alexametrics
27.8 C
Denpasar
Saturday, June 25, 2022

KPPAD Bali Imbau Anak-anak Hati-hati Saat Ngelawang Barong

GIANYAR, BALI EXPRESS – Moment Galungan dan Kuningan identik dengan tradisi Ngelawang Barong. Tradisi ini pun banyak dilakukan oleh sekelompok anak-anak diberbagai daerah di Bali. Maka dari itu Komisi Penyelenggara Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) meminta anak agar berhati-hati dan meminta para orang tua dapat ikut mengawasi anak-anaknya.

 

Imbauan itu bukannya tidak beralasan. Sebab sebuah peristiwa tragis sempat terjadi tahun lalu, dimana seorang anak meninggal dunia setelah ditabrak pemotor ketika sedang Ngelawang Barong.

 

Komisioner Bidang Pendidikan KPPAD Bali, Made Ariasa, menjelaskan bahwa, pihaknya mendukung berbagai kegiatan positif kreatif anak-anak, termasuk Ngelawang Barong yang merupakan salah satu cara melestarikan adat dan tradisi di Bali. Bahkan di PKB pun diadakan kegiatan lomba Ngelawang Barong antar kabupaten kota se-Bali.

 

“Dan kita ketahui sendiri kalau kegiatan Ngelawang biasanya dilakukan di jalanan baik di jalan perkampungan, banjar, jalan desa termasuk di perumahan bahkan juga di jalan raya hampir di semua kabupaten kota masih banyak digemari dan dijadikan budaya atau kegiatan rutin oleh berbagai sekaha,” ungkapnya Rabu (15/6).

 

Ditambahkanya jika Ngelawang Barong ini digemari anak-anak untuk mengisi waktu luang liburan hari. Bahkan kegiatan tersebut juga mendatangkan pemasukan karena Ngelawang Barong biasanya akan  mendapatkan sumbangan uang sebagai imbalan atas pentas hiburan yang sederhana bagi anak dan masyarakat umum. “Sehingga kadang mereka bisa melakoni kegiatan Ngelawang Barong ini sudah meluas ke jalan raya, bahkan bisa sampai sore atau malam,”  imbuhnya.

 

Atas kondisi tersebut, KPPAD Bali pun agar semua pihak ikut memberi perhatian terhadap kegiatan ini. Mulai dari orang tua, keluarga maupun masyarakat umum. Terlebih di tahun 2021 lalu, pernah terjadi inisiden naas yang menewaskan seorang anak saat Ngelawang Barong akibat kecelakaan.

 

“Maka dari itu kita ingatkan para orang tua, masyarakat termasuk aparat keamanan adat maupun kepolisian agar ikut memberikan perhatian atas kegiatan Ngelawang Barong. Bila perlu ada orang dewasa atau aparat keamanan ada memantau keamanan, keselamatan dan kenyamanan kegiatan,” tandasnya.


GIANYAR, BALI EXPRESS – Moment Galungan dan Kuningan identik dengan tradisi Ngelawang Barong. Tradisi ini pun banyak dilakukan oleh sekelompok anak-anak diberbagai daerah di Bali. Maka dari itu Komisi Penyelenggara Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) meminta anak agar berhati-hati dan meminta para orang tua dapat ikut mengawasi anak-anaknya.

 

Imbauan itu bukannya tidak beralasan. Sebab sebuah peristiwa tragis sempat terjadi tahun lalu, dimana seorang anak meninggal dunia setelah ditabrak pemotor ketika sedang Ngelawang Barong.

 

Komisioner Bidang Pendidikan KPPAD Bali, Made Ariasa, menjelaskan bahwa, pihaknya mendukung berbagai kegiatan positif kreatif anak-anak, termasuk Ngelawang Barong yang merupakan salah satu cara melestarikan adat dan tradisi di Bali. Bahkan di PKB pun diadakan kegiatan lomba Ngelawang Barong antar kabupaten kota se-Bali.

 

“Dan kita ketahui sendiri kalau kegiatan Ngelawang biasanya dilakukan di jalanan baik di jalan perkampungan, banjar, jalan desa termasuk di perumahan bahkan juga di jalan raya hampir di semua kabupaten kota masih banyak digemari dan dijadikan budaya atau kegiatan rutin oleh berbagai sekaha,” ungkapnya Rabu (15/6).

 

Ditambahkanya jika Ngelawang Barong ini digemari anak-anak untuk mengisi waktu luang liburan hari. Bahkan kegiatan tersebut juga mendatangkan pemasukan karena Ngelawang Barong biasanya akan  mendapatkan sumbangan uang sebagai imbalan atas pentas hiburan yang sederhana bagi anak dan masyarakat umum. “Sehingga kadang mereka bisa melakoni kegiatan Ngelawang Barong ini sudah meluas ke jalan raya, bahkan bisa sampai sore atau malam,”  imbuhnya.

 

Atas kondisi tersebut, KPPAD Bali pun agar semua pihak ikut memberi perhatian terhadap kegiatan ini. Mulai dari orang tua, keluarga maupun masyarakat umum. Terlebih di tahun 2021 lalu, pernah terjadi inisiden naas yang menewaskan seorang anak saat Ngelawang Barong akibat kecelakaan.

 

“Maka dari itu kita ingatkan para orang tua, masyarakat termasuk aparat keamanan adat maupun kepolisian agar ikut memberikan perhatian atas kegiatan Ngelawang Barong. Bila perlu ada orang dewasa atau aparat keamanan ada memantau keamanan, keselamatan dan kenyamanan kegiatan,” tandasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/