alexametrics
24.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Sempat Menghilang, Nenek Ini Ditemukan Tak Bernyawa di Pinggir Jurang

GIANYAR, BALI EXPRESS  –  Setelah beberapa hari menghilang, seorang nenek, Ni Wayan Sabuh, 78, warga Banjar Perean, Desa Pupuan, Kecamatan Tegallalang, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di pinggir jurang dekat rumahnya di Banjar Perean, Sabtu (14/8) sekitar pukul 09.00 WITA. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, korban awalnya dinyatakan hilang oleh keluarganya sejak Kamis (12/8). Keluarga bersama warga setempat kemudian melakukan pencarian terhadap korban. Sampai akhirnya pada hari Sabtu (14/8) salah seorang saksi melihat tubuh korban  tersangkut di tebing jurang dengan kedalaman 30 meter. Setelah diperiksa, ternyata korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Korban ditemukan dalam kondisi 

badan telungkup, kepala di bawah dan kaki di atas. Peristiwa itu pun selanjutnya dilaporkan kePolsek Tegalalang dan pihak terkait. 

Kapolsek Tegalalang, AKP Ketut Sudita, membenarkan perihal penemuan jenazah tersebut. Dirinya mengatakan jika setelah mendapatkan laporan, pihaknya langsung menurunkan anggotanya ke lokasi kejadian dan melakukan olah TKP. “Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia mengenakan baju kaos biru tua dan jaket biru lumut dan sarung batik coklat,” ujarnya Minggu (15/8).

Setelah berhasil dievakuasi oleh BPBD Gianyar, jenazah korban selanjutnya diperika oleh petugas Puksesmas Tegallalang II. Dimana berdasarkan hasil pemeriksaan, pada jenazah korban ditemukan sejumlah luka. Yakni kepala atas robek dan leher patah. 

Ditambahkan oleh Kabid Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gianyar, IGN Dibya Presasta menyampaikan bahwa jenazah korban selanjutnya dievakuasi ke rumah duka. “Jenazah sudah diserahkan ke pihak keluarga,” pungkasnya.


GIANYAR, BALI EXPRESS  –  Setelah beberapa hari menghilang, seorang nenek, Ni Wayan Sabuh, 78, warga Banjar Perean, Desa Pupuan, Kecamatan Tegallalang, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di pinggir jurang dekat rumahnya di Banjar Perean, Sabtu (14/8) sekitar pukul 09.00 WITA. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, korban awalnya dinyatakan hilang oleh keluarganya sejak Kamis (12/8). Keluarga bersama warga setempat kemudian melakukan pencarian terhadap korban. Sampai akhirnya pada hari Sabtu (14/8) salah seorang saksi melihat tubuh korban  tersangkut di tebing jurang dengan kedalaman 30 meter. Setelah diperiksa, ternyata korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Korban ditemukan dalam kondisi 

badan telungkup, kepala di bawah dan kaki di atas. Peristiwa itu pun selanjutnya dilaporkan kePolsek Tegalalang dan pihak terkait. 

Kapolsek Tegalalang, AKP Ketut Sudita, membenarkan perihal penemuan jenazah tersebut. Dirinya mengatakan jika setelah mendapatkan laporan, pihaknya langsung menurunkan anggotanya ke lokasi kejadian dan melakukan olah TKP. “Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia mengenakan baju kaos biru tua dan jaket biru lumut dan sarung batik coklat,” ujarnya Minggu (15/8).

Setelah berhasil dievakuasi oleh BPBD Gianyar, jenazah korban selanjutnya diperika oleh petugas Puksesmas Tegallalang II. Dimana berdasarkan hasil pemeriksaan, pada jenazah korban ditemukan sejumlah luka. Yakni kepala atas robek dan leher patah. 

Ditambahkan oleh Kabid Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gianyar, IGN Dibya Presasta menyampaikan bahwa jenazah korban selanjutnya dievakuasi ke rumah duka. “Jenazah sudah diserahkan ke pihak keluarga,” pungkasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/