alexametrics
25.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Berada di Lokasi KTT G-20, Pantai Selagan Nusa Dua Rusak Parah

BADUNG, BALI EXPRESS – Pantai Selagan Nusa Dua, Badung, Bali, yang beradai di sekitar lokasi KTT G-20 saat ini kondisinya masih memprihatinkan. Akibat abrasi pantai yang diantara dua pulau kecil di tengah kawasan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Nusa Dua ini mengalami kerusakan pada jalan setapak (pedestrian). Bahkan karung berisi pasir yang digunakan menahan abrasi ikut tersapu ombak. 

Kondisi ini pun sangat disayangkan oleh seorang pengunjung. “Dulu kondisi disini (selagan nusa) sangat indah, kita bisa jogging sambil menikmati sunrise. Tapi sekarang rusak parah diterjang abrasi,” ungkap seorang pengunjung, Wayan Darma. 

Kerusakan yang terjadi di pantai Selagan Nusa Dua ini juga mendapatkan sorotan dari salah seorang tokoh masyarakat kelurahan Benoa, Kuta Selatan yakni Wayan Sumantra Karang. Ia mengaku sangat miris melihat kondisi Pantai Nusa Dua saat ini.

“Kondisi ini tidak terlepas dari ekploitasi berlebihan terhadap kawasan pulau selagan nusa. Jika alam dieksploitasi secara berlebihan, tentu suatu saat alam akan kembali mengambil haknya. Itu merupakan hukum alam,” jelas  Sumamtra Karang, Minggu (16/1).

Mantan Sekretaris LPM Kelurahan Benoa ini mengungkapkan, di lokasi tersebut sempat terjadi permasalahan terkait pembangunan resto-resto disana. Rata-rata semua pembangunan dikawasan itu mencaplok sempadan pantai. Hanya saja pihak pengelola berdalih bahwa mereka mempunyai aturan sendiri terkait sempadan pantai. 

“Miris sekali melihat kondisi pantai Selagan Nusa dua sekarang. Kalau tidak salah, dulu ada salah satu dari management usaha itu mengatakan sempadan pantai cukup 50 meter. Ini kan aneh, kenapa perkataan itu muncul. Padahal itu jelas berlawanan dengan aturan secara umum,” ungkapnya.

Ia pun berharap pemerintah terkait bisa melakukan penataan dan penertiban pembangunan yang ada. Apalagi kunjungan wisatawan domestik mulai menggeliat. Bahkan banyak event internasional yang mengambik tempat di Nusa Dua.  

“Meski terkesan terlambat, namun minimal hal itu akan menjadi pembuktian bahwa penegakan aturan tetap harus berjalan. Sehingga kedepan hal semacam itu tidak menjadi sebuah pembenaran bagi pembangunan yang baru. Hal itu juga sekaligus untuk mencegah bencana lain akibat faktor eksploitasi,” harapnya. 






Reporter: I Putu Resa Kertawedangga

BADUNG, BALI EXPRESS – Pantai Selagan Nusa Dua, Badung, Bali, yang beradai di sekitar lokasi KTT G-20 saat ini kondisinya masih memprihatinkan. Akibat abrasi pantai yang diantara dua pulau kecil di tengah kawasan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Nusa Dua ini mengalami kerusakan pada jalan setapak (pedestrian). Bahkan karung berisi pasir yang digunakan menahan abrasi ikut tersapu ombak. 

Kondisi ini pun sangat disayangkan oleh seorang pengunjung. “Dulu kondisi disini (selagan nusa) sangat indah, kita bisa jogging sambil menikmati sunrise. Tapi sekarang rusak parah diterjang abrasi,” ungkap seorang pengunjung, Wayan Darma. 

Kerusakan yang terjadi di pantai Selagan Nusa Dua ini juga mendapatkan sorotan dari salah seorang tokoh masyarakat kelurahan Benoa, Kuta Selatan yakni Wayan Sumantra Karang. Ia mengaku sangat miris melihat kondisi Pantai Nusa Dua saat ini.

“Kondisi ini tidak terlepas dari ekploitasi berlebihan terhadap kawasan pulau selagan nusa. Jika alam dieksploitasi secara berlebihan, tentu suatu saat alam akan kembali mengambil haknya. Itu merupakan hukum alam,” jelas  Sumamtra Karang, Minggu (16/1).

Mantan Sekretaris LPM Kelurahan Benoa ini mengungkapkan, di lokasi tersebut sempat terjadi permasalahan terkait pembangunan resto-resto disana. Rata-rata semua pembangunan dikawasan itu mencaplok sempadan pantai. Hanya saja pihak pengelola berdalih bahwa mereka mempunyai aturan sendiri terkait sempadan pantai. 

“Miris sekali melihat kondisi pantai Selagan Nusa dua sekarang. Kalau tidak salah, dulu ada salah satu dari management usaha itu mengatakan sempadan pantai cukup 50 meter. Ini kan aneh, kenapa perkataan itu muncul. Padahal itu jelas berlawanan dengan aturan secara umum,” ungkapnya.

Ia pun berharap pemerintah terkait bisa melakukan penataan dan penertiban pembangunan yang ada. Apalagi kunjungan wisatawan domestik mulai menggeliat. Bahkan banyak event internasional yang mengambik tempat di Nusa Dua.  

“Meski terkesan terlambat, namun minimal hal itu akan menjadi pembuktian bahwa penegakan aturan tetap harus berjalan. Sehingga kedepan hal semacam itu tidak menjadi sebuah pembenaran bagi pembangunan yang baru. Hal itu juga sekaligus untuk mencegah bencana lain akibat faktor eksploitasi,” harapnya. 






Reporter: I Putu Resa Kertawedangga

Most Read

Artikel Terbaru

/