alexametrics
26.8 C
Denpasar
Saturday, July 2, 2022

Korupsi, Eks Karyawan Plat Merah Dituntut Penjara 4 Tahun 2 Bulan

DENPASAR, BALI EXPRESS-Sidang kasus korupsi di salah satu bank plat merah telah memasuki agenda tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Denpasar. Berdasarkan fakta persidangan dengan didukung alat bukti serta keterangan saksi-saksi, tim penuntut umum menyatakan terdakwa Riza Kerta Yudha terbukti bersalah.

 

Oleh karena itu, tim JPU yang dikoordinatori I Nyoman Sugiartha meminta majelis yang diketuai Putu Gde Novyartha menyatakan sependapat dengan pembuktian jaksa. “Tuntutannya sudah dibacakan Selasa kemarin, jaksa meminta hakim menjatuhkan pidana penjara pada terdakwa selama 4 (empat) tahun dan 2 (dua) bulan dikurangi masa penahanan yang telah dijalani oleh terdakwa dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan,”ujar Kasi Intel Kejari Denpasar, Putu Eka Suyantha dikonfirmasi,Rabu (15/6).

 

 

Selain pidana penjara jaksa juga meminta terdakwa Riza Kertha Yudha Negara membayar denda sebesar 200 000 000  (dua ratus juta rupiah) Rp subsidiair 3 (tiga) bulan kurungan.

 

 

Selanjutnya, terdakwa juga dikenai pidana tambahan yakni membayar uang pengganti sebesar Rp. 291.000.000,- (dua ratus sembilan puluh satu juta rupiah). Dengan ketentuan apabila uang pengganti tersebut tidak dibayar dalam waktu paling lama 1 (satu) bulan setelah putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita oleh Jaksa dan dijual lelang untuk membayar uang pengganti tersebut. “Jika terdakwa tidak memiliki harta benda yang cukup maka dipidana penjara selama 9 (Sembilan) bulan penjara,”imbuh Eka Suyantha.

 

 

Dalam tuntutannya jaksa juga menyatakan pengembalian Kerugian Keuangan Negara Cq. PT. BRI (Persero) Tbk Unit Trenggana sebesar Rp. 220.000.000,- (dua ratus dua puluh juta rupiah) diperhitungkan sebagai pengembalian uang pengganti dan disetorkan ke kas negara Co. PT. BRI (Persero) Tbk Unit Trenggana.

 

 

Terakhir dalam amar tuntutan disebutkan  agar terhadap terdakwa dibebani membayar biaya perkara sebesar Rp. 5.000. (lima ribu rupiah).

 

 

Perbuatan terdakwa Riza Kertha Yudha Negara sebagaimana diterangkan diatas terbukti tsecara sah dan meyakinkan bersalah melakukan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diatur dalam Pasal 2 Ayat (1) Jo. Pasal 18 ayat (1), (2) dan (3) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah dirubah dan ditambah dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jis. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP, Jis Pasal 64 ayat (1) KUHP sebagaimana dakwaan Primair.

 

Atas tuntutan jaksa ini, terdakwa menyampaikan akan menanggapinya pada sidang Kamis, 16 Juni 2022 dengan agenda pledoi dari penasehat hukum.






Reporter: Suharnanto

DENPASAR, BALI EXPRESS-Sidang kasus korupsi di salah satu bank plat merah telah memasuki agenda tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Denpasar. Berdasarkan fakta persidangan dengan didukung alat bukti serta keterangan saksi-saksi, tim penuntut umum menyatakan terdakwa Riza Kerta Yudha terbukti bersalah.

 

Oleh karena itu, tim JPU yang dikoordinatori I Nyoman Sugiartha meminta majelis yang diketuai Putu Gde Novyartha menyatakan sependapat dengan pembuktian jaksa. “Tuntutannya sudah dibacakan Selasa kemarin, jaksa meminta hakim menjatuhkan pidana penjara pada terdakwa selama 4 (empat) tahun dan 2 (dua) bulan dikurangi masa penahanan yang telah dijalani oleh terdakwa dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan,”ujar Kasi Intel Kejari Denpasar, Putu Eka Suyantha dikonfirmasi,Rabu (15/6).

 

 

Selain pidana penjara jaksa juga meminta terdakwa Riza Kertha Yudha Negara membayar denda sebesar 200 000 000  (dua ratus juta rupiah) Rp subsidiair 3 (tiga) bulan kurungan.

 

 

Selanjutnya, terdakwa juga dikenai pidana tambahan yakni membayar uang pengganti sebesar Rp. 291.000.000,- (dua ratus sembilan puluh satu juta rupiah). Dengan ketentuan apabila uang pengganti tersebut tidak dibayar dalam waktu paling lama 1 (satu) bulan setelah putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita oleh Jaksa dan dijual lelang untuk membayar uang pengganti tersebut. “Jika terdakwa tidak memiliki harta benda yang cukup maka dipidana penjara selama 9 (Sembilan) bulan penjara,”imbuh Eka Suyantha.

 

 

Dalam tuntutannya jaksa juga menyatakan pengembalian Kerugian Keuangan Negara Cq. PT. BRI (Persero) Tbk Unit Trenggana sebesar Rp. 220.000.000,- (dua ratus dua puluh juta rupiah) diperhitungkan sebagai pengembalian uang pengganti dan disetorkan ke kas negara Co. PT. BRI (Persero) Tbk Unit Trenggana.

 

 

Terakhir dalam amar tuntutan disebutkan  agar terhadap terdakwa dibebani membayar biaya perkara sebesar Rp. 5.000. (lima ribu rupiah).

 

 

Perbuatan terdakwa Riza Kertha Yudha Negara sebagaimana diterangkan diatas terbukti tsecara sah dan meyakinkan bersalah melakukan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diatur dalam Pasal 2 Ayat (1) Jo. Pasal 18 ayat (1), (2) dan (3) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah dirubah dan ditambah dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jis. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP, Jis Pasal 64 ayat (1) KUHP sebagaimana dakwaan Primair.

 

Atas tuntutan jaksa ini, terdakwa menyampaikan akan menanggapinya pada sidang Kamis, 16 Juni 2022 dengan agenda pledoi dari penasehat hukum.






Reporter: Suharnanto

Most Read

Artikel Terbaru

/