alexametrics
26.5 C
Denpasar
Friday, August 19, 2022

Tepis Isu Tutup, Tiara Dewata Hanya Pindah Lokasi

DENPASAR, BALI EXPRESS – Diterpa isu tutup, salah satu swalayan legend yang beralamat di Jalan Mayjen Sutoyo, Denpasar, Tiara Dewata, nyatanya hanya pindah lokasi. Hal ini ditegaskan oleh Manager Operasional Tiara Dewata, Novie Setyo Utomo saat ditemui di lokasi, Jumat (15/7).

 

Pindahnya swalayan yang telah berdiri sejak tahun 1986 ini, menurut Novie, lantaran masa kontrak yang telah habis. Pihaknya pun menepis adanya isu Tiara Dewata tutup, atau pindah lantaran adanya sengketa lahan. “Tidak ada yang istimewa, jadi namanya usaha itu ada kemungkinan pindah tempat dan sebagainya pasti ada. Dalam hal ini tidak ada namanya dilatari sengketa dan sebagainya, tidak ada. Ini murni karena kontrak kami habis,” ungkapnya.

 

Novie menambahkan, setelah 35 tahun buka, tentunya pihaknya mencari market baru. Selain itu, lahan yang digunakan Tiara Dewata membangun gedung bukanlah aset pribadi, melainkan aset milik pemerintah. Tak hanya itu, ada beberapa sisi yang mesti dipertimbangkan, salah satunya terkait pengurangan biaya di masa sulit saat ini, sehingga kontrak lahan tak diperpanjang.

Baca Juga :  Sebabkan Bocah Tewas, Penebang Pohon Jadi Tersangka

 

Pihaknya pun telah menginformasikan ke konsumen terkait perpindahan Tiara Dewata, diantaranya melalui banner dan pengumuman yang disiarkan di swalayan. Disamping itu, Tiara Dewata juga mengadakan diskon agar konsumen tertarik datang ke Tiara Dewata dan secara tidak langsung mengetahui swalayan akan pindah.

 

“Jadi tidak ada alasan khusus kenapa di sini pindah. Akhir bulan ini kami pindah. Kami pindah tetap bernama Tiara Dewata. Kami ada dua, satu di (dekat RSUP) Sanglah dan satunya di Jalan Tukad Yeh Aya. Sementara kami tidak ada rencana (buka) departement store, pure supermarket,” bebernya.

 

Disinggung terkait operasional karyawan, Novie menuturkan, Tiara Dewata memiliki sekitar 561 karyawan. Sebelumnya sebagian dari karyawan tetap Tiara Dewata telah pensiun. Kemudian untuk karyawan lain, masih akan dikoordinasikan lebih lanjut. “Jika memang sudah memasuki masa pensiun, dan hak-haknya sudah kami penuhi, mungkin pensiun. Tetapi yang produktif, masih kami upayakan bekerja kembali. Kami belum menata dengan pasti (jumlah karyawan yang akan dipekerjakan kembali) karena konsumen kami belum seattle ini. Kami masih proses perpindahan, jadi terkait karyawan masih waiting list dulu,”

Baca Juga :  Lagi, 'Banjir' Sampah Halangi Jalan di Denpasar

 

Selain memboyong sejumlah karyawan, Novie mengungkapkan, pihaknya juga akan mengajak sebagian tenant-tenant di food court ke lokasi yang baru. “Kami akan membangun miniatur Tiara Dewata. Produk kebutuhan masyarakat pasti sama dengan yang kami sudah ada. Penyediaan barang akan sama dengan Tiara Dewata. (Tiara Dewata) Gatsu, Monang-maning, masih buka,” terangnya.

 

Pihaknya pun menilai, secara umum, setiap usaha pasti terdampak pandemi Covid-19. Oleh karena itu, kata dia, ketidakmampuan untuk menutupi biaya operasional, pihaknya berupaya mencari solusi seefesien mungkin. Pihaknya pun menyangkal pindahnya Tiara Dewata lantaran tak mampu bersaing dengan mall-mall besar di Denpasar lainnya. Sebab, menurut dia, setiap retail memiliki pasarnya sendiri. “Saya pikir tidak, karena masing-masing retail itu punya trik dalam hal mencari peluang konsumen. Punya pasar sendiri,” katanya.

 

Kedepan, konsumen bisa mendatangi Tiara Dewata Sanglah (Freshindo Sanglah) di Jalan Diponegoro, Denpasar dan Tiara Dewata Tukad Yeh Aya (Freshindo Tukad Yeh Aya) di Jalan Tukad Yeh Aya Renon, Denpasar.






Reporter: Rika Riyanti

DENPASAR, BALI EXPRESS – Diterpa isu tutup, salah satu swalayan legend yang beralamat di Jalan Mayjen Sutoyo, Denpasar, Tiara Dewata, nyatanya hanya pindah lokasi. Hal ini ditegaskan oleh Manager Operasional Tiara Dewata, Novie Setyo Utomo saat ditemui di lokasi, Jumat (15/7).

 

Pindahnya swalayan yang telah berdiri sejak tahun 1986 ini, menurut Novie, lantaran masa kontrak yang telah habis. Pihaknya pun menepis adanya isu Tiara Dewata tutup, atau pindah lantaran adanya sengketa lahan. “Tidak ada yang istimewa, jadi namanya usaha itu ada kemungkinan pindah tempat dan sebagainya pasti ada. Dalam hal ini tidak ada namanya dilatari sengketa dan sebagainya, tidak ada. Ini murni karena kontrak kami habis,” ungkapnya.

 

Novie menambahkan, setelah 35 tahun buka, tentunya pihaknya mencari market baru. Selain itu, lahan yang digunakan Tiara Dewata membangun gedung bukanlah aset pribadi, melainkan aset milik pemerintah. Tak hanya itu, ada beberapa sisi yang mesti dipertimbangkan, salah satunya terkait pengurangan biaya di masa sulit saat ini, sehingga kontrak lahan tak diperpanjang.

Baca Juga :  Pasek Suardika: Hindu Perlu “Petarung Sejati”

 

Pihaknya pun telah menginformasikan ke konsumen terkait perpindahan Tiara Dewata, diantaranya melalui banner dan pengumuman yang disiarkan di swalayan. Disamping itu, Tiara Dewata juga mengadakan diskon agar konsumen tertarik datang ke Tiara Dewata dan secara tidak langsung mengetahui swalayan akan pindah.

 

“Jadi tidak ada alasan khusus kenapa di sini pindah. Akhir bulan ini kami pindah. Kami pindah tetap bernama Tiara Dewata. Kami ada dua, satu di (dekat RSUP) Sanglah dan satunya di Jalan Tukad Yeh Aya. Sementara kami tidak ada rencana (buka) departement store, pure supermarket,” bebernya.

 

Disinggung terkait operasional karyawan, Novie menuturkan, Tiara Dewata memiliki sekitar 561 karyawan. Sebelumnya sebagian dari karyawan tetap Tiara Dewata telah pensiun. Kemudian untuk karyawan lain, masih akan dikoordinasikan lebih lanjut. “Jika memang sudah memasuki masa pensiun, dan hak-haknya sudah kami penuhi, mungkin pensiun. Tetapi yang produktif, masih kami upayakan bekerja kembali. Kami belum menata dengan pasti (jumlah karyawan yang akan dipekerjakan kembali) karena konsumen kami belum seattle ini. Kami masih proses perpindahan, jadi terkait karyawan masih waiting list dulu,”

Baca Juga :  Dilaporkan Nikah Tanpa Izin, Terlapor Beber soal Narkoba & Fortuner

 

Selain memboyong sejumlah karyawan, Novie mengungkapkan, pihaknya juga akan mengajak sebagian tenant-tenant di food court ke lokasi yang baru. “Kami akan membangun miniatur Tiara Dewata. Produk kebutuhan masyarakat pasti sama dengan yang kami sudah ada. Penyediaan barang akan sama dengan Tiara Dewata. (Tiara Dewata) Gatsu, Monang-maning, masih buka,” terangnya.

 

Pihaknya pun menilai, secara umum, setiap usaha pasti terdampak pandemi Covid-19. Oleh karena itu, kata dia, ketidakmampuan untuk menutupi biaya operasional, pihaknya berupaya mencari solusi seefesien mungkin. Pihaknya pun menyangkal pindahnya Tiara Dewata lantaran tak mampu bersaing dengan mall-mall besar di Denpasar lainnya. Sebab, menurut dia, setiap retail memiliki pasarnya sendiri. “Saya pikir tidak, karena masing-masing retail itu punya trik dalam hal mencari peluang konsumen. Punya pasar sendiri,” katanya.

 

Kedepan, konsumen bisa mendatangi Tiara Dewata Sanglah (Freshindo Sanglah) di Jalan Diponegoro, Denpasar dan Tiara Dewata Tukad Yeh Aya (Freshindo Tukad Yeh Aya) di Jalan Tukad Yeh Aya Renon, Denpasar.






Reporter: Rika Riyanti

Most Read

Artikel Terbaru

/