadi untuk beberapa hari ke depan. Paling tidak sampai dengan akhir minggu ini.

Baca Juga :  Bupati Suwirta Belajar Kelola Sampah ke Malang

Karena itu, pihaknya juga telah menyiapkan personel untuk siaga di sepanjang jalur tersebut. Serta jalur lainnya yang menuju dua DTW lainnya, seperti Tanah Lot di Kecamatan Kediri dan Jatiluwih di Kecamatan Penebel.

Setidaknya ada 30 orang personel yang disiagakan. Mereka dibagi ke dalam dua shift, pagi dan siang, untuk mengurai potensi-potensi titik kemacetan. “Selain dari Polres Tabanan, kegiatan ini juga dibantu aparat dari TNI maupun Dinas Pehubungan Tabanan,” pungkasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/