alexametrics
26.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Stok Obat di Sejumlah Apotek di Singaraja Mulai Langka

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Kamis (15/7) pagi, Pemkab Buleleng melakukan sidak ke tiga apotek di Kota Singaraja. Sidak pada tiga apotek besar ini yakni, Kimia Farma, K24 dan Apotek Hasanudin dilakukan untuk mengecek ketersediaan obat. Khususnya untuk mencegah penyebaran Covid-19. Di samping itu, sidak dilakukan untuk mengecek harga-harga obat yang dimaksud.

Harga obat-obatan di beberapa apotek di Buleleng mulai mengalami kelangkaan. Harganya pun melonjak. 

Mahalnya harga obat-obatan tersebut diakibatkan harga yang tinggi pula dari distributor. Hal itu juga menjadi faktor yang menyebabkan beberapa obat yang digunakan untuk mencegah Covid-19 langka. Kelangkaan tersebut terpantau ketika tim Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Buleleng,  melakukan sidak ke apotek yang ada di Kota Singaraja.

Kelangkaan obat yang ada di apotek seputaran Singaraja itu terpantau oleh Wakil Bupati Buleleng Dokter Nyoman Sutjidra. Selain mengalami kelangkaan. Salah satu obat yang diperlukan untuk penanganan atau pencegahan Covid-19 mengalami kekosongan. “Sekarang sudah mulai langka. Karena dari distributor juga mematok harga yang cukup mahal. Jadi apotek di sini tidak berani mengambil obatnya karena melebihi harga eceran tertinggi (HET) yang ditentukan pemerintah,” ungkapnya.

Obat yang dimaksud adalah obat yang berjenis antibiotik, antivirus dan vitamin. Tiga jenis tersebut yang sangat diperlukan masyarakat di tengah pandemi Covid-19 ini. Menurut pengelola apotek yang dikunjungi, harganya sudah mulai meroket. Sehingga apotek tidak menyediakan obat-obatan tersebut. “Apotek yang ada di sini tidak berani menerima harga karena sudah mendapatkan peringatan dari BPOM bahwa mereka tidak boleh menjual diatas HET,” tegasnya.

Sidak ini dilakukan menindaklanjuti keluhan masyarakat bahwa obat-obat yang diperlukan tidak ada atau langka. Setelah ditindaklanjuti, keluhan tersebut memang benar adanya. Setelah melakukan sidak, anggota Satgas yang juga anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Buleleng akan mencarikan solusi untuk memberikan masukan kepada distributor di tingkat provinsi agar betul-betul mematuhi HET yang ditentukan pemerintah. Selain itu, kerja sama akan dilakukan dengan pihak Kejaksaan Negeri Buleleng dan Polres Buleleng terkait ketersediaan obat ini. “Nanti akan dikomunikasikan lagi supaya barang-barang ini ada di Buleleng. Baik itu antibiotiknya, antivirus sama vitaminnya,” kata dia.


SINGARAJA, BALI EXPRESS – Kamis (15/7) pagi, Pemkab Buleleng melakukan sidak ke tiga apotek di Kota Singaraja. Sidak pada tiga apotek besar ini yakni, Kimia Farma, K24 dan Apotek Hasanudin dilakukan untuk mengecek ketersediaan obat. Khususnya untuk mencegah penyebaran Covid-19. Di samping itu, sidak dilakukan untuk mengecek harga-harga obat yang dimaksud.

Harga obat-obatan di beberapa apotek di Buleleng mulai mengalami kelangkaan. Harganya pun melonjak. 

Mahalnya harga obat-obatan tersebut diakibatkan harga yang tinggi pula dari distributor. Hal itu juga menjadi faktor yang menyebabkan beberapa obat yang digunakan untuk mencegah Covid-19 langka. Kelangkaan tersebut terpantau ketika tim Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Buleleng,  melakukan sidak ke apotek yang ada di Kota Singaraja.

Kelangkaan obat yang ada di apotek seputaran Singaraja itu terpantau oleh Wakil Bupati Buleleng Dokter Nyoman Sutjidra. Selain mengalami kelangkaan. Salah satu obat yang diperlukan untuk penanganan atau pencegahan Covid-19 mengalami kekosongan. “Sekarang sudah mulai langka. Karena dari distributor juga mematok harga yang cukup mahal. Jadi apotek di sini tidak berani mengambil obatnya karena melebihi harga eceran tertinggi (HET) yang ditentukan pemerintah,” ungkapnya.

Obat yang dimaksud adalah obat yang berjenis antibiotik, antivirus dan vitamin. Tiga jenis tersebut yang sangat diperlukan masyarakat di tengah pandemi Covid-19 ini. Menurut pengelola apotek yang dikunjungi, harganya sudah mulai meroket. Sehingga apotek tidak menyediakan obat-obatan tersebut. “Apotek yang ada di sini tidak berani menerima harga karena sudah mendapatkan peringatan dari BPOM bahwa mereka tidak boleh menjual diatas HET,” tegasnya.

Sidak ini dilakukan menindaklanjuti keluhan masyarakat bahwa obat-obat yang diperlukan tidak ada atau langka. Setelah ditindaklanjuti, keluhan tersebut memang benar adanya. Setelah melakukan sidak, anggota Satgas yang juga anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Buleleng akan mencarikan solusi untuk memberikan masukan kepada distributor di tingkat provinsi agar betul-betul mematuhi HET yang ditentukan pemerintah. Selain itu, kerja sama akan dilakukan dengan pihak Kejaksaan Negeri Buleleng dan Polres Buleleng terkait ketersediaan obat ini. “Nanti akan dikomunikasikan lagi supaya barang-barang ini ada di Buleleng. Baik itu antibiotiknya, antivirus sama vitaminnya,” kata dia.


Most Read

Artikel Terbaru

/