alexametrics
26.5 C
Denpasar
Friday, August 19, 2022

Membahayakan, KPPAD Bali Soroti Siswa Naik Truk Saat MPLS

GIANYAR, BALI EXPRESS – Tahun ajaran baru sudah dimulai, sejumlah siswa yang baru masuk jenjang sekolah yang lebih tinggi pun mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). MPLS sendiri bisa diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari kegiatan didalam sekolah maupun luar sekolah.

 

Hal itu pun mendapat pemantauan oleh KPPAD Provinsi Bali, sebab beberapa kali terpantau ada siswa yang diangkut menggunakan truk menuju suatu lokasi dalam rangka MPLS. “Beberapa kali kita temukan rombongan mobil Truk angkutan barang dijadikan sebagai media transportasi para siswa yang menjadi bagian rangkaian kegiatan MPLS. Mungkin itu transportasi menuju kegiatan bhakti sosial atau kegiatan lain di luar lingkungan sekolah,” ujar Komisioner KPPAD Bali, Made Ariasa di Gianyar, Jumat (15/7).

Baca Juga :  485 Liter Arak Gula Pasir Dimusnahkan

 

Pihaknya pun sangat menyayangkan hal tersebut, sebab kendaraan tersebut bukan untuk mengangkut penumpang apalagi anak-anak. “Kami KPPAD Bali sangat menyayangkan pihak sekolah yang menggunakan mobil truk angkutan barang untuk angkutan para siswa,” jelasnya.

 

Ditambahkannya jika dari UU Perlindungan Anak, hal seperti ini tentu sebuah kekhawatiran yang berpotensi menimbulkan kekerasan terhadap anak terlebih anak-anak kurang terawasi selama di jalanan dan tidak aman juga terlebih ada ditemukan siswa yang duduk di bedag penutup bak belakang truk. “Ini kalau terjadi pengereman mendadak tentu hal tersebut sangat membahayakan keselamatan anak-anak ini. Dan hal ini semakin mengkhawatirkan karena tidak terlihat ada pengawasan guru atau orang dewasa di dalam bak truk,” lanjutnya.

Baca Juga :  Duet Dek Royeng dan Suama Dua Bulan Menjambret di Pantai Kuta

 

Dan sebagaimana amanat UU PA, maka pihaknya mengimbau dan mengingatkan seluruh sekolah, agar jika ada kegiatan pengenalan lingkungan luar sekolah yang membutuhkan transportasi massa agar betul-betuk memperhatikan aspek keamanan anak-anak selama perjalanan dan kegiatan agar tidak menjadi potensi kekerasan terhadap anak. Selain memperhatikan aspek kelayakan media transportasi tentunya yang sangat penting adalah pengawasan.

 

“Kami sangat tidak menginginkan kembali ada anak sebagai korban kegiatan MPLS seperti kejadian tahun 2019 akibat kurangnya kepekaan dan perhatian aspek hak keamanan anak yang kurang terlindungi. Dan semoga anak-anak kita aman terlindungi selama semua kegiatan MPLS,” pungkas Ariasa.


GIANYAR, BALI EXPRESS – Tahun ajaran baru sudah dimulai, sejumlah siswa yang baru masuk jenjang sekolah yang lebih tinggi pun mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). MPLS sendiri bisa diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari kegiatan didalam sekolah maupun luar sekolah.

 

Hal itu pun mendapat pemantauan oleh KPPAD Provinsi Bali, sebab beberapa kali terpantau ada siswa yang diangkut menggunakan truk menuju suatu lokasi dalam rangka MPLS. “Beberapa kali kita temukan rombongan mobil Truk angkutan barang dijadikan sebagai media transportasi para siswa yang menjadi bagian rangkaian kegiatan MPLS. Mungkin itu transportasi menuju kegiatan bhakti sosial atau kegiatan lain di luar lingkungan sekolah,” ujar Komisioner KPPAD Bali, Made Ariasa di Gianyar, Jumat (15/7).

Baca Juga :  Sempat Dilarang ke LN, Kadispar Badung Klaim Direstui Gubernur

 

Pihaknya pun sangat menyayangkan hal tersebut, sebab kendaraan tersebut bukan untuk mengangkut penumpang apalagi anak-anak. “Kami KPPAD Bali sangat menyayangkan pihak sekolah yang menggunakan mobil truk angkutan barang untuk angkutan para siswa,” jelasnya.

 

Ditambahkannya jika dari UU Perlindungan Anak, hal seperti ini tentu sebuah kekhawatiran yang berpotensi menimbulkan kekerasan terhadap anak terlebih anak-anak kurang terawasi selama di jalanan dan tidak aman juga terlebih ada ditemukan siswa yang duduk di bedag penutup bak belakang truk. “Ini kalau terjadi pengereman mendadak tentu hal tersebut sangat membahayakan keselamatan anak-anak ini. Dan hal ini semakin mengkhawatirkan karena tidak terlihat ada pengawasan guru atau orang dewasa di dalam bak truk,” lanjutnya.

Baca Juga :  Temu Wirasa, Bupati Suwirta Teteskan Air Mata

 

Dan sebagaimana amanat UU PA, maka pihaknya mengimbau dan mengingatkan seluruh sekolah, agar jika ada kegiatan pengenalan lingkungan luar sekolah yang membutuhkan transportasi massa agar betul-betuk memperhatikan aspek keamanan anak-anak selama perjalanan dan kegiatan agar tidak menjadi potensi kekerasan terhadap anak. Selain memperhatikan aspek kelayakan media transportasi tentunya yang sangat penting adalah pengawasan.

 

“Kami sangat tidak menginginkan kembali ada anak sebagai korban kegiatan MPLS seperti kejadian tahun 2019 akibat kurangnya kepekaan dan perhatian aspek hak keamanan anak yang kurang terlindungi. Dan semoga anak-anak kita aman terlindungi selama semua kegiatan MPLS,” pungkas Ariasa.


Most Read

Artikel Terbaru

/