alexametrics
26.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Optimalkan Isoter, Pemkab Tabanan Sediakan Empat Tempat

TABANAN, BALI EXPRESS – Kebijakan penanggulangan Covid-19 kembali berubah. Isolasi mandiri atau isoman bagi penyintas tanpa gejala atau bergejala ringan kembali tidak diperkenankan.

Penanggulangannya kembali seperti masa-masa awal pandemi melanda. Yakni dengan memanfaatkam sejumlah tempat sebagai lokasi isolasi terpusat (isoter).

Berbarengan dengan itu, lokasi isoter di Tabanan juga ditambah. Dari semula yang hanya memanfaatkan Politeknik Transportasi Darat (Poltrada) di Kecamatan Kerambitan, kini dikembangkan ke beberapa lokasi lainnya.

Penambahannya meliputi Mes Diklat Kwarda Pramuka Bali di Banjar Kelaci, Desa Marga Dauh Puri, Kecamatan Marga. Kemudian Wisma PLN di Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti. Serta dengan menyewa kamar hotel di luar Tabanan 

Selebihnya, teknis penjemputan penyintas tidak bergejala maupun yang bergejala ringan diserahkan sepenuhnya kepada TNI/Polri.

“Komando ada di Pak Dandim (1619/Tabanan),” jelas Sekretaris Daerah (Sekda) Tabanan I Gede Susila, Minggu (15/8).

Dia menjelaskan, pihak pemerintah daerah mengupayakan penambahan isoter. Sehingga penerapan isoter bisa lebih optimal.

Menurut Susila, dari empat lokasi tersebut, isoter di Poltrada dan hotel di luar Tabanan lebih diprioritaskan. Sementara sebagai antisipasi bila kebutuhan ruang isoter tidak mencukupi, maka Mes Diklat Kwarda Pramuka Bali dan Wisma PLN akan dimanfaatkan.

“(Sudah) siap di Poltrada dan Pop Hotel. Di Poltrada ada 280 bed dan perhari ini tersisa 155 bed. Di Pop Hotel ada 200 bed dan tersisa 193 bed. Kalau di Wisma (Mes) Pramuka kapasitasnya 32 bed dan Wisma PLN antara 24 sampai 26 bed,” jelasnya.

Untuk mengefektifkan isoter, sehari sebelumnya atau Sabtu (14/8), digelar rapat koordinasi yang melibatkan unsur TNI/Polri. Rapat di ruang pertemuan lantai tiga Kantor Bupati Tabanan itu dipimpin langsung oleh Susila.

Sementara dari unsur TNI/Polri dihadiri Dandim 1619 Tabanan Letkol Inf Ferry Adianto dan Kapolres Tabanan AKBP Renefly Dian Candra.

Rapat tersebut membahas optimalisasi isoter. Menyusul hasil evaluasi oleh Pemerintah Pusat yang dipimpin Menko Marves, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 secara umum di Bali belum mengalami penurunan.

Sehingga pembatasan kegiatan masyarakat masih perlu mendapatkan pengawasan dan pengendalian. Karena itu, rapat tersebut juga meminta peran serta Majelis Desa Adat dan Forum Perbekel untuk mengarahkan warga yang terkonfirmasi positif untuk menjalani isoter.

“Kemudian melaksanakan testing dan tracing bersama. Apabila ada kendala dikoordinasikan dengan TNI-Polri,” kata Susila.

Sementara itu, Dandim 1619/Tabanan Letkol Inf Ferry Adianto pada prinsipnya mengatakan, TNI/Polri siap melaksanakan kebijakan terkait pengendalian wabah Covid-19. Khususnya mendorong dilakukannya isoter.

Karena itu, pihaknya juga meminta dukungan aparat desa, baik dinas maupun adat, untuk kepentingan tersebut. Serta pendataan yang valid dan bersifat up to date.


TABANAN, BALI EXPRESS – Kebijakan penanggulangan Covid-19 kembali berubah. Isolasi mandiri atau isoman bagi penyintas tanpa gejala atau bergejala ringan kembali tidak diperkenankan.

Penanggulangannya kembali seperti masa-masa awal pandemi melanda. Yakni dengan memanfaatkam sejumlah tempat sebagai lokasi isolasi terpusat (isoter).

Berbarengan dengan itu, lokasi isoter di Tabanan juga ditambah. Dari semula yang hanya memanfaatkan Politeknik Transportasi Darat (Poltrada) di Kecamatan Kerambitan, kini dikembangkan ke beberapa lokasi lainnya.

Penambahannya meliputi Mes Diklat Kwarda Pramuka Bali di Banjar Kelaci, Desa Marga Dauh Puri, Kecamatan Marga. Kemudian Wisma PLN di Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti. Serta dengan menyewa kamar hotel di luar Tabanan 

Selebihnya, teknis penjemputan penyintas tidak bergejala maupun yang bergejala ringan diserahkan sepenuhnya kepada TNI/Polri.

“Komando ada di Pak Dandim (1619/Tabanan),” jelas Sekretaris Daerah (Sekda) Tabanan I Gede Susila, Minggu (15/8).

Dia menjelaskan, pihak pemerintah daerah mengupayakan penambahan isoter. Sehingga penerapan isoter bisa lebih optimal.

Menurut Susila, dari empat lokasi tersebut, isoter di Poltrada dan hotel di luar Tabanan lebih diprioritaskan. Sementara sebagai antisipasi bila kebutuhan ruang isoter tidak mencukupi, maka Mes Diklat Kwarda Pramuka Bali dan Wisma PLN akan dimanfaatkan.

“(Sudah) siap di Poltrada dan Pop Hotel. Di Poltrada ada 280 bed dan perhari ini tersisa 155 bed. Di Pop Hotel ada 200 bed dan tersisa 193 bed. Kalau di Wisma (Mes) Pramuka kapasitasnya 32 bed dan Wisma PLN antara 24 sampai 26 bed,” jelasnya.

Untuk mengefektifkan isoter, sehari sebelumnya atau Sabtu (14/8), digelar rapat koordinasi yang melibatkan unsur TNI/Polri. Rapat di ruang pertemuan lantai tiga Kantor Bupati Tabanan itu dipimpin langsung oleh Susila.

Sementara dari unsur TNI/Polri dihadiri Dandim 1619 Tabanan Letkol Inf Ferry Adianto dan Kapolres Tabanan AKBP Renefly Dian Candra.

Rapat tersebut membahas optimalisasi isoter. Menyusul hasil evaluasi oleh Pemerintah Pusat yang dipimpin Menko Marves, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 secara umum di Bali belum mengalami penurunan.

Sehingga pembatasan kegiatan masyarakat masih perlu mendapatkan pengawasan dan pengendalian. Karena itu, rapat tersebut juga meminta peran serta Majelis Desa Adat dan Forum Perbekel untuk mengarahkan warga yang terkonfirmasi positif untuk menjalani isoter.

“Kemudian melaksanakan testing dan tracing bersama. Apabila ada kendala dikoordinasikan dengan TNI-Polri,” kata Susila.

Sementara itu, Dandim 1619/Tabanan Letkol Inf Ferry Adianto pada prinsipnya mengatakan, TNI/Polri siap melaksanakan kebijakan terkait pengendalian wabah Covid-19. Khususnya mendorong dilakukannya isoter.

Karena itu, pihaknya juga meminta dukungan aparat desa, baik dinas maupun adat, untuk kepentingan tersebut. Serta pendataan yang valid dan bersifat up to date.


Most Read

Artikel Terbaru

/