alexametrics
29.8 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Diduga Lakukan Penganiayaan, Anggota DPRD Buleleng Dipolisikan

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Seorang anggota DPRD Buleleng, Kadek Widana alias Cawi dilaporkan ke Polsek Banjar. Cawi dilaporkan oleh seorang warga, Putu Sumadana, 46 dari Banjar Dinas Taman, Desa Kayuputih, Kecamatan Banjar lantaran diduga melakukan penganiayaan.

 

Dikonfirmasi via telepon, Kamis (15/7) siang, Putu Sumadana menceritakan kronologinya. Kejadian itu terjadi Senin (12/7) pagi sekitar jam 08.00 wita. Ia didatangi ke rumahnya oleh Cawi. Setibanya di rumah, anjing milik Putu Sumadana ditendang serta air kolam yang ada di rumahnya ditumpahkan. Menurut Putu Sumadana, Cawi datang sambil berteriak-teriak. “Awal pertama yang bersangkutan ke rumah saya dua hari lalu, hari senin. Lalu anjing saya ditendangi. Terus saya punya kolam airnya dituang-tuangin sambil manggil-manggil saya jerit-jerit. Padahal waktu itu saya di rumah paman saya. Pamans aya istrinya lagi sakit, saya disana mau berembug untuk ke rumah sakit,” jelasnya.

 

Mengetahui hal tersebut pria yang akrab disapa Donal ini pun menanyakan perihal kedatangan anggota dewan tersebut. Tiba-tiba Cawi malah marah-marah sambil berkata bahwa Donal telah menantangnya lewat akun sosial media Facebook. “Tiba-tiba dia marah-marah. Donal sini kamu. Katanya kamu nantang-nantang saya di FB. Lalu tangannya nyambar muka saya, langsung saya tepis. Karena saya kaget, saya tanya, maaf pak kadek ada apa ini. Gitu saya. Soalnya saya tidak pernah punya permusuhan sama dia. Ketemu saya jarang sama dia. Dibilang saya nantang di fb,” lanjutnya.

 

Donal pun menegaskan bahwa saat itu tidak terjadi pemukulan. Namun, dirinya sempat saling menarik baju. Pertikaian itu juga melibatkan seorang hansip yang merupakan kakak Donal. “Tidak kena wajah, saya tepis. Sebatas megebegan baju, langsung saya tarik tangannya. Terus kakak saya yang jadi hansip datang misahin. Langsung bajunya dia digebeg sampai lepas kancingnya. Terus saya ke Polsek Banjar melapor. Saya minta perlindungan biar tidak lagi seperti itu. Bukan untuk melanjutkan kasusnya sih,” ungkapnya.

 

Ditanya perihal tantangan di sosmed yang dimaksud Cawi, Donal mengaku tidak pernah melakukannya. “Saya tidak pernah menulis sesuatu di FB. Semua juga sudah ngecek tidak ada. Kalau memang begitu kan semua sudah tau ya. Memang sama sekali tidak ada masalah. Apalagi saya petani, dia DPR. Masak pejabat saya diganggu. Pas digebeg itu saya gak marah tapi saya kaget. Tidak tau bagaimana. Mungkin dia mabuk saat itu,” kata dia.

 

Dikonfirmasi terpisah, Kadek Widana alias Cawi membantah terjadinya penganiayaan yang dilakukan terhadap Donal. Ia mengaku hanya menanyakan kesalahpahaman yang didengarnya terkait tantangan yang dilontarkan oleh Donal. “Saya cuma bertanya. Pas dia bilang tidak ada yang nantang-nantang pas itu saya peluk-peluk semuanya. Gak ada penganiayaan. Memang ada leher bajunya saya ambil. Kalau masalah sampai lepas kancingnya itu kan masalah sengaja tidak sengaja aja. Saya dengar dia sering nantang-nantang saya. Cen Backing cai ne Cawi. Seperti gitu-gitu. Tapi saya diam saja. Karena terus begitu makanya saya cari ke rumahnya saya tanya,” jelasnya.

Disisi lain, Kapolsek Banjar, Kompol Made Agus Dwi Wirawan membenarkan adanya laporan pengaduan dari warga atas nama Putu Sumadana. Dalam laporan tersebut pelapor meminta perlindungan. “Memang ada laporan pengaduan masuk. Hari ini ada pemeriksaan tiga orang saksi,” singkatnya, Kamis(15/7). 


SINGARAJA, BALI EXPRESS – Seorang anggota DPRD Buleleng, Kadek Widana alias Cawi dilaporkan ke Polsek Banjar. Cawi dilaporkan oleh seorang warga, Putu Sumadana, 46 dari Banjar Dinas Taman, Desa Kayuputih, Kecamatan Banjar lantaran diduga melakukan penganiayaan.

 

Dikonfirmasi via telepon, Kamis (15/7) siang, Putu Sumadana menceritakan kronologinya. Kejadian itu terjadi Senin (12/7) pagi sekitar jam 08.00 wita. Ia didatangi ke rumahnya oleh Cawi. Setibanya di rumah, anjing milik Putu Sumadana ditendang serta air kolam yang ada di rumahnya ditumpahkan. Menurut Putu Sumadana, Cawi datang sambil berteriak-teriak. “Awal pertama yang bersangkutan ke rumah saya dua hari lalu, hari senin. Lalu anjing saya ditendangi. Terus saya punya kolam airnya dituang-tuangin sambil manggil-manggil saya jerit-jerit. Padahal waktu itu saya di rumah paman saya. Pamans aya istrinya lagi sakit, saya disana mau berembug untuk ke rumah sakit,” jelasnya.

 

Mengetahui hal tersebut pria yang akrab disapa Donal ini pun menanyakan perihal kedatangan anggota dewan tersebut. Tiba-tiba Cawi malah marah-marah sambil berkata bahwa Donal telah menantangnya lewat akun sosial media Facebook. “Tiba-tiba dia marah-marah. Donal sini kamu. Katanya kamu nantang-nantang saya di FB. Lalu tangannya nyambar muka saya, langsung saya tepis. Karena saya kaget, saya tanya, maaf pak kadek ada apa ini. Gitu saya. Soalnya saya tidak pernah punya permusuhan sama dia. Ketemu saya jarang sama dia. Dibilang saya nantang di fb,” lanjutnya.

 

Donal pun menegaskan bahwa saat itu tidak terjadi pemukulan. Namun, dirinya sempat saling menarik baju. Pertikaian itu juga melibatkan seorang hansip yang merupakan kakak Donal. “Tidak kena wajah, saya tepis. Sebatas megebegan baju, langsung saya tarik tangannya. Terus kakak saya yang jadi hansip datang misahin. Langsung bajunya dia digebeg sampai lepas kancingnya. Terus saya ke Polsek Banjar melapor. Saya minta perlindungan biar tidak lagi seperti itu. Bukan untuk melanjutkan kasusnya sih,” ungkapnya.

 

Ditanya perihal tantangan di sosmed yang dimaksud Cawi, Donal mengaku tidak pernah melakukannya. “Saya tidak pernah menulis sesuatu di FB. Semua juga sudah ngecek tidak ada. Kalau memang begitu kan semua sudah tau ya. Memang sama sekali tidak ada masalah. Apalagi saya petani, dia DPR. Masak pejabat saya diganggu. Pas digebeg itu saya gak marah tapi saya kaget. Tidak tau bagaimana. Mungkin dia mabuk saat itu,” kata dia.

 

Dikonfirmasi terpisah, Kadek Widana alias Cawi membantah terjadinya penganiayaan yang dilakukan terhadap Donal. Ia mengaku hanya menanyakan kesalahpahaman yang didengarnya terkait tantangan yang dilontarkan oleh Donal. “Saya cuma bertanya. Pas dia bilang tidak ada yang nantang-nantang pas itu saya peluk-peluk semuanya. Gak ada penganiayaan. Memang ada leher bajunya saya ambil. Kalau masalah sampai lepas kancingnya itu kan masalah sengaja tidak sengaja aja. Saya dengar dia sering nantang-nantang saya. Cen Backing cai ne Cawi. Seperti gitu-gitu. Tapi saya diam saja. Karena terus begitu makanya saya cari ke rumahnya saya tanya,” jelasnya.

Disisi lain, Kapolsek Banjar, Kompol Made Agus Dwi Wirawan membenarkan adanya laporan pengaduan dari warga atas nama Putu Sumadana. Dalam laporan tersebut pelapor meminta perlindungan. “Memang ada laporan pengaduan masuk. Hari ini ada pemeriksaan tiga orang saksi,” singkatnya, Kamis(15/7). 


Most Read

Artikel Terbaru

/