alexametrics
26.5 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

Aduh! Curi Pis Bolong di Pura Dalem Pengkung, Empat Sekawan Disel

GIANYAR, BALI EXPRESS – Polsek Payangan berhasil mengungkap pencurian pis bolong (uang kepeng) di Banjar Payangan Desa, Desa Melinggih, Kecamatan Payangan, Gianyar, beberapa waktu lalu. Empat orang tersangka pun dikeler ke Mapolsek Payangan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Bersama pelaku juga turut diamankan barang bukti berupa pis bolong sebanyak 2.255 kepeng (keping) yang belum sempat dijual.

 

 

Pengungkapan tersebut bermula ketika pada hari Selasa (1/2) pelapor I Wayan Roja mewakili Desa Adat Payangan Desa melapor bahwa mengadukan telah kehilangan 5.000 keping uang bolong asli dan 2 buah bunga emas dan uang sesari sekitar Rp. 5.000.000,- (lima juta rupiah) bertempat di Pura Dalem Pekung, Banjar Payangan Desa, Desa Melinggih, Kecamatan Payangan, Gianyar.  “Awalnya Jero Mangku pura setempat mengatakan kepada pelapor bahwa uang kepeng asli yang tersimpan di belakang balai paruman telah hilang. Selanjutnya pelapor bersama pemangku dan prajuru Desa Pekraman Payangan Desa mengecek kembali di keranjang  tempat penyimpanan uang kepeng asli sebanyak 6 keranjang dan hanya 1 keranjang yang masih utuh, sedangkan 3 keranjang habis diambil dan 1 keranjang lagi hanya di sisakan 2 ikat uang bolong,” beber Kapolsek Payangan AKP I Putu Agus Ady Wijaya, Rabu (16/2).

 

 

Ditambahkannya jika setelah itu kembali diperiksa gedong penyimpanan pratima dan ternyata gemboknya sudah dibuka dan dua buah bunga emas telah raib. Selain itu gentong penyimpanan uang sesari yang berisi sesari sekitar Rp. 5.000.000 pun turut raib. Akibat kejadian tersebut Desa Adat Payangan Desa mengalami kerugian mencapai sebesar Rp. 35.800.000. “Setelah menerima laporan pengaduan tentang adanya pencurian tersebut, kemudian Unit Opsnal melakukan penyelidikan dengan mendatangi TKP. Kita juga melakukan olah TKP, memeriksa saksi-saksi dan mencari petunjuk diseputaran lokasi,” imbuhnya.

 

Unit Opsnal kemudian mengumpulkan informasi, dan dari pendalaman didapatkan informasi bahwa ada seseorang yang dicurigai telah melakukan pencurian tersebut dan berasal dari Karangasem. Sampai akhirnya pada hari Jumat (11/2) sekitar pukul 23.00 WITA pohaknya berhasil mengamankan empat orang laki-laki berinisial I KADEK S, I KOMANG GS, I PUTU A, dan I KETUT A, yang seluruhnya berasal dari Karangasem.

 

Lebih lanjut dirinya mengatakan jika para pelaku mengakui jika telah bersama-sama melakukan pencurian dengan mengambil 5.000 keping uang kepeng asli, 2 buah bunga emas serta uang sesari Rp. 5.000.000.

 

Uniknya, keempat tersangka sempat ingin menghaturkan Guru Piduka pasca melakukan pencurian uang kepeng, bunga emas, dan sesari yang merupakan benda suci. “Itu kita ketahui setelah kita memeriksa chat di HP tersangka, salah satunya bertanya ‘Pis bolong kije kel abe ? Mai ajak ngaturin guru piduka, begitu chat mereka,” lanjutnya.

 

Akibat perbuatannya keempat tersangka yang sehari-hari berprofesi sebagai buruh itu diancam pasal pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman 5 tahun dan maksimal 7 tahun penjara. Dan saat ini para pelaku masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Polsek Payangan.


GIANYAR, BALI EXPRESS – Polsek Payangan berhasil mengungkap pencurian pis bolong (uang kepeng) di Banjar Payangan Desa, Desa Melinggih, Kecamatan Payangan, Gianyar, beberapa waktu lalu. Empat orang tersangka pun dikeler ke Mapolsek Payangan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Bersama pelaku juga turut diamankan barang bukti berupa pis bolong sebanyak 2.255 kepeng (keping) yang belum sempat dijual.

 

 

Pengungkapan tersebut bermula ketika pada hari Selasa (1/2) pelapor I Wayan Roja mewakili Desa Adat Payangan Desa melapor bahwa mengadukan telah kehilangan 5.000 keping uang bolong asli dan 2 buah bunga emas dan uang sesari sekitar Rp. 5.000.000,- (lima juta rupiah) bertempat di Pura Dalem Pekung, Banjar Payangan Desa, Desa Melinggih, Kecamatan Payangan, Gianyar.  “Awalnya Jero Mangku pura setempat mengatakan kepada pelapor bahwa uang kepeng asli yang tersimpan di belakang balai paruman telah hilang. Selanjutnya pelapor bersama pemangku dan prajuru Desa Pekraman Payangan Desa mengecek kembali di keranjang  tempat penyimpanan uang kepeng asli sebanyak 6 keranjang dan hanya 1 keranjang yang masih utuh, sedangkan 3 keranjang habis diambil dan 1 keranjang lagi hanya di sisakan 2 ikat uang bolong,” beber Kapolsek Payangan AKP I Putu Agus Ady Wijaya, Rabu (16/2).

 

 

Ditambahkannya jika setelah itu kembali diperiksa gedong penyimpanan pratima dan ternyata gemboknya sudah dibuka dan dua buah bunga emas telah raib. Selain itu gentong penyimpanan uang sesari yang berisi sesari sekitar Rp. 5.000.000 pun turut raib. Akibat kejadian tersebut Desa Adat Payangan Desa mengalami kerugian mencapai sebesar Rp. 35.800.000. “Setelah menerima laporan pengaduan tentang adanya pencurian tersebut, kemudian Unit Opsnal melakukan penyelidikan dengan mendatangi TKP. Kita juga melakukan olah TKP, memeriksa saksi-saksi dan mencari petunjuk diseputaran lokasi,” imbuhnya.

 

Unit Opsnal kemudian mengumpulkan informasi, dan dari pendalaman didapatkan informasi bahwa ada seseorang yang dicurigai telah melakukan pencurian tersebut dan berasal dari Karangasem. Sampai akhirnya pada hari Jumat (11/2) sekitar pukul 23.00 WITA pohaknya berhasil mengamankan empat orang laki-laki berinisial I KADEK S, I KOMANG GS, I PUTU A, dan I KETUT A, yang seluruhnya berasal dari Karangasem.

 

Lebih lanjut dirinya mengatakan jika para pelaku mengakui jika telah bersama-sama melakukan pencurian dengan mengambil 5.000 keping uang kepeng asli, 2 buah bunga emas serta uang sesari Rp. 5.000.000.

 

Uniknya, keempat tersangka sempat ingin menghaturkan Guru Piduka pasca melakukan pencurian uang kepeng, bunga emas, dan sesari yang merupakan benda suci. “Itu kita ketahui setelah kita memeriksa chat di HP tersangka, salah satunya bertanya ‘Pis bolong kije kel abe ? Mai ajak ngaturin guru piduka, begitu chat mereka,” lanjutnya.

 

Akibat perbuatannya keempat tersangka yang sehari-hari berprofesi sebagai buruh itu diancam pasal pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman 5 tahun dan maksimal 7 tahun penjara. Dan saat ini para pelaku masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Polsek Payangan.


Most Read

Artikel Terbaru

/