alexametrics
27.6 C
Denpasar
Thursday, August 11, 2022

LPKA Karangasem Jamin Peredaran Gelap Narkoba Nihil

AMLAPURA, BALI EXPRESS – Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Karangasem menjamin semua anak yang dibina bebas dan bersih dari narkoba. Hal itu dapat dipastikan setelah pemeriksaan berkala dan menyeluruh dilakukan tiap pekan.

Bahkan sesuai arahan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), pemeriksaan dan penggeledahan terhadap semua warga binaan dilaksanakan lagi, Sabtu (14/12) sore. Meski di antara warga binaan ada yang tersandung kasus narkotika, tidak ada ditemukan indikasi peredaran gelap maupun pemakaian narkoba.

Tiga blok yang dihuni 31 anak binaan telah digeledah. Semua barang yang ada dalam ruangan juga diperiksa satu-persatu oleh petugas satuan operasional kepatuhan internal (Satops Patnal) . Pemeriksaan berlangsung dari pukul 17.00-19.00.

Baca Juga :  Jro Jangol Bikin Hakim Ketua Kesal, Ini Penyebabnya

Untuk memastikan tidak ada interaksi dengan lingkungan luar, petugas juga menargetkan telepon genggam. “Petugas tidak menemukan narkoba dan HP. Kami pastikan semua warga binaan aman,” kata Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Disiplin (PPD) LPKA Karangasem Putu Astrawan, Minggu (15/12).

Astrawan menambahkan, keamanan di LPKA telah dijamin setelah pemeriksaan berkala dilakukan empat kali dalam seminggu. Tidak cuma itu, lembaga juga mengerahkan tim khusus untuk memonitor kegiatan lembaga setiap satu bulan sebanyak tiga kali.

Meski kerawanan rendah, pengawasan ketat tetap dilakukan, namun tidak mengesampingkan keamanan dan kenyamanan bagi warga binaan yang sebagian besar anak di bawah umur. Petugas tetap memberlakukan sterilisasi. Misalnya, setiap barang yang masuk diwajibkan melalui bagian registrasi.

“Misalnya, saat pemeriksaan, petugas tidak menemukan narkoba dan HP. Tapi ditemukan sejumlah uang. Pertanyaannya kenapa bisa? Kalau uang sebesar Rp 2.000 sampai Rp 10.000 tidak masalah. Uang tersebut dikirimkan keluarga melalui bagian registrasi. Uang yang ditemukan adalah sisa dari yang sudah dibelanjakan warga binaan. Jadi masalah itu masih kategori aman,” jelasnya.

Baca Juga :  Volume Air Meningkat, Teras Rumah di Atas Saluran Subak Jebol

Berdasar data LPKA Karangasem, sebanyak 31 warga binaan ditempatkan di tiga blok berbeda. Di antaranya Wisma Asri ada satu orang; Wisma Berseri ada empat kamar dihuni 23 orang; dan Wisma Ceria ada dua kamar dan dihuni delapan orang. Warga binaan paling banyak tersandung kasus asusila, yakni 10 orang. 

Anak di bawah umur terlibat kasus pembunuhan sebanyak dua orang; penganiayaan satu orang; perampokan enam orang; pencurian delapan orang, dan kasus narkoba empat orang.


AMLAPURA, BALI EXPRESS – Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Karangasem menjamin semua anak yang dibina bebas dan bersih dari narkoba. Hal itu dapat dipastikan setelah pemeriksaan berkala dan menyeluruh dilakukan tiap pekan.

Bahkan sesuai arahan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), pemeriksaan dan penggeledahan terhadap semua warga binaan dilaksanakan lagi, Sabtu (14/12) sore. Meski di antara warga binaan ada yang tersandung kasus narkotika, tidak ada ditemukan indikasi peredaran gelap maupun pemakaian narkoba.

Tiga blok yang dihuni 31 anak binaan telah digeledah. Semua barang yang ada dalam ruangan juga diperiksa satu-persatu oleh petugas satuan operasional kepatuhan internal (Satops Patnal) . Pemeriksaan berlangsung dari pukul 17.00-19.00.

Baca Juga :  Wakil Ketua DPRD Bali dari Gerindra Itu Kabur Pakai Mobil Jabatan

Untuk memastikan tidak ada interaksi dengan lingkungan luar, petugas juga menargetkan telepon genggam. “Petugas tidak menemukan narkoba dan HP. Kami pastikan semua warga binaan aman,” kata Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Disiplin (PPD) LPKA Karangasem Putu Astrawan, Minggu (15/12).

Astrawan menambahkan, keamanan di LPKA telah dijamin setelah pemeriksaan berkala dilakukan empat kali dalam seminggu. Tidak cuma itu, lembaga juga mengerahkan tim khusus untuk memonitor kegiatan lembaga setiap satu bulan sebanyak tiga kali.

Meski kerawanan rendah, pengawasan ketat tetap dilakukan, namun tidak mengesampingkan keamanan dan kenyamanan bagi warga binaan yang sebagian besar anak di bawah umur. Petugas tetap memberlakukan sterilisasi. Misalnya, setiap barang yang masuk diwajibkan melalui bagian registrasi.

“Misalnya, saat pemeriksaan, petugas tidak menemukan narkoba dan HP. Tapi ditemukan sejumlah uang. Pertanyaannya kenapa bisa? Kalau uang sebesar Rp 2.000 sampai Rp 10.000 tidak masalah. Uang tersebut dikirimkan keluarga melalui bagian registrasi. Uang yang ditemukan adalah sisa dari yang sudah dibelanjakan warga binaan. Jadi masalah itu masih kategori aman,” jelasnya.

Baca Juga :  Pasangan Kekasih Jadi Kurir Sabu, Sehari Diupah Rp 1 Juta

Berdasar data LPKA Karangasem, sebanyak 31 warga binaan ditempatkan di tiga blok berbeda. Di antaranya Wisma Asri ada satu orang; Wisma Berseri ada empat kamar dihuni 23 orang; dan Wisma Ceria ada dua kamar dan dihuni delapan orang. Warga binaan paling banyak tersandung kasus asusila, yakni 10 orang. 

Anak di bawah umur terlibat kasus pembunuhan sebanyak dua orang; penganiayaan satu orang; perampokan enam orang; pencurian delapan orang, dan kasus narkoba empat orang.


Most Read

Artikel Terbaru

/