alexametrics
26.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Tugas PAM Kunker Jokowi, Polisi Tumbang Diduga Serangan Jantung

GIANYAR, BALI EXPRESS –  Seorang anggota polisi meninggal dunia saat melaksanakan tugas pengamanan kunjungan kerja Presiden RI Joko Widodo ke Ubud, Selasa (16/3). Polisi berpangkat Aiptu itu diduga meninggal dunia akibat serangan jantung.

 

Menurut informasi yang dihimpun di lapangan, korban Aiptu Anak Agung Gede Putra, 54, yang bertugas di Polsek Ubud sejak pukul 06.30 Wita bersama personil lainnya telah bersiaga untuk melakukan tugas pengamanan kunjungan kerja Presiden Jokowi ke Ubud.

 

Kemudian sekitar pukul 07.00 Wita, polisi asal Banjar Tatiapi, Desa Pejeng Kawan, Kecamatan Tampaksiring, Gianyar itu pun telah menempati pos sesuai dengan sprint yakni di Pos Catus Pata Ubud. Menurut salah seorang sumber di lapangan. Saat itu, tidak ada yang aneh dari korban. Korban nampak bugar dan menjalan tugas dengan sebagaimana mestinya. “Dan tidak ada menunjukkan kondisi sakit,” ujar sumber yang enggan disebutkan namanya.

 

Selanjutnya sekitar pukul 12.15 Wita, korban duduk di Pos Catus Pata Ubud bersama Aiptu Sang Nyoman Maratana selaku Kasi Tipol Polres Gianyar yang pada saat itu sebagai operator pesawat HP/Trangking. Namun tanpa diduga, tiba-tiba korban pingsan dan jatuh dipangkuan Aiptu Sang Nyoman Maratana yang duduk disebelah timur korban. Suasana di TKP pun sempat ramai karena banyak orang berlarian untuk melihat kondisi korban. “Aiptu Sang Nyoman Maratana kemudian berusaha menolong korban, namun korban tidak bereaksi. Sehingga dipanggilah ambulance Bidokes Polda Bali,” imbuh sumber.

 

Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Ari Santi Ubud guna mendapatkan pertolongan medis lebih lanjut. Sesampainya di rumah sakit, tim medis kemudian memberikan pertolongan medis berupa Reputasi Jantung dan Paru (RJP). “Tapi saat sampai rumah sakit korban sudah tidak bernafas, tidak ada denyut nadi, dan aktifitas otak lemah,” sambungnya.

 

Hingga akhirnua sekitar pukul 12.40 Wita dokter menyatakan korban Aiptu Anak Agung Gede Putra telah meninggal dunia.

 

Sementara itu, menurut keterangan dari istri korban, Ida Ayu Made Tirta, jika sehari sebelumnya yakni pada hari Senin (15/3) sekitar pukul 17.00 Wita, korban sempat mengeluh pegal-pegal pada tubuhnya kemudian diurut dengan minyak urut. Kemudian korban pun beristirahat karena keesokan harinya akan melakukan tugas pengamanan kedatangan Presiden Jokowi. “Kemudian Selasa pagi korban pamitan kepada istrinya untuk bertugas, dan saat itu tidak istri korban tidak ada firasat apapun pun,” papar sumber.

 

Hanya saja memang, korban memiliki riwayat penyakit jantung sejak lama yang saat ini masih dalam proses pengobatan di RS Bhayangkara Denpasar. Kini jenazah korban masih dititip di rumah sakit Ari Santi Ubud sambil menunggu keputusan dari pihak keluarga Aiptu Anak Agung Gede Putra. 

 

Hal itu pun dibenarkan oleh Kapolres Gianyar, AKBP Dewa Made Adnyana. Menurutnya saat peristiwa itu terjadi, korban bertugas di Subsektor Catus Pata Simpang Puri Ubud untuk pengamanan kunker Presiden Jokowi. Namun tiba-tiba pingsan diduga karena serangan jantung. “Kemudian yang bersangkutan dibawa ke RS Ari Santi, namun setelah mendapatkan pertolongan yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia. Gugur lah istilahnya karena saat sedang bertugas,” tegasnya.

 

Atas kondisi tersebut maka Kapolsek Ubud ditugaskan untuk mengurus kepergian dari personilnya tersebut. Sementara itu, Bendesa Adat Pejeng Kawan Anak Agung Gde Ngurah mengatakan jika atas kepergian korban, keluarga besar bersama prajuru adat telah menggelar rembug dirumah korban. Yang hasilnya menyepakati jika jenazah korban akan dikremasi pada hari Kamis (18/3) di Krematorium Bebalang, Bangli. “Karena keluarga disini akan ada odalan serta Mupuk Pedagingan Rsi Gana tanggal 28 Maret 2021 ini. Bahkan sudah persiapan, sudah Nyujukang (mendirikan,Red) taring,” paparnya pria yang masih satu merajan agung dengan korban tersebut.

 

Korban pun pergi meninggalkan dua orang istri dan 4 orang anak. “Jenazah korban kini masih dititip di RS Ari Santi, nanti hari Kamis langsung dibawa ke Krematorium Bebalang,” tandasnya.


GIANYAR, BALI EXPRESS –  Seorang anggota polisi meninggal dunia saat melaksanakan tugas pengamanan kunjungan kerja Presiden RI Joko Widodo ke Ubud, Selasa (16/3). Polisi berpangkat Aiptu itu diduga meninggal dunia akibat serangan jantung.

 

Menurut informasi yang dihimpun di lapangan, korban Aiptu Anak Agung Gede Putra, 54, yang bertugas di Polsek Ubud sejak pukul 06.30 Wita bersama personil lainnya telah bersiaga untuk melakukan tugas pengamanan kunjungan kerja Presiden Jokowi ke Ubud.

 

Kemudian sekitar pukul 07.00 Wita, polisi asal Banjar Tatiapi, Desa Pejeng Kawan, Kecamatan Tampaksiring, Gianyar itu pun telah menempati pos sesuai dengan sprint yakni di Pos Catus Pata Ubud. Menurut salah seorang sumber di lapangan. Saat itu, tidak ada yang aneh dari korban. Korban nampak bugar dan menjalan tugas dengan sebagaimana mestinya. “Dan tidak ada menunjukkan kondisi sakit,” ujar sumber yang enggan disebutkan namanya.

 

Selanjutnya sekitar pukul 12.15 Wita, korban duduk di Pos Catus Pata Ubud bersama Aiptu Sang Nyoman Maratana selaku Kasi Tipol Polres Gianyar yang pada saat itu sebagai operator pesawat HP/Trangking. Namun tanpa diduga, tiba-tiba korban pingsan dan jatuh dipangkuan Aiptu Sang Nyoman Maratana yang duduk disebelah timur korban. Suasana di TKP pun sempat ramai karena banyak orang berlarian untuk melihat kondisi korban. “Aiptu Sang Nyoman Maratana kemudian berusaha menolong korban, namun korban tidak bereaksi. Sehingga dipanggilah ambulance Bidokes Polda Bali,” imbuh sumber.

 

Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Ari Santi Ubud guna mendapatkan pertolongan medis lebih lanjut. Sesampainya di rumah sakit, tim medis kemudian memberikan pertolongan medis berupa Reputasi Jantung dan Paru (RJP). “Tapi saat sampai rumah sakit korban sudah tidak bernafas, tidak ada denyut nadi, dan aktifitas otak lemah,” sambungnya.

 

Hingga akhirnua sekitar pukul 12.40 Wita dokter menyatakan korban Aiptu Anak Agung Gede Putra telah meninggal dunia.

 

Sementara itu, menurut keterangan dari istri korban, Ida Ayu Made Tirta, jika sehari sebelumnya yakni pada hari Senin (15/3) sekitar pukul 17.00 Wita, korban sempat mengeluh pegal-pegal pada tubuhnya kemudian diurut dengan minyak urut. Kemudian korban pun beristirahat karena keesokan harinya akan melakukan tugas pengamanan kedatangan Presiden Jokowi. “Kemudian Selasa pagi korban pamitan kepada istrinya untuk bertugas, dan saat itu tidak istri korban tidak ada firasat apapun pun,” papar sumber.

 

Hanya saja memang, korban memiliki riwayat penyakit jantung sejak lama yang saat ini masih dalam proses pengobatan di RS Bhayangkara Denpasar. Kini jenazah korban masih dititip di rumah sakit Ari Santi Ubud sambil menunggu keputusan dari pihak keluarga Aiptu Anak Agung Gede Putra. 

 

Hal itu pun dibenarkan oleh Kapolres Gianyar, AKBP Dewa Made Adnyana. Menurutnya saat peristiwa itu terjadi, korban bertugas di Subsektor Catus Pata Simpang Puri Ubud untuk pengamanan kunker Presiden Jokowi. Namun tiba-tiba pingsan diduga karena serangan jantung. “Kemudian yang bersangkutan dibawa ke RS Ari Santi, namun setelah mendapatkan pertolongan yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia. Gugur lah istilahnya karena saat sedang bertugas,” tegasnya.

 

Atas kondisi tersebut maka Kapolsek Ubud ditugaskan untuk mengurus kepergian dari personilnya tersebut. Sementara itu, Bendesa Adat Pejeng Kawan Anak Agung Gde Ngurah mengatakan jika atas kepergian korban, keluarga besar bersama prajuru adat telah menggelar rembug dirumah korban. Yang hasilnya menyepakati jika jenazah korban akan dikremasi pada hari Kamis (18/3) di Krematorium Bebalang, Bangli. “Karena keluarga disini akan ada odalan serta Mupuk Pedagingan Rsi Gana tanggal 28 Maret 2021 ini. Bahkan sudah persiapan, sudah Nyujukang (mendirikan,Red) taring,” paparnya pria yang masih satu merajan agung dengan korban tersebut.

 

Korban pun pergi meninggalkan dua orang istri dan 4 orang anak. “Jenazah korban kini masih dititip di RS Ari Santi, nanti hari Kamis langsung dibawa ke Krematorium Bebalang,” tandasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/