alexametrics
27.8 C
Denpasar
Saturday, June 25, 2022

Kasus Kuburan Bayi di Setra Tauka Mulai Ada Petunjuk

KARANGASEM, BALI EXPRESS – Gundukan misterius di kuburan Desa Adat Tauka, Kecamatan Abang, Karangasem sempat membuat geger warga setempat. Para tokoh di desa adat tersebut masih menunggu perkembangan proses penyelidikan di Polres Karangasem.

BACA JUGA: Kuburan Bayi Laki-Laki di Setra Tauka Bikin Geger

Peristiwa tersebut membuat heboh warga lantaran pada gundukan itu terdapat mayat bayi laki-laki. Jasad yang diperkirakan dikubur sekitar dua hari itu diketahui setelah prajuru adat memutuskan membongkar gundukan itu, Selasa (12/10) malam.

Masalah itu sudah dilaporkan ke polisi, beberapa saat sebelumnya. Sementara mayat bayi laki-laki itu dibawa ke ruang jenazah RSUD Karangasem, malam itu juga. Akibat peristiwa itu, pihak desa adat bakal menanggung pelaksanaan upacara pembersihan sesuai dresta atau kepercayaan adat warga setempat. “Upacara marerebu, kalau di desa kami,” ujar Bendesa Adat Tauka I Nengah Putu Sudiasa, Kamis (14/10).

Nengah Putu menjelaskan, apabila ada peristiwa sebabkan leteh atau kotor di wilayah desa, pertanggungjawabannya melalui sekala maupun Niskala. “Pasti kami akan mengambil langkah itu. Dengan catatan kami musyawarah dulu. Sejauh ini belum melangkah karena masih menunggu penyelidikan polisi,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolres Karangasem AKBP Ricko AA Taruna menyebut kasus penemuan mayat bayi dalam gundukan di kuburan Desa Adat Tauka masih diselidiki. “Kami masih selidiki. Kita juga sudah mendapatkan beberapa petunjuk,” tandas Ricko Taruna.

 

 


KARANGASEM, BALI EXPRESS – Gundukan misterius di kuburan Desa Adat Tauka, Kecamatan Abang, Karangasem sempat membuat geger warga setempat. Para tokoh di desa adat tersebut masih menunggu perkembangan proses penyelidikan di Polres Karangasem.

BACA JUGA: Kuburan Bayi Laki-Laki di Setra Tauka Bikin Geger

Peristiwa tersebut membuat heboh warga lantaran pada gundukan itu terdapat mayat bayi laki-laki. Jasad yang diperkirakan dikubur sekitar dua hari itu diketahui setelah prajuru adat memutuskan membongkar gundukan itu, Selasa (12/10) malam.

Masalah itu sudah dilaporkan ke polisi, beberapa saat sebelumnya. Sementara mayat bayi laki-laki itu dibawa ke ruang jenazah RSUD Karangasem, malam itu juga. Akibat peristiwa itu, pihak desa adat bakal menanggung pelaksanaan upacara pembersihan sesuai dresta atau kepercayaan adat warga setempat. “Upacara marerebu, kalau di desa kami,” ujar Bendesa Adat Tauka I Nengah Putu Sudiasa, Kamis (14/10).

Nengah Putu menjelaskan, apabila ada peristiwa sebabkan leteh atau kotor di wilayah desa, pertanggungjawabannya melalui sekala maupun Niskala. “Pasti kami akan mengambil langkah itu. Dengan catatan kami musyawarah dulu. Sejauh ini belum melangkah karena masih menunggu penyelidikan polisi,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolres Karangasem AKBP Ricko AA Taruna menyebut kasus penemuan mayat bayi dalam gundukan di kuburan Desa Adat Tauka masih diselidiki. “Kami masih selidiki. Kita juga sudah mendapatkan beberapa petunjuk,” tandas Ricko Taruna.

 

 


Most Read

Artikel Terbaru

/