alexametrics
29.8 C
Denpasar
Monday, May 23, 2022

Yowana dan Seniman Temui Gubernur Koster, ‘Nyomya’ Ogoh-Ogoh Diizinkan saat Pangerupukan

DENPASAR, BALI EXPRESS – Kesenian ogoh-ogoh serangkaian perayaan hari suci Nyepi dipertahankan agar tetap digelar. Hal itu diperjuangkan oleh seniman dan Pasikian Yowana Bali. Bahkan mereka menghadap langsung ke Gubernur Bali, Wayan Koster, Rabu (16/2).

Hasilnya, kegiatan ‘Nyomya’ ogoh-ogoh diizinkan dengan terbatas dan mentaati protokol kesehatan Covid-19. Maka pembuatan ogoh-ogoh di masing-masing banjar dapat restu dari gubernur asal Buleleng ini. Hanya saja tidak ada pawai. Melainkan hanya di wilayah banjar tanpa menimbulkan kerumunan saat Tawur Agung Kesanga tingkat banjar.

Atas kesepakatan itu, maka Gubernur Wayan Koster setuju untuk memberikan ruang berkesenian dan budaya pada malam pengerupukan. Terdapat juga skema yang disepakati bersama Yowana Bali.

Pertama hanya 25 yowana yang melakukan nyomya ogoh-ogoh berbahan ramah lingkungan (tanpa bahan plastik hingga styrofoam). Dilakukan di wewidangan Banjar Adat, bukan di wewidangan Desa Adat/Catus Pata Kecamatan/Catus Pata Kabupaten/Kota.

Hal itu dilakukan dengan alasan agar mudah dikontrol. Jarak tempuh nyomya ogoh-ogoh yang pendek, tidak menimbulkan kerumunan, dan tidak dilaksanakan di wilayah yang lebih luas. Yakni di desa adat/di Catus Pata Kecamatan, dan di Catus pata Kabupaten/Kota.

Manggala Harian Pasikian Yowana Bali, Dewa Ardita, menjelaskan seluruh serangkaian kegiatan itu wajib disiplin Prokes. “Pakai masker, sudah divaksin minimal 2 kali, dan menyediakan hand hanitizer,” jelasnya.

Pria asal Badung ini juga menambahkan prosesinya dijaga, diawasi, dan diayomi oleh Satgas Covid-19 di tingkat Banjar. Dibantu juga oleh Satgas Covid-19 ditingkat Desa Adat/Desa. “Untuk 25 Yowana yang nyomya ogoh-ogoh akan dilakukan tes antigen. Difasilitasi oleh pemerintah provinsi bekerjasama dengan Kota/Kabupaten,” imbuhnya.

Disinggung terkait gambelan, Dewa Ardita menjelaskan baru fokus terkait izin ogoh-ogoh saja. Sementara gambelan akan dikoordinasikan pada pembahasan selanjutnya. “Tadi tidak dibahas tadi. Tapi di bawah nanti menyesuaikan,” imbuhnya.

Sementara terkait surat penegasan dari Majelis Desa Adat (MDA) Bali terkait pelarangan ogoh-ogoh yang sebelumnya telah beredar, pihaknya akan berkoordinasi kembali. “Nanti jam 5 sore di Klungkung (Puri Bendesa Agung,red) kami akan audiensi lagi dengan Bendesa Agung, Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet,” tandasnya.






Reporter: Putu Agus Adegrantika

DENPASAR, BALI EXPRESS – Kesenian ogoh-ogoh serangkaian perayaan hari suci Nyepi dipertahankan agar tetap digelar. Hal itu diperjuangkan oleh seniman dan Pasikian Yowana Bali. Bahkan mereka menghadap langsung ke Gubernur Bali, Wayan Koster, Rabu (16/2).

Hasilnya, kegiatan ‘Nyomya’ ogoh-ogoh diizinkan dengan terbatas dan mentaati protokol kesehatan Covid-19. Maka pembuatan ogoh-ogoh di masing-masing banjar dapat restu dari gubernur asal Buleleng ini. Hanya saja tidak ada pawai. Melainkan hanya di wilayah banjar tanpa menimbulkan kerumunan saat Tawur Agung Kesanga tingkat banjar.

Atas kesepakatan itu, maka Gubernur Wayan Koster setuju untuk memberikan ruang berkesenian dan budaya pada malam pengerupukan. Terdapat juga skema yang disepakati bersama Yowana Bali.

Pertama hanya 25 yowana yang melakukan nyomya ogoh-ogoh berbahan ramah lingkungan (tanpa bahan plastik hingga styrofoam). Dilakukan di wewidangan Banjar Adat, bukan di wewidangan Desa Adat/Catus Pata Kecamatan/Catus Pata Kabupaten/Kota.

Hal itu dilakukan dengan alasan agar mudah dikontrol. Jarak tempuh nyomya ogoh-ogoh yang pendek, tidak menimbulkan kerumunan, dan tidak dilaksanakan di wilayah yang lebih luas. Yakni di desa adat/di Catus Pata Kecamatan, dan di Catus pata Kabupaten/Kota.

Manggala Harian Pasikian Yowana Bali, Dewa Ardita, menjelaskan seluruh serangkaian kegiatan itu wajib disiplin Prokes. “Pakai masker, sudah divaksin minimal 2 kali, dan menyediakan hand hanitizer,” jelasnya.

Pria asal Badung ini juga menambahkan prosesinya dijaga, diawasi, dan diayomi oleh Satgas Covid-19 di tingkat Banjar. Dibantu juga oleh Satgas Covid-19 ditingkat Desa Adat/Desa. “Untuk 25 Yowana yang nyomya ogoh-ogoh akan dilakukan tes antigen. Difasilitasi oleh pemerintah provinsi bekerjasama dengan Kota/Kabupaten,” imbuhnya.

Disinggung terkait gambelan, Dewa Ardita menjelaskan baru fokus terkait izin ogoh-ogoh saja. Sementara gambelan akan dikoordinasikan pada pembahasan selanjutnya. “Tadi tidak dibahas tadi. Tapi di bawah nanti menyesuaikan,” imbuhnya.

Sementara terkait surat penegasan dari Majelis Desa Adat (MDA) Bali terkait pelarangan ogoh-ogoh yang sebelumnya telah beredar, pihaknya akan berkoordinasi kembali. “Nanti jam 5 sore di Klungkung (Puri Bendesa Agung,red) kami akan audiensi lagi dengan Bendesa Agung, Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet,” tandasnya.






Reporter: Putu Agus Adegrantika

Most Read

Artikel Terbaru

/