alexametrics
29.8 C
Denpasar
Friday, May 20, 2022

Gali PAD Tambahan, DPRD Harap Maksimalkan Pemanfaatan Aset  

DENPASAR, BALI EXPRESS – Dalam situasi pandemi seperti sekarang ini, sudah saatnya Pemerintah Provinsi Bali mencari Sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) tambahan. Terlebih PAD Pemprov Bali berasal dari dua sumber, yakni pajak kendaraan bermotor (PKB) dan bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB). Untuk itu sumber PAD lainnya perlu digali kembali.

Seperti yang diungkapkan anggota Komisi I DPRD Bali, I Made Rai Warsa saat ditemui Selasa (16/3). Menurutnya, selama ini PAD Provinsi Bali hanya bersumber dari hal yang monoton. Maka dipandang perlu adanya sumber lain yang bisa mendatangkan pendapatan, seperti aset milik Pemprov. 

Disebutkan Rai Warsa, aset-aset milik Pemprov Bali apabila dikelola dengan baik, maka akan menjadi sumber pendapatan baru. “Pemanfaatan aset itu bisa mendatangkan pendapatan,” jelasnya.

Pria asal Payangan, Kabupaten Gianyar ini, menilai persoalan aset yang dimiliki oleh Pemprov Bali  belum tertata dengan baik. Sehingga masih banyak aset yang tidak terdata, bahkan tidak terurus. Untuk itu, ia menyarankan aset tersebut lebih baik dikerjasamakan atau disewakan sehingga menjadi sumber pendapatan.

“Aset itu kan bisa dikerjasamakan atau disewakan. Bisa jadi pemasukan bagi Bali, untuk mendatangkan uang,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, Rai Warsa juga menyampaikan pemanfaatan aset bisa disesuaikan dengan program-program yang dicanangkan oleh gubernur. Seperti halnya dari bidang pendidikan, bisa diperuntukan untuk sekolah. Dengan demikian, aset-aset tersebut bisa menjadi manfaat bagi masyarakat banyak.

Ia juga mengatakan selama ia di Komisi I DPRD Bali, tak memiliki data valid terkait peruntukan soal aset. Dikhawatirkan, sama halnya dengan Biro Aset Pemprov Bali yang tidak memiliki data valid terkait aset. “Dari dahulu sudah seperti itu, belum tuntas betul. Aset berapa, dipergunakan untuk apa saja, berapa luasnya, dan dimana saja,” imbuhnya.  

 


DENPASAR, BALI EXPRESS – Dalam situasi pandemi seperti sekarang ini, sudah saatnya Pemerintah Provinsi Bali mencari Sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) tambahan. Terlebih PAD Pemprov Bali berasal dari dua sumber, yakni pajak kendaraan bermotor (PKB) dan bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB). Untuk itu sumber PAD lainnya perlu digali kembali.

Seperti yang diungkapkan anggota Komisi I DPRD Bali, I Made Rai Warsa saat ditemui Selasa (16/3). Menurutnya, selama ini PAD Provinsi Bali hanya bersumber dari hal yang monoton. Maka dipandang perlu adanya sumber lain yang bisa mendatangkan pendapatan, seperti aset milik Pemprov. 

Disebutkan Rai Warsa, aset-aset milik Pemprov Bali apabila dikelola dengan baik, maka akan menjadi sumber pendapatan baru. “Pemanfaatan aset itu bisa mendatangkan pendapatan,” jelasnya.

Pria asal Payangan, Kabupaten Gianyar ini, menilai persoalan aset yang dimiliki oleh Pemprov Bali  belum tertata dengan baik. Sehingga masih banyak aset yang tidak terdata, bahkan tidak terurus. Untuk itu, ia menyarankan aset tersebut lebih baik dikerjasamakan atau disewakan sehingga menjadi sumber pendapatan.

“Aset itu kan bisa dikerjasamakan atau disewakan. Bisa jadi pemasukan bagi Bali, untuk mendatangkan uang,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, Rai Warsa juga menyampaikan pemanfaatan aset bisa disesuaikan dengan program-program yang dicanangkan oleh gubernur. Seperti halnya dari bidang pendidikan, bisa diperuntukan untuk sekolah. Dengan demikian, aset-aset tersebut bisa menjadi manfaat bagi masyarakat banyak.

Ia juga mengatakan selama ia di Komisi I DPRD Bali, tak memiliki data valid terkait peruntukan soal aset. Dikhawatirkan, sama halnya dengan Biro Aset Pemprov Bali yang tidak memiliki data valid terkait aset. “Dari dahulu sudah seperti itu, belum tuntas betul. Aset berapa, dipergunakan untuk apa saja, berapa luasnya, dan dimana saja,” imbuhnya.  

 


Most Read

Artikel Terbaru

/