alexametrics
26.5 C
Denpasar
Friday, August 19, 2022

Kenakalan Anak Karena Ada Pembiaran Lingkungan dan Orang Tua

DENPASAR, BALI EXPRESS – Selama pandemi membuat siswa lebih banyak belajar dalam jaringan (daring), dan pergaulan siswa tidak terkontrol setelah belajar maupun membuat tugas. Terlebih jika mereka difasilitasi sepeda motor oleh orang tuanya tanpa pengawasan dan perhatian, akan berdampak negatif. 

Hal itu diungkapkan oleh Komisioner Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Bali, Made Ariasa, Kamis (15/4). 

Ia menjelaskan telah berulang kali melakukan penelusuran dengan anak-anak yang bermasalah akibat kurang perhatian dari orang tua maupun lingkungannya.

“Saya berulang kali bilang, dan pernah melakukan penelusuran anak – anak  yang kurang peduli dari lingkungan dan  kurang perhatian dari orang tua. Karena cenderung mereka dapat fasilitas berlebihan,  seperti motor, handphone dan tidak diurus oleh orang tuanya,” jelas pria asal Gianyar ini. 

Baca Juga :  Main Pelepah Pisang di Sungai, Dua Pelajar Yayasan SPMAA Tewas

Disampaikannya, banyak anak -anak diberikan motor, dan bebas bergaul tidak diberikan perhatian, kemudian mereka tumbuh berkembang oleh lingkungan. Kalau lingkungan mereka keliru, akan cenderung ke hal yang negatif. 

“Banyak orang tua kurang paham pendidikan karakter anak. Mereka cenderung terpengaruh dengan lingkungan dan itu (kenakalan) salah satu dampaknya. Ini juga salah satu dampak pengaruh proses pendidikan secara daring,” sambung dia. 

Ia menyarankan para orang tua agar selalu memberikan perhatian kepada anaknya,  terutama pendidikan karakter. Sehingga  karakter anak dapat dibentuk menjadi anak yang mandiri. 

“Kalau anak mandiri, dimana saja dibawa, anak itu pasti mampu berbuat yang baik. Jadi inilah penting kepedulian bersama, kalau misalnya anak berkeliaran bawa motor tangkap saja dulu oleh petugas, kemudian dikembalikan ke orang tuanya agar ada efek jera dulu,” tegasnya.

Baca Juga :  Beralasan untuk Jembatan, Proyek Ruko Tutup Sungai

Aiasa menyebut bahwa saat ini terjadinya kenakalan pada anak-anak karena ada pembiaran. Terutama pembiaran dari masyarakat yang sudah ‘tuna rungu dan tuna netra’. Padahal, menurutnya  semua  pihak memiliki peran dan kontribusi terhadap munculnya masalah seperti kenakalan remaja, mencuri, maupun trek-trekan dan lain sebagainya. 

“Orang tua harus memberikan perhatian lebih kepada anaknya, sesuai kebutuhannya. Harus ada dukungan formal, baik sekolah, dan lingkungannya,” tandas Ariasa. 

 


DENPASAR, BALI EXPRESS – Selama pandemi membuat siswa lebih banyak belajar dalam jaringan (daring), dan pergaulan siswa tidak terkontrol setelah belajar maupun membuat tugas. Terlebih jika mereka difasilitasi sepeda motor oleh orang tuanya tanpa pengawasan dan perhatian, akan berdampak negatif. 

Hal itu diungkapkan oleh Komisioner Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Bali, Made Ariasa, Kamis (15/4). 

Ia menjelaskan telah berulang kali melakukan penelusuran dengan anak-anak yang bermasalah akibat kurang perhatian dari orang tua maupun lingkungannya.

“Saya berulang kali bilang, dan pernah melakukan penelusuran anak – anak  yang kurang peduli dari lingkungan dan  kurang perhatian dari orang tua. Karena cenderung mereka dapat fasilitas berlebihan,  seperti motor, handphone dan tidak diurus oleh orang tuanya,” jelas pria asal Gianyar ini. 

Baca Juga :  Main Pelepah Pisang di Sungai, Dua Pelajar Yayasan SPMAA Tewas

Disampaikannya, banyak anak -anak diberikan motor, dan bebas bergaul tidak diberikan perhatian, kemudian mereka tumbuh berkembang oleh lingkungan. Kalau lingkungan mereka keliru, akan cenderung ke hal yang negatif. 

“Banyak orang tua kurang paham pendidikan karakter anak. Mereka cenderung terpengaruh dengan lingkungan dan itu (kenakalan) salah satu dampaknya. Ini juga salah satu dampak pengaruh proses pendidikan secara daring,” sambung dia. 

Ia menyarankan para orang tua agar selalu memberikan perhatian kepada anaknya,  terutama pendidikan karakter. Sehingga  karakter anak dapat dibentuk menjadi anak yang mandiri. 

“Kalau anak mandiri, dimana saja dibawa, anak itu pasti mampu berbuat yang baik. Jadi inilah penting kepedulian bersama, kalau misalnya anak berkeliaran bawa motor tangkap saja dulu oleh petugas, kemudian dikembalikan ke orang tuanya agar ada efek jera dulu,” tegasnya.

Baca Juga :  Dewan Ingatkan Perhatikan Eksistensi Pertanian Mengwi

Aiasa menyebut bahwa saat ini terjadinya kenakalan pada anak-anak karena ada pembiaran. Terutama pembiaran dari masyarakat yang sudah ‘tuna rungu dan tuna netra’. Padahal, menurutnya  semua  pihak memiliki peran dan kontribusi terhadap munculnya masalah seperti kenakalan remaja, mencuri, maupun trek-trekan dan lain sebagainya. 

“Orang tua harus memberikan perhatian lebih kepada anaknya, sesuai kebutuhannya. Harus ada dukungan formal, baik sekolah, dan lingkungannya,” tandas Ariasa. 

 


Most Read

Artikel Terbaru

/