alexametrics
26.8 C
Denpasar
Sunday, July 3, 2022

Wacana Portal Digital, Cegah Kebocoran Pajak Galian di Karangasem?

AMLAPURA, BALI EXPRESS – Dugaan praktik permainan oknum petugas pos portal galian C dengan para sopir pengangkut galian, memang sudah cerita lama. Kabarnya praktik itu masih ditemukan. Hal ini ditengarai jadi pemicu kurang optimalnya pendapatan daerah dari pajak mineral bukan logam dan batuan (MBLB).

 

Pemerintah Karangasem sudah berulang kali melakukan rapat dengan DPRD Karangasem, membahas persoalan itu. Bahkan wacana pembangunan pos portal berbasis digital kerap muncul di setiap kesempatan rapat kerja berlangsung.

 

Pos portal digital diyakini dapat meminimalisir praktik kecurangan yang diduga kerap terjadi di lapangan. Seperti yang diungkap sumber Bali Express (Jawa Pos Group) beberapa waktu lalu. 

 

Praktik “salam tempel” antara oknum petugas dan para sopir diduga masih terjadi. Satu di antaranya, sopir yang tak bawa faktur sengaja diloloskan.

 

Hal ini pun dibenarkan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Karangasem, I Wayan Ardika. Bahkan pihaknya sudah menelusuri informasi itu dan diakui masih ada oknum petugas yang main-main.

 

“Kami sempat off-kan petugas sehingga kami bersama staf di kantor turun berjaga untuk mencari perbandingan. Sempat kami bertugas melibatkan pegawai di kecamatan berjaga 24 jam,” katanya.

 

Langkah pemerintah membangun pos portal berbasis digital kemungkinan terwujud pada 2022 akhir. Kata Ardika, BPKAD masih lakukan penjajakan dengan bank daerah terkait sistemnya.

 

 “Kemungkinan tahun depan. Seperti tol gate. Kami perlu proses, sebab perlu disiapkan lahan dan sistem digitalisasi masih dijajaki,” ucapnya.

 

Mantan Sekretaris DPRD (Sekwan) Karangasem ini sebelumnya menyebut akan ada penggantian petugas yang belum bekerja optimal. Menurutnya jika dibiarkan akan membuat kebocoran pendapatan terus terjadi.

 

Terlebih di masa pandemi, pendapatan sangat tergantung dari sektor pajak MBLB. “Ada 105 petugas di seluruh pos di tiga kecamatan. Kami juga turun secara diam-diam. Ini masalah uji nyali,” pungkasnya.


AMLAPURA, BALI EXPRESS – Dugaan praktik permainan oknum petugas pos portal galian C dengan para sopir pengangkut galian, memang sudah cerita lama. Kabarnya praktik itu masih ditemukan. Hal ini ditengarai jadi pemicu kurang optimalnya pendapatan daerah dari pajak mineral bukan logam dan batuan (MBLB).

 

Pemerintah Karangasem sudah berulang kali melakukan rapat dengan DPRD Karangasem, membahas persoalan itu. Bahkan wacana pembangunan pos portal berbasis digital kerap muncul di setiap kesempatan rapat kerja berlangsung.

 

Pos portal digital diyakini dapat meminimalisir praktik kecurangan yang diduga kerap terjadi di lapangan. Seperti yang diungkap sumber Bali Express (Jawa Pos Group) beberapa waktu lalu. 

 

Praktik “salam tempel” antara oknum petugas dan para sopir diduga masih terjadi. Satu di antaranya, sopir yang tak bawa faktur sengaja diloloskan.

 

Hal ini pun dibenarkan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Karangasem, I Wayan Ardika. Bahkan pihaknya sudah menelusuri informasi itu dan diakui masih ada oknum petugas yang main-main.

 

“Kami sempat off-kan petugas sehingga kami bersama staf di kantor turun berjaga untuk mencari perbandingan. Sempat kami bertugas melibatkan pegawai di kecamatan berjaga 24 jam,” katanya.

 

Langkah pemerintah membangun pos portal berbasis digital kemungkinan terwujud pada 2022 akhir. Kata Ardika, BPKAD masih lakukan penjajakan dengan bank daerah terkait sistemnya.

 

 “Kemungkinan tahun depan. Seperti tol gate. Kami perlu proses, sebab perlu disiapkan lahan dan sistem digitalisasi masih dijajaki,” ucapnya.

 

Mantan Sekretaris DPRD (Sekwan) Karangasem ini sebelumnya menyebut akan ada penggantian petugas yang belum bekerja optimal. Menurutnya jika dibiarkan akan membuat kebocoran pendapatan terus terjadi.

 

Terlebih di masa pandemi, pendapatan sangat tergantung dari sektor pajak MBLB. “Ada 105 petugas di seluruh pos di tiga kecamatan. Kami juga turun secara diam-diam. Ini masalah uji nyali,” pungkasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/