alexametrics
24.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Kabar Baik, Masyarakat Badung Bakal Dapat BLT

MANGUPURA, BALI EXPRESS- Kondisi keuangan Pemkab Badung sedang tidak baik-baik saja. Meski demikian, pemerintah setempat tetap melanjutkan program bantuan langsung tunai (BLT) untuk membantu masyarakat Badung di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Hal itu ditegaskan oleh Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta usai menghadiri rapat paripurna, Kamis (15/7). Giri Prasta akan memerintahkan kelian banjar dinas, kepala lingkungan, lurah, kepala desa dan camat untuk memastikan uang ini harus dibawakan ke rumah-rumah warga. Hal itu dilakukan guna mengurangi kerumunan. “Pada PPKM Darurat ini kami lakukan langkah konkret dengan melanjutkan kembali untuk BLT. Kami tidak mau memberikan sembako, karena bisa menimbulkan kerumunan,” ujar orang nomor satu di Badung itu.

Bupati asal Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Badung itu juga mengatakan, bantuan akan diberikan untuk semua kepala keluarga (KK) di Badung. Hanya saja dalam pendataan maupun regulasinya tidak tumpang tindih atau menerima dobel. “Jadi kalau sudah menerima bansos dari pusat, tidak bisa lagi dapat. Namun untuk yang sebelumnya dapat BLT dari kabupaten tentu bisa. Ini kan sifatnya berlanjut,” ucap mantan Ketua DPRD Badung tersebut.

Sayangnya,  Giri Prasta belum mau menyebutkan  anggaran yang disiapkan untuk BLT tersebut. Pun demikian besaran yang akan diterima masing-masing KK. Alasannya, ada sejumlah anggaran yang harus direfocusing. “Pasti ada pertanyaan, dananya dari mana? Namun masalah itu kami berupaya maksimal. Jadi kepiawaian sebuah pemimpin itu dengan melakukan sebuah refocusing anggaran dalam situasi pandemi Covid-19,” jelas bupati dua periode itu.

“Jujur saya katakan sampai UP saya dipotong tidak masalah, termasuk operasional kami  juga dipangkas tidak masalah. Dalam refocusing anggaran ini, saya juga membuat dana untuk bantuan tidak terduga yang nantinya dialokasikan untuk rumah sakit dan untuk bantuan langsung tunai dengan nominal bisa 600 ribu, bisa 500 ribu, bisa 300 ribu. Mudah mudahan kami bisa lakukan dengan baik. Untuk yang mendapatkannya nanti mereka yang belum mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat,” terangnya. (esa)

 


MANGUPURA, BALI EXPRESS- Kondisi keuangan Pemkab Badung sedang tidak baik-baik saja. Meski demikian, pemerintah setempat tetap melanjutkan program bantuan langsung tunai (BLT) untuk membantu masyarakat Badung di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Hal itu ditegaskan oleh Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta usai menghadiri rapat paripurna, Kamis (15/7). Giri Prasta akan memerintahkan kelian banjar dinas, kepala lingkungan, lurah, kepala desa dan camat untuk memastikan uang ini harus dibawakan ke rumah-rumah warga. Hal itu dilakukan guna mengurangi kerumunan. “Pada PPKM Darurat ini kami lakukan langkah konkret dengan melanjutkan kembali untuk BLT. Kami tidak mau memberikan sembako, karena bisa menimbulkan kerumunan,” ujar orang nomor satu di Badung itu.

Bupati asal Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Badung itu juga mengatakan, bantuan akan diberikan untuk semua kepala keluarga (KK) di Badung. Hanya saja dalam pendataan maupun regulasinya tidak tumpang tindih atau menerima dobel. “Jadi kalau sudah menerima bansos dari pusat, tidak bisa lagi dapat. Namun untuk yang sebelumnya dapat BLT dari kabupaten tentu bisa. Ini kan sifatnya berlanjut,” ucap mantan Ketua DPRD Badung tersebut.

Sayangnya,  Giri Prasta belum mau menyebutkan  anggaran yang disiapkan untuk BLT tersebut. Pun demikian besaran yang akan diterima masing-masing KK. Alasannya, ada sejumlah anggaran yang harus direfocusing. “Pasti ada pertanyaan, dananya dari mana? Namun masalah itu kami berupaya maksimal. Jadi kepiawaian sebuah pemimpin itu dengan melakukan sebuah refocusing anggaran dalam situasi pandemi Covid-19,” jelas bupati dua periode itu.

“Jujur saya katakan sampai UP saya dipotong tidak masalah, termasuk operasional kami  juga dipangkas tidak masalah. Dalam refocusing anggaran ini, saya juga membuat dana untuk bantuan tidak terduga yang nantinya dialokasikan untuk rumah sakit dan untuk bantuan langsung tunai dengan nominal bisa 600 ribu, bisa 500 ribu, bisa 300 ribu. Mudah mudahan kami bisa lakukan dengan baik. Untuk yang mendapatkannya nanti mereka yang belum mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat,” terangnya. (esa)

 


Most Read

Artikel Terbaru

/