28.7 C
Denpasar
Monday, December 5, 2022

Diisukan Akan Potong Gaji dan Tukin PNS, Pegawai Kontrak Ketar-ketir

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Kebijakan untuk memangkas Tunjangan Kinerja (Tukin) bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan gaji tenaga kontrak di lingkup Pemkab Buleleng nampaknya akan dilakukan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Buleleng. namun hal itu masih menunggu persetejuan DPRD Buleleng serta Bupati Buleleng.

Sekda Buleleng yang juga Ketua TAPD Buleleng, Gede Suyasa mengatakan, kebijakan ini diambil untuk menutupi kurangnya Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Buleleng tahun 2021, senilai Rp 29 Miliar. Pihaknya sudah menyusun nilai pemotongan tersebut. Namun belum dapat dibeberkan, lantaran masih menunggu. “Ini  konsep yang akan kami sampaikan nanti kepada DPRD dan Bupati. Kisaran potongannya berapa, sudah kami sampaikan secara lisan. Tinggal menunggu kesepakatan dari DPRD saja. Kalau misalnya disetujui akan ada nota pengantar,” tuturnya.

Suyasa menyebut, potongan per bulan yang dikenakan lebih kecil bila dilakukan selama empat bulan. Namun, ia memastikan potongan tersebut tidak lebih besar dari Kabupaten lain di Bali. “Kalau potongannya hanya satu bulan, tentu nilainya besar. Kami masih menunggu kesepakatan DPRD dulu,” terangnya.

Baca Juga :  Gaji Ngadat Dua Bulan, Pegawai Kontrak Pemkab Badung Gigit Jari

Pemangkasan tukin dan gaji pegawai kontrak terpaksa dilakukan lantaran pihaknya tidak dapat mengurangi jumlah kepesertaan KIS PBI. Pasalnya, Ditjen Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri telah menganggap Buleleng cukup baik dalam menjalankan amanat UU, PP, dan Perpres tentang Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). “Evaluasi dari Kemendagri, dari sembilan kabupaten/kota di Bali, Buleleng sudah dianggap bagus dalam menjalankan amanat JKN. Jumlah kepesertaan bagi kami tidak dapat dikurangi, karena itu juga untuk pelayanan dasar kesehatan masyarakat,” tambahnya.

Mendengar kabar pemangkasan gaji serta tunjangan itu membuat beberapa pegawai kontrak ketar-ketir. Kasak-kusuk pengaturan uang dapur pun mulai terdengar. Upaya mengatur strategi juga terlontar agar dapat memenuhi kebutuhan sehari-sehari.

Salah satu pegawai kontrak di lingkup Pemkab Buleleng mengaku tak bisa berbuat banyak. Ia pun mengaku pasrah serta dilema dengan jangka waktu pemotongan gaji yang akan dilakukan. Meski nantinya potongan tidak terlalu besar tetap saja ia merasa khawatir. Sebab gaji yang ia dapatkan pun tergolong kecil. Namun apabila pemotongan ini harus dilakukan, ia pun terpaksa menerima, dengan harapan nilai pemotongan tidak terlalu besar. “Ya semoga tidak banyak dipotongnya. Kalau 20 persen pemotongannya gajinya menipis. Kalau 25 persen sudah minus. Apalagi 50 persen, minus sekali. Gak cukup untuk kebutuhan sehari-hari,” ungkap gadis yang enggan namanya dikorankan.

Baca Juga :  Masuk Penjara Lagi, Setelah Curi Uang, Kini┬áMaling HP

Demikian halnya dengan seorang PNS di Pemkab Buleleng. Tukin yang ia dapatkan selama ini sangat membantu keuangan keluarganya disamping gaji yang ia dapatkan sebagai ASN. “Ya tau sendirilah seperti apa. Bila harus dilakukan, saya pun tak bisa menghindar,” ungkapnya sembari menunduk.


SINGARAJA, BALI EXPRESS – Kebijakan untuk memangkas Tunjangan Kinerja (Tukin) bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan gaji tenaga kontrak di lingkup Pemkab Buleleng nampaknya akan dilakukan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Buleleng. namun hal itu masih menunggu persetejuan DPRD Buleleng serta Bupati Buleleng.

Sekda Buleleng yang juga Ketua TAPD Buleleng, Gede Suyasa mengatakan, kebijakan ini diambil untuk menutupi kurangnya Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Buleleng tahun 2021, senilai Rp 29 Miliar. Pihaknya sudah menyusun nilai pemotongan tersebut. Namun belum dapat dibeberkan, lantaran masih menunggu. “Ini  konsep yang akan kami sampaikan nanti kepada DPRD dan Bupati. Kisaran potongannya berapa, sudah kami sampaikan secara lisan. Tinggal menunggu kesepakatan dari DPRD saja. Kalau misalnya disetujui akan ada nota pengantar,” tuturnya.

Suyasa menyebut, potongan per bulan yang dikenakan lebih kecil bila dilakukan selama empat bulan. Namun, ia memastikan potongan tersebut tidak lebih besar dari Kabupaten lain di Bali. “Kalau potongannya hanya satu bulan, tentu nilainya besar. Kami masih menunggu kesepakatan DPRD dulu,” terangnya.

Baca Juga :  Kasus LPD Anturan, Deposan Serahkan Sertifikat Hak Milik

Pemangkasan tukin dan gaji pegawai kontrak terpaksa dilakukan lantaran pihaknya tidak dapat mengurangi jumlah kepesertaan KIS PBI. Pasalnya, Ditjen Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri telah menganggap Buleleng cukup baik dalam menjalankan amanat UU, PP, dan Perpres tentang Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). “Evaluasi dari Kemendagri, dari sembilan kabupaten/kota di Bali, Buleleng sudah dianggap bagus dalam menjalankan amanat JKN. Jumlah kepesertaan bagi kami tidak dapat dikurangi, karena itu juga untuk pelayanan dasar kesehatan masyarakat,” tambahnya.

Mendengar kabar pemangkasan gaji serta tunjangan itu membuat beberapa pegawai kontrak ketar-ketir. Kasak-kusuk pengaturan uang dapur pun mulai terdengar. Upaya mengatur strategi juga terlontar agar dapat memenuhi kebutuhan sehari-sehari.

Salah satu pegawai kontrak di lingkup Pemkab Buleleng mengaku tak bisa berbuat banyak. Ia pun mengaku pasrah serta dilema dengan jangka waktu pemotongan gaji yang akan dilakukan. Meski nantinya potongan tidak terlalu besar tetap saja ia merasa khawatir. Sebab gaji yang ia dapatkan pun tergolong kecil. Namun apabila pemotongan ini harus dilakukan, ia pun terpaksa menerima, dengan harapan nilai pemotongan tidak terlalu besar. “Ya semoga tidak banyak dipotongnya. Kalau 20 persen pemotongannya gajinya menipis. Kalau 25 persen sudah minus. Apalagi 50 persen, minus sekali. Gak cukup untuk kebutuhan sehari-hari,” ungkap gadis yang enggan namanya dikorankan.

Baca Juga :  Giri Prasta Bantah Soal Pemotongan Gaji Pegawai Kontrak

Demikian halnya dengan seorang PNS di Pemkab Buleleng. Tukin yang ia dapatkan selama ini sangat membantu keuangan keluarganya disamping gaji yang ia dapatkan sebagai ASN. “Ya tau sendirilah seperti apa. Bila harus dilakukan, saya pun tak bisa menghindar,” ungkapnya sembari menunduk.


Most Read

Artikel Terbaru

/