alexametrics
26.5 C
Denpasar
Monday, July 4, 2022

Jadi Saksi Kasus Korupsi Masker, Wabup Artadipa Pakai Jurus Tidak Tahu

DENPASAR, BALI EXPRESS – Majelis hakim Pengadilan Tipikor Denpasar yang diketuai Putu Gde Novyartha, Selasa (14/6) kembali melanjutkan sidang kasus dugaan korupsi pengadaan masker di Kabupaten Karangasem dengan agenda pemeriksaan saksi dari tim penuntut umum.

Dari 9 orang saksi yang dihadirkan jaksa, ada seorang saksi istimewa. Dia adalah Wakil Bupati (Wabup) Karangasem Wayan Artadipa.

Usai disumpah hakim menurut agama Hindu, tim penuntut umum Kejari Karangasem yang dikoordinatori Matheos Matulessy langsung menanyakan seputar proyek pengadaan masker. “Saya tidak tahu, tidak ada tembusan suratnya. Sebagai tugas saya hanya membantu bupati bila diperlukan,”ucap Artadipa.

Ucapan tidak tahu kembali diulang ulang oleh saksi yang sekarang kembali menjabat sebagai wabup ini. Bahkan, mantan Sekda Karangasem itu menyatakan situasi saat pengadaan masker tahun 2020 sudah beda. Karena itu saksi mengaku tidak pernah tahu isi postingan dalam WA grup Natalia Praja.

“Saya tidak tahu ada permohonan masker dari desa, termasuk saat ada pembagian masker secara simbolis,” sebut saksi.

Jaksa lantas menanyakan peran wabup dalam penanganan Covid- 19 yang kala itu di Karangasem sedang tinggi. Saksi menjelaskan ia turut terlibat dalam penanganan Covid-19, namun hanya mengurus pemulangan PMI asal Karangasem. “Saya ini ibaratnya ban serep kalau gak dibutuhkan tidak dipakai,”ujar saksi.

Dalam Satgas Covid sendiri saksi menyatakan tidak dimasukkan dalam struktur, meski dia tahu ketua satgasnya Sekda.

Keterangan saksi ini berubah ketika tim penasihat hukum terdakwa membacakan BAP saksi. “Di BAP saudara saksi mengaku sebagai penasihat, “sebutnya.

Saksi lantas menjawab membenarkan keterangan tersebut. “Ya itu turut terlibat pemulangan PMI, namun kondisi Covid masih landai, bukan tinggi. Tentu saya mengukurnya memakai parameter sendiri pakai data,” sebut saksi.

 






Reporter: Suharnanto

DENPASAR, BALI EXPRESS – Majelis hakim Pengadilan Tipikor Denpasar yang diketuai Putu Gde Novyartha, Selasa (14/6) kembali melanjutkan sidang kasus dugaan korupsi pengadaan masker di Kabupaten Karangasem dengan agenda pemeriksaan saksi dari tim penuntut umum.

Dari 9 orang saksi yang dihadirkan jaksa, ada seorang saksi istimewa. Dia adalah Wakil Bupati (Wabup) Karangasem Wayan Artadipa.

Usai disumpah hakim menurut agama Hindu, tim penuntut umum Kejari Karangasem yang dikoordinatori Matheos Matulessy langsung menanyakan seputar proyek pengadaan masker. “Saya tidak tahu, tidak ada tembusan suratnya. Sebagai tugas saya hanya membantu bupati bila diperlukan,”ucap Artadipa.

Ucapan tidak tahu kembali diulang ulang oleh saksi yang sekarang kembali menjabat sebagai wabup ini. Bahkan, mantan Sekda Karangasem itu menyatakan situasi saat pengadaan masker tahun 2020 sudah beda. Karena itu saksi mengaku tidak pernah tahu isi postingan dalam WA grup Natalia Praja.

“Saya tidak tahu ada permohonan masker dari desa, termasuk saat ada pembagian masker secara simbolis,” sebut saksi.

Jaksa lantas menanyakan peran wabup dalam penanganan Covid- 19 yang kala itu di Karangasem sedang tinggi. Saksi menjelaskan ia turut terlibat dalam penanganan Covid-19, namun hanya mengurus pemulangan PMI asal Karangasem. “Saya ini ibaratnya ban serep kalau gak dibutuhkan tidak dipakai,”ujar saksi.

Dalam Satgas Covid sendiri saksi menyatakan tidak dimasukkan dalam struktur, meski dia tahu ketua satgasnya Sekda.

Keterangan saksi ini berubah ketika tim penasihat hukum terdakwa membacakan BAP saksi. “Di BAP saudara saksi mengaku sebagai penasihat, “sebutnya.

Saksi lantas menjawab membenarkan keterangan tersebut. “Ya itu turut terlibat pemulangan PMI, namun kondisi Covid masih landai, bukan tinggi. Tentu saya mengukurnya memakai parameter sendiri pakai data,” sebut saksi.

 






Reporter: Suharnanto

Most Read

Artikel Terbaru

/