alexametrics
29.8 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

Dua Warga Klungkung Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

KLUNGKUNG, BALI EXPRESS – Dua warga Klungkung dimakamkan dengan protokol Covid-19, Rabu (15/7). Yakni warga Kelurahan Semarapura Kangin dan Desa Sampalan. Keduanya dimakamkan di dua setra berbeda. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung  Ni Made Adi Swapatni membenarkan hal itu.

Ia pun menyampaikan, warga asal Sampalan tersebut tidak diketahui positif Covid-19 atau tidak. Sebab tidak pernah dilakukan uji swab. Namun, hasil penelusuran petugas kesehatan, sebelum meninggal yang bersangkutan memang sakit. Adi Swapatni tidak memastikan sakit yang dideritanya. Selama sakit dirawat oleh salah satu keluarganya yang belakangan diketahui positif Covid-19 kluster Pasar Kidul, Bangli. Atas persetujuan keluarga, dia dimakamkan dengan protokol Covid-19. Hal itu dilakukan sebagai upaya antisipasi seandainya orang bersangkutan terpapar Covid-19. “Itu atas persetujuan keluarga,” jelas Adi Swapatni.

Sedangkan penguburan warga Kelurahan Semarapura Kangin, memang karena positif Covid-19. Sebelum meninggal dunia, warga berusia sekitar 71 tahun itu sempat menjalani perawatan di RSUD Klungkung. “Dia memang sudah sakit, dirawat di RSUD Klungkung dengan status pasien dalam pengawasan (PDP), dilakukan swab, hasilnya positif,” ungkap Adi Swapatni.

Untuk mencegah orang yang sempat kontak dengan warga itu terpapar Covid, Adi Swapatni mengaku sudah melakukan penelusuran. Ada tujuh orang sempat kontak erat. “Karena memang sudah umur (sudah tua), aktivitasnya tidak terlalu banyak,” tegas Adi Swapatni.

Hal serupa disampaikan Direktur RSUD Klungkung dr. I Nyoman Kesuma. Secara terpisah, ia menyebutkan bahwa pasien asal Semarapura Kangin itu sempat dirawat di RSUD Klungkung. Tercatat masuk rumah sakit 11 Juli dengan keluhan sesak, panas dan langsung dirawat di ruang ICU. “Kemampuan paru menangkap oksigen sudah menurun. Keesokan harinya meninggal,” jelas Kesuma. Ia juga menyebutkan, hasil swab pasien itu positif Covid-19.


KLUNGKUNG, BALI EXPRESS – Dua warga Klungkung dimakamkan dengan protokol Covid-19, Rabu (15/7). Yakni warga Kelurahan Semarapura Kangin dan Desa Sampalan. Keduanya dimakamkan di dua setra berbeda. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung  Ni Made Adi Swapatni membenarkan hal itu.

Ia pun menyampaikan, warga asal Sampalan tersebut tidak diketahui positif Covid-19 atau tidak. Sebab tidak pernah dilakukan uji swab. Namun, hasil penelusuran petugas kesehatan, sebelum meninggal yang bersangkutan memang sakit. Adi Swapatni tidak memastikan sakit yang dideritanya. Selama sakit dirawat oleh salah satu keluarganya yang belakangan diketahui positif Covid-19 kluster Pasar Kidul, Bangli. Atas persetujuan keluarga, dia dimakamkan dengan protokol Covid-19. Hal itu dilakukan sebagai upaya antisipasi seandainya orang bersangkutan terpapar Covid-19. “Itu atas persetujuan keluarga,” jelas Adi Swapatni.

Sedangkan penguburan warga Kelurahan Semarapura Kangin, memang karena positif Covid-19. Sebelum meninggal dunia, warga berusia sekitar 71 tahun itu sempat menjalani perawatan di RSUD Klungkung. “Dia memang sudah sakit, dirawat di RSUD Klungkung dengan status pasien dalam pengawasan (PDP), dilakukan swab, hasilnya positif,” ungkap Adi Swapatni.

Untuk mencegah orang yang sempat kontak dengan warga itu terpapar Covid, Adi Swapatni mengaku sudah melakukan penelusuran. Ada tujuh orang sempat kontak erat. “Karena memang sudah umur (sudah tua), aktivitasnya tidak terlalu banyak,” tegas Adi Swapatni.

Hal serupa disampaikan Direktur RSUD Klungkung dr. I Nyoman Kesuma. Secara terpisah, ia menyebutkan bahwa pasien asal Semarapura Kangin itu sempat dirawat di RSUD Klungkung. Tercatat masuk rumah sakit 11 Juli dengan keluhan sesak, panas dan langsung dirawat di ruang ICU. “Kemampuan paru menangkap oksigen sudah menurun. Keesokan harinya meninggal,” jelas Kesuma. Ia juga menyebutkan, hasil swab pasien itu positif Covid-19.


Most Read

Artikel Terbaru

/