alexametrics
27.6 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Pemilik Amunisi Dituntut 1,5 Tahun di PN Denpasar

BALI EXPRESS, DENPASAR – Pemilik ratusan amunisi aktif, Eko Bayu Ariefianto,41, tampaknya tidak bisa berkelit dari ancaman hukuman. Dalam sidangnya yang berlanjut di Pengadilan Negeri Denpasar, Selasa (13/11), dia bahkan dituntut dengan hukuman di atas satu tahun.

 

Jaksa penuntut umum, Jaksa I Made Dipa Umbara menuntut pria yang sempat mengeyam pendidikan Angkatan Laut namun tidak tamat itu dengan hukuman selama satu tahun dan enam bulan atau 1,5 tahun.

Dalam surat tuntutan yang dibacakan di depan majelis yang dipimpin Hakim I GN Putra Atmaja itu, Eko dinilai terbukti melanggar Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951. Yakni tanpa hak menyimpan senjata api, amunisi, atau bahan peledak. Sebagaimana dakwaan yang disampaikan di awal persidangan.

“Menuntut agar Majelis Hakim Pengadilan Negeri Denpasar yang memeriksa dan mengadili perkara ini menjatuhkan pidana kepada terdakwa Eko Bayu Ariefianto dengan pidana selama satu tahun dan enam bulan (satu setengah tahun),” ujar penuntut umum.

Baca Juga :  Anak Sakit, Sudikerta Tak Penuhi Panggilan Polisi

Eko sendiri harus berurusan dengan Polisi sampai duduk di kursi pesakitan setelah diamankan di rumahnya sendiri di Jalan Ganda Pura III E Nomor 43, Desa Kertalangu, Kesiman, Denpasar Timur. Waktu itu dia diamankan pada 26 Juni 2018 sekitar pukul 21.30.

Dalam penangkapan disertai penggeledahan itu, petugas menemukan barang bukti berupa 124 butir selongsong rantai kaliber 5,56 mm, 103 biji amunisi kaliber 5,56 mm, 97 butir amunisi kaliber 9 mm Pindad, 9 butir amunisi kaliber 9 mm, dua butir amunisi kaliber 38 super, satu butir amunisi kaliber 38 nermal, dan satu butir amunisi 38 hollow.

Selain itu, 17 butir amunisi hampa kaliber 5,56 mm, tiga butir amunisi hampa kaliber 9mm, satu butir amunisi kaliber 45 mm, satu butir amanusi revolver kaliber 38 mm, satu butir amanusi shotgun kaliber 22 gauge, satu butir amunsi kaliber 5.56×45 neto, satu butir amunisi kaliber 7.62 mm, satu butir amunisi caliber 7.62 dragunof.

Di samping itu petugas juga menemukan, satu butir infinite powder 37/38 mm, 8 biji selongsong kaliber 9 mm, satu biji selongsong kaliber 308 mm, 5 butir proyektil 9 mm, satu butir proyektil shotgun 22 gauge, satu butir proyektil 7.62 mm, satu butir proyektil kaliber 38 mm dan satu kotak boks warja hijau. Serta 124 biji selongsong rantai kaliber 5.56 mm didapat dari masa dinas terdakwa ketika di Aceh tahun 1999 yang kemudian dibawa pulang.

Baca Juga :  Korban AWK Ternyata Mahasiswa yang Dijadikan Ajudan

Dari pengakuan terdakwa pula, bahwa sebagian dari barang bukti didapat dengan cara membeli ketika ada event kejuaraan menembak tahunan di lapangan tembak Tohpati saat terdakwa masih aktif sebagai anggota Perbakin Bali tahun 2012.

Selain itu, ada juga barang bukti berupa amunisi aktif dan kotak boks warna hijau yang didapat dari sisa saat terdakwa dinas di Angkatan Laut sekitar tahun 1998. “Bahwa tujuan terdakwa menyimpan amunisi aktif untuk digunakan kembali ada event kejuaraan menembak berikutnya, sedangkan selongsong dan proyektil untuk bahan penjelasan bagi siswa-siswa menembak yang terdakwa latih dan juga sebagai kenang-kenangan,” ungkap penuntut umum dalam sidang dakwaan saat itu.


BALI EXPRESS, DENPASAR – Pemilik ratusan amunisi aktif, Eko Bayu Ariefianto,41, tampaknya tidak bisa berkelit dari ancaman hukuman. Dalam sidangnya yang berlanjut di Pengadilan Negeri Denpasar, Selasa (13/11), dia bahkan dituntut dengan hukuman di atas satu tahun.

 

Jaksa penuntut umum, Jaksa I Made Dipa Umbara menuntut pria yang sempat mengeyam pendidikan Angkatan Laut namun tidak tamat itu dengan hukuman selama satu tahun dan enam bulan atau 1,5 tahun.

Dalam surat tuntutan yang dibacakan di depan majelis yang dipimpin Hakim I GN Putra Atmaja itu, Eko dinilai terbukti melanggar Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951. Yakni tanpa hak menyimpan senjata api, amunisi, atau bahan peledak. Sebagaimana dakwaan yang disampaikan di awal persidangan.

“Menuntut agar Majelis Hakim Pengadilan Negeri Denpasar yang memeriksa dan mengadili perkara ini menjatuhkan pidana kepada terdakwa Eko Bayu Ariefianto dengan pidana selama satu tahun dan enam bulan (satu setengah tahun),” ujar penuntut umum.

Baca Juga :  Kebakaran Bandara Diduga Akibat Korsleting Listrik

Eko sendiri harus berurusan dengan Polisi sampai duduk di kursi pesakitan setelah diamankan di rumahnya sendiri di Jalan Ganda Pura III E Nomor 43, Desa Kertalangu, Kesiman, Denpasar Timur. Waktu itu dia diamankan pada 26 Juni 2018 sekitar pukul 21.30.

Dalam penangkapan disertai penggeledahan itu, petugas menemukan barang bukti berupa 124 butir selongsong rantai kaliber 5,56 mm, 103 biji amunisi kaliber 5,56 mm, 97 butir amunisi kaliber 9 mm Pindad, 9 butir amunisi kaliber 9 mm, dua butir amunisi kaliber 38 super, satu butir amunisi kaliber 38 nermal, dan satu butir amunisi 38 hollow.

Selain itu, 17 butir amunisi hampa kaliber 5,56 mm, tiga butir amunisi hampa kaliber 9mm, satu butir amunisi kaliber 45 mm, satu butir amanusi revolver kaliber 38 mm, satu butir amanusi shotgun kaliber 22 gauge, satu butir amunsi kaliber 5.56×45 neto, satu butir amunisi kaliber 7.62 mm, satu butir amunisi caliber 7.62 dragunof.

Di samping itu petugas juga menemukan, satu butir infinite powder 37/38 mm, 8 biji selongsong kaliber 9 mm, satu biji selongsong kaliber 308 mm, 5 butir proyektil 9 mm, satu butir proyektil shotgun 22 gauge, satu butir proyektil 7.62 mm, satu butir proyektil kaliber 38 mm dan satu kotak boks warja hijau. Serta 124 biji selongsong rantai kaliber 5.56 mm didapat dari masa dinas terdakwa ketika di Aceh tahun 1999 yang kemudian dibawa pulang.

Baca Juga :  Ibu Muda Pembunuh Bayi Kembarnya Dituntut 14 Tahun

Dari pengakuan terdakwa pula, bahwa sebagian dari barang bukti didapat dengan cara membeli ketika ada event kejuaraan menembak tahunan di lapangan tembak Tohpati saat terdakwa masih aktif sebagai anggota Perbakin Bali tahun 2012.

Selain itu, ada juga barang bukti berupa amunisi aktif dan kotak boks warna hijau yang didapat dari sisa saat terdakwa dinas di Angkatan Laut sekitar tahun 1998. “Bahwa tujuan terdakwa menyimpan amunisi aktif untuk digunakan kembali ada event kejuaraan menembak berikutnya, sedangkan selongsong dan proyektil untuk bahan penjelasan bagi siswa-siswa menembak yang terdakwa latih dan juga sebagai kenang-kenangan,” ungkap penuntut umum dalam sidang dakwaan saat itu.


Most Read

Artikel Terbaru

/