alexametrics
26.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Pelaku Usaha di Karangasem Kucing-kucingan dengan Petugas

AMLAPURA, BALI EXPRESS – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat sejak sepekan lalu membuat para pelaku usaha di Karangasem kalang kabut. Banyak di antara pelaku usaha kucing-kucingan dengan petugas agar mereka tetap beroperasi.

Meski sudah berusaha agar tak terciduk, beberapa pelaku usaha non-esensial di tetap tak luput dari pantauan petugas. Sanksi berupa peringatan, pembinaan lisan hingga pemberian surat pernyataan diberikan Satpol PP Karangasem.

Ada 168 usaha yang mendapat teguran petugas. Para pemilik usaha diberikan peringatan lantaran melanggar ketentuan yang diatur selama PPKM Darurat. Seperti melayani pembeli makan di tempat makan, melanggar ketentuan jam buka pasar, hingga beberapa usaha non-esensial yang tetap beroperasi. “Kami lakukan sidak ke sejumlah titik,” ujar Kepala Bidang Penegakan UU Daerah Satpol PP Karangasem I Made Aditya Sugiarta, Kamis (15/7).

Satpol PP Karangasem setidaknya telah mengeluarkan surat pernyataan kepada 31 usaha dan 137 usaha lainnya diberi pembinaan lisan. Pihaknya mengakui, kondisi ekonomi masyarakat saat ini tengah terpuruk. Apalagi penerapan pembatasan ini membuat ruang gerak pelaku usaha semakin terbatas.

Pihaknya meminta agar pelaku usaha bersabar hingga penerapan PPKM Darurat usai. Mereka diminta tidak membuka usaha hingga pukul 20.00. Penerapan protokol kesehatan (prokes) juga harus diperketat. Harapannya agar penyebaran Covid-19 di Karangasem bisa ditekan.

 


AMLAPURA, BALI EXPRESS – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat sejak sepekan lalu membuat para pelaku usaha di Karangasem kalang kabut. Banyak di antara pelaku usaha kucing-kucingan dengan petugas agar mereka tetap beroperasi.

Meski sudah berusaha agar tak terciduk, beberapa pelaku usaha non-esensial di tetap tak luput dari pantauan petugas. Sanksi berupa peringatan, pembinaan lisan hingga pemberian surat pernyataan diberikan Satpol PP Karangasem.

Ada 168 usaha yang mendapat teguran petugas. Para pemilik usaha diberikan peringatan lantaran melanggar ketentuan yang diatur selama PPKM Darurat. Seperti melayani pembeli makan di tempat makan, melanggar ketentuan jam buka pasar, hingga beberapa usaha non-esensial yang tetap beroperasi. “Kami lakukan sidak ke sejumlah titik,” ujar Kepala Bidang Penegakan UU Daerah Satpol PP Karangasem I Made Aditya Sugiarta, Kamis (15/7).

Satpol PP Karangasem setidaknya telah mengeluarkan surat pernyataan kepada 31 usaha dan 137 usaha lainnya diberi pembinaan lisan. Pihaknya mengakui, kondisi ekonomi masyarakat saat ini tengah terpuruk. Apalagi penerapan pembatasan ini membuat ruang gerak pelaku usaha semakin terbatas.

Pihaknya meminta agar pelaku usaha bersabar hingga penerapan PPKM Darurat usai. Mereka diminta tidak membuka usaha hingga pukul 20.00. Penerapan protokol kesehatan (prokes) juga harus diperketat. Harapannya agar penyebaran Covid-19 di Karangasem bisa ditekan.

 


Most Read

Artikel Terbaru

/