alexametrics
24.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Riak Kecil Jelang Nyepi, Kerukunan Antaragama Justru Kian Terbangun

DENPASAR, BALI EXPRESS – Pelaksanaan hari suci Nyepi Saka 1943 sempat adanya riak-riak kecil yang mencoba mengganggu kerukunan antaragama di Bali. 

Hal tersebut tidak lepas dari penggunaan media sosial yang tidak dilakukan dengan tanggung jawab, seakan membuat sebuah provokasi. Justru dengan adanya riak-riak itu kerukunan antarumat beragama di Bali  semakin terbangun dan terawat.

Hal itu diungkapkan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Bali, Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet, Selasa (16/3). Beberapa postingan di media sosial sempat berusaha menimbulkan provokasi di tengah pelaksanaan Nyepi tahun ini. Hanya saja sebagian besar masyarakat telah menyikapi dengan bijak dan dewasa, sehingga hal yang mengarah provokasi tersebut seakan mubasir.

“Ada (gangguan), itu kasus pelecehan terkait Hari Suci Nyepi yang viral di facebook. Memang sangat mengganggu, namun aparat sudah bertindak cepat mengamankan yang bersangkutan,” jelasnya.

Dengan adanya hal tersebut, Ida Panglingsir pun menyampaikan justru kerukunan antarumat di Bali semakin kuat.  Khususnya hubungan harmonis dalam melaksanakan segala prosesi hari besar di masing-masing agama.  Terlebih toleransi yang ada selama ini semakin terjalin dengan baik.

Terkait riak kecil tersebut, seakan dirasa sebagai penyemangat dalam masing-masing lembaga agama membangun rasa persaudaraan. “Semoga kerukunan, toleransi, kebersamaan dan semangat persaudaraan di Bali semakin terbangun. Selain itu, juga agar semakin terawat,” tandasnya.

Sementara pelaksanaan Nyepi tahun ini yang jatuh pada hari Minggu secara umum telah berjalan dengan lancar dan sangat baik sekali. Sebab, selain umat Hindu, terdapat juga umat lain yang melakukan kebhaktian pada hari yang sama. Dengan terbangunnya toleransi dan kerukunan antarumat beragama semua itu dapat berjalan dengan baik tanpa ada hambatan yang berarti.  

Jelang Nyepi ada unggahan di akun media sosial yang melecehkan umat Hindu dari umat lain. Aparat dengan cepat meredam dan memanggil tokoh umat di Jembrana. Belakangan pemilik akun dari Pulukan tersebut juga mendatangi kantor kepolisian mengaku akunnya kena hack.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Pelaksanaan hari suci Nyepi Saka 1943 sempat adanya riak-riak kecil yang mencoba mengganggu kerukunan antaragama di Bali. 

Hal tersebut tidak lepas dari penggunaan media sosial yang tidak dilakukan dengan tanggung jawab, seakan membuat sebuah provokasi. Justru dengan adanya riak-riak itu kerukunan antarumat beragama di Bali  semakin terbangun dan terawat.

Hal itu diungkapkan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Bali, Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet, Selasa (16/3). Beberapa postingan di media sosial sempat berusaha menimbulkan provokasi di tengah pelaksanaan Nyepi tahun ini. Hanya saja sebagian besar masyarakat telah menyikapi dengan bijak dan dewasa, sehingga hal yang mengarah provokasi tersebut seakan mubasir.

“Ada (gangguan), itu kasus pelecehan terkait Hari Suci Nyepi yang viral di facebook. Memang sangat mengganggu, namun aparat sudah bertindak cepat mengamankan yang bersangkutan,” jelasnya.

Dengan adanya hal tersebut, Ida Panglingsir pun menyampaikan justru kerukunan antarumat di Bali semakin kuat.  Khususnya hubungan harmonis dalam melaksanakan segala prosesi hari besar di masing-masing agama.  Terlebih toleransi yang ada selama ini semakin terjalin dengan baik.

Terkait riak kecil tersebut, seakan dirasa sebagai penyemangat dalam masing-masing lembaga agama membangun rasa persaudaraan. “Semoga kerukunan, toleransi, kebersamaan dan semangat persaudaraan di Bali semakin terbangun. Selain itu, juga agar semakin terawat,” tandasnya.

Sementara pelaksanaan Nyepi tahun ini yang jatuh pada hari Minggu secara umum telah berjalan dengan lancar dan sangat baik sekali. Sebab, selain umat Hindu, terdapat juga umat lain yang melakukan kebhaktian pada hari yang sama. Dengan terbangunnya toleransi dan kerukunan antarumat beragama semua itu dapat berjalan dengan baik tanpa ada hambatan yang berarti.  

Jelang Nyepi ada unggahan di akun media sosial yang melecehkan umat Hindu dari umat lain. Aparat dengan cepat meredam dan memanggil tokoh umat di Jembrana. Belakangan pemilik akun dari Pulukan tersebut juga mendatangi kantor kepolisian mengaku akunnya kena hack.


Most Read

Artikel Terbaru

/