alexametrics
28.8 C
Denpasar
Tuesday, June 28, 2022

Tak Ada Guru, Penerimaan Siswa Baru di Dua SMP di Bangli Belum Jelas

BANGLI, BALI EXPRESS – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SMP di Kabupaten Bangli bakal dibuka Senin (20/6) mendatang. Namun dari sekian SMP di kabupaten tersebut, dua diantaranya belum pasti membuka PPDB. Yaitu SMP Satu Atap (Satap) 6 dan SMP Satap 7.

Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Disdikpora Bangli I Wayan Gede Wirajaya mengatakan, kedua sekolah di Kecamatan Kintamani itu belum dipastikan bisa menerima siswa baru karena terkendala tenaga pendidik.

SMP Satap 6 di Desa Subaya dan SMP Satap 7 di Dusun Bunut, Desa Terunyan, sama sekali tidak ada tenaga pendidik. “Masih kami diskusikan, dipikirkan bagaimana pengadaan tenaga pendidik,” kata Wirajaya kepada Bali Express (Jawa Pos Group), Selasa (14/6).

Pihaknya menyebutkan, dua sekolah itu masing-masing butuh minimal 10 tenaga pendidik. Jumlah tersebut berdasarkan mata pelajaran di jenjang SMP.

Sementara disinggung sarana dan prasarana lainnya, Wirajaya memastikan aman. “Gedung, meja, bangku, ada,” tegas mantan Kepala SMPN 7 Kintamani itu.

Apabila keputusan akhir nanti tidak ada guru yang bisa ditugaskan di sana, maka lulusan SD diarahkan ke SMP yang notabene jauh dari desanya.

Lulusan SD di Subaya bisa melanjutkan ke SMPN 7 Kintamani yang berada di Desa Sukawan. Sedangkan siswa di Dusun Bunut dan Madya, Desa Terunyan diarahkan ke sekolah di Desa Suter atau Bayung Gede. Bisa juga ke sekolah di wilayah Kabupaten Karangasem, karena lebih dekat ke sana.

Lanjut Wirajaya, SMP Satap 6 terakhir kali menerima siswa baru pada 2018 lalu. Saat itu, guru yang diperbantukan ke sana adalah guru SMPN 7 Kintamani. Namun karena kehadiran siswa, kata Wirajaya, kembang kempis, Dinas Pendidikan bersama pihak sekolah dan Desa Subaya memutuskan agar siswa setempat melanjutkan pendidikan di SMPN 7 Kintamani.

“Anak-anak mau ke SMPN 7. Jauh, tapi jalan sudah bagus,” tegasnya.
Sementara SMP Satap 7, sejak berdiri 2017 memang tidak pernah ada guru SMP ditugaskan di sana. Di awal berdiri sempat menerima siswa, tapi tenaga pendidiknya dari SDN 3 Terunyan. Akhirnya siswa pindah ke sekolah lain. (wan)

 


BANGLI, BALI EXPRESS – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SMP di Kabupaten Bangli bakal dibuka Senin (20/6) mendatang. Namun dari sekian SMP di kabupaten tersebut, dua diantaranya belum pasti membuka PPDB. Yaitu SMP Satu Atap (Satap) 6 dan SMP Satap 7.

Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Disdikpora Bangli I Wayan Gede Wirajaya mengatakan, kedua sekolah di Kecamatan Kintamani itu belum dipastikan bisa menerima siswa baru karena terkendala tenaga pendidik.

SMP Satap 6 di Desa Subaya dan SMP Satap 7 di Dusun Bunut, Desa Terunyan, sama sekali tidak ada tenaga pendidik. “Masih kami diskusikan, dipikirkan bagaimana pengadaan tenaga pendidik,” kata Wirajaya kepada Bali Express (Jawa Pos Group), Selasa (14/6).

Pihaknya menyebutkan, dua sekolah itu masing-masing butuh minimal 10 tenaga pendidik. Jumlah tersebut berdasarkan mata pelajaran di jenjang SMP.

Sementara disinggung sarana dan prasarana lainnya, Wirajaya memastikan aman. “Gedung, meja, bangku, ada,” tegas mantan Kepala SMPN 7 Kintamani itu.

Apabila keputusan akhir nanti tidak ada guru yang bisa ditugaskan di sana, maka lulusan SD diarahkan ke SMP yang notabene jauh dari desanya.

Lulusan SD di Subaya bisa melanjutkan ke SMPN 7 Kintamani yang berada di Desa Sukawan. Sedangkan siswa di Dusun Bunut dan Madya, Desa Terunyan diarahkan ke sekolah di Desa Suter atau Bayung Gede. Bisa juga ke sekolah di wilayah Kabupaten Karangasem, karena lebih dekat ke sana.

Lanjut Wirajaya, SMP Satap 6 terakhir kali menerima siswa baru pada 2018 lalu. Saat itu, guru yang diperbantukan ke sana adalah guru SMPN 7 Kintamani. Namun karena kehadiran siswa, kata Wirajaya, kembang kempis, Dinas Pendidikan bersama pihak sekolah dan Desa Subaya memutuskan agar siswa setempat melanjutkan pendidikan di SMPN 7 Kintamani.

“Anak-anak mau ke SMPN 7. Jauh, tapi jalan sudah bagus,” tegasnya.
Sementara SMP Satap 7, sejak berdiri 2017 memang tidak pernah ada guru SMP ditugaskan di sana. Di awal berdiri sempat menerima siswa, tapi tenaga pendidiknya dari SDN 3 Terunyan. Akhirnya siswa pindah ke sekolah lain. (wan)

 


Most Read

Artikel Terbaru

/