alexametrics
28.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Hindari Penutupan, Manajemen LPD Bedulu Cairkan Dana Nasabah Bertahap

GIANYAR, BALI EXPRESS – Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, yang dikabarkan bangkrut tetap berusaha bangkit dari keterpurukannya. Diantaranya pihak manajemen tetap berusaha mengembalikan dana nasabah, baik deposito ataupun pemilik tabungan harian di LPD tersebut. Para nasabah pun secara bergilir melakukan penarikan dana.

Bendesa Adat Bedulu, Gusti Ngurah Serana menjelaskan bahwa manajemen LPD Bedulu tidak lepas tangan atas persoalan tersebut.

“Kami menghindari adanya penutupan LPD, sehingga manajemen LPD Bedulu tidak ada yang lepas tangan, mereka semua terus berusaha untuk bangkit,” tegasnya saat ditemui di Sekretariat DPRD Gianyar, Rabu (16/2).

Anggota Fraksi PDIP DPRD Gianyar tersebut menambahkan hingga saat ini LPD Bedulu masih tetap beroperasi, namun memang kondisi kasnya tidak normal. Kondisi itu terjadi karena banyak kreditur yang tidak bisa memenuhi kewajibannya akibat ekonomi yang terpuruk akibat Covid-19.

“Kas tidak normal, tapi LPD masih beroperasi normal. Itu karena banyak kredit yang nunggak, banyak yang usahanya tidak jalan, kehilangan pekerjaan, dan sebagainya sehingga tidak bisa bayar kredit,” paparnya.

Hanya saja dirinya tidak mengetahui pasti nilai tunggakan kreditur dan dana masyarakat yang tak bisa dicairkan di LPD tersebut, dan saat ini masih dilakukan audit. Dan yang menaruh dana di LPD tersebut juga bukan hanya krama Desa Adat Bedulu, tetapi banyak juga krama lain di luar Bedulu.

“Audit masih berjalan. Dan kita sudah rapat besar, intinya kita sampaikan kas agak terganggu karena Covid. Ketika ada kas, maka itu akan dibagi rata ke pemilik dana di LPD. Kami meminta permakluman, saat ini LPD Bedulu hanya melayani pembayaran angsuran dan pembayaran rekening. Jika ada kas, nanti akan dibagikan untuk pemilik tabungan,” jelasnya.

Atas kondisi keuangan yang agak terganggu, ia pun tak menampik jika LPD Bedulu sejak 2021 lalu menjadi sorotan Kejaksaan Negeri Gianyar, kendatipun pihaknya belum tahu apakah ada temuan atau tidak.

Menurutnya sebelum pandemi covid-19, LPD Bedulu merupakan salah satu LPD yang dipercayai banyak pemilik dana. Karena itu, meskipun dalam kondisi yang kurang baik, namun aset bergerak yang saat ini dimiliki sekitar Rp 433 Miliar. Sayangnya untuk menjual aset tidak kah semudah yang dibayangkan. “Menjual aset dalam situasi seperti ini sangat sulit. Dan harga asetnya saat ini mengalami penurunan,” tandasnya.


GIANYAR, BALI EXPRESS – Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, yang dikabarkan bangkrut tetap berusaha bangkit dari keterpurukannya. Diantaranya pihak manajemen tetap berusaha mengembalikan dana nasabah, baik deposito ataupun pemilik tabungan harian di LPD tersebut. Para nasabah pun secara bergilir melakukan penarikan dana.

Bendesa Adat Bedulu, Gusti Ngurah Serana menjelaskan bahwa manajemen LPD Bedulu tidak lepas tangan atas persoalan tersebut.

“Kami menghindari adanya penutupan LPD, sehingga manajemen LPD Bedulu tidak ada yang lepas tangan, mereka semua terus berusaha untuk bangkit,” tegasnya saat ditemui di Sekretariat DPRD Gianyar, Rabu (16/2).

Anggota Fraksi PDIP DPRD Gianyar tersebut menambahkan hingga saat ini LPD Bedulu masih tetap beroperasi, namun memang kondisi kasnya tidak normal. Kondisi itu terjadi karena banyak kreditur yang tidak bisa memenuhi kewajibannya akibat ekonomi yang terpuruk akibat Covid-19.

“Kas tidak normal, tapi LPD masih beroperasi normal. Itu karena banyak kredit yang nunggak, banyak yang usahanya tidak jalan, kehilangan pekerjaan, dan sebagainya sehingga tidak bisa bayar kredit,” paparnya.

Hanya saja dirinya tidak mengetahui pasti nilai tunggakan kreditur dan dana masyarakat yang tak bisa dicairkan di LPD tersebut, dan saat ini masih dilakukan audit. Dan yang menaruh dana di LPD tersebut juga bukan hanya krama Desa Adat Bedulu, tetapi banyak juga krama lain di luar Bedulu.

“Audit masih berjalan. Dan kita sudah rapat besar, intinya kita sampaikan kas agak terganggu karena Covid. Ketika ada kas, maka itu akan dibagi rata ke pemilik dana di LPD. Kami meminta permakluman, saat ini LPD Bedulu hanya melayani pembayaran angsuran dan pembayaran rekening. Jika ada kas, nanti akan dibagikan untuk pemilik tabungan,” jelasnya.

Atas kondisi keuangan yang agak terganggu, ia pun tak menampik jika LPD Bedulu sejak 2021 lalu menjadi sorotan Kejaksaan Negeri Gianyar, kendatipun pihaknya belum tahu apakah ada temuan atau tidak.

Menurutnya sebelum pandemi covid-19, LPD Bedulu merupakan salah satu LPD yang dipercayai banyak pemilik dana. Karena itu, meskipun dalam kondisi yang kurang baik, namun aset bergerak yang saat ini dimiliki sekitar Rp 433 Miliar. Sayangnya untuk menjual aset tidak kah semudah yang dibayangkan. “Menjual aset dalam situasi seperti ini sangat sulit. Dan harga asetnya saat ini mengalami penurunan,” tandasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/