alexametrics
26.8 C
Denpasar
Sunday, May 29, 2022

Vaksinasi Sasar 1.035 Orang, Buleleng Usulkan 3 Lokasi Zona Hijau

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Pemkab Buleleng berharap tiga lokasi di wilayah Buleleng dapat ditetapkan menjadi Green Zone atau Zona Hijau Covid-19. Sebab Buleleng merupakan salah satu pintu masuk di bagian Bali Utara. Tiga tempat yang diusulkan oleh Pemerintah Kabupaten Buleleng adalah kawasan wisata Munduk di Kecamatan Banjar, kawasan Pemuteran di Kecamatan Gerokgak dan kawasan Lovina di Kecamatan Buleleng. Namun tidak menutup kemungkinan juga akan merujuk ke Buleleng Timur yakni kawasan Tejakula di Kecamatan Tejakula.

Hal itu diungkapkan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana usai melakukan video conference dengan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, Selasa (16/3) siang. Bupati Agus menyebut tiga lokasi ini sangat tepat untuk zona hijau Covid-19. Disamping sebagai pintu masuk Bai di bagian utara, kawasan itu juga sebagai Daya Tarik Wisata (DTW) di Buleleng. “Dan besar harapan saya, kalau diijinkan oleh Bapak Presiden, tiga tempat itu agar dijadikan Green Zone atau Zona Hijau Covid-19 juga. Semoga nanti diijinkan membuka. Karena sehabis Covid-19orang-orang pasti akan mencari tempat yang aman dan nyaman. Pastinya dekat dengan alam,” ungkap pria berkacamata ini.

Bupati Agus pun tiga tempat ini dijadikan sebagai percontohan untuk Green Zone. Bila nanti berjalan dapat berdampak ke tempat yang lainnya. Karena sebagai tempat percontohan otomatis ada penambahan vaksin yang diprioritaskan untuk di plot di tiga kawasan tersebut. “Otomatis harus ada penambahan vaksin yang diprioritaskan di tiga tempat itu. Tadi dikatakan ini akan dijadikan percontohan dulu. Mudah-mudahan bisa berjalan dan yang lain bisa mengikuti,” ujarnya.

Pria murah senyum ini pun berharap ijin dapat diberikan sehingga sesuai dengan arahan pusat yang menginginkan Bali Zona Hijau. Dengan demikian dapat menarik kembali wisatawan untuk datang. “Saya berharap ijin diberikan sehingga bisa dideklarasikan. Jadi sesuai dengan arahan pusat,” kata dia.

Disisi lain, Buleleng melakukan vaksinasi masal bertempat di Gedung Kesenian Gde Manik Singaraja. Kegiatan vaksinasi masal itu menyasar, para tokoh agama, pelaku pariwisata, ASN, lansia, budayawan hingga seniman. Tak sedikit dari para lansia dan para tokoh agama itu harus menunggu kembali. Sebab, mereka tak bisa langsung divaksin karena memiliki tensi tinggi. Tak ayal tim medis harus mengarahkan mereka untuk beristirahat sejenak. Setelah di cek kembali mereka pun dapat di vaksin.

Selain itu, dari banyaknya peserta vaksin, ak sedikit pula harus membuka baju karena lengan baju sulit untuk disingkap. Sehingga menyulitkan tim medis untuk melakukan vaksinasi.

Setidaknya ada 1035 orang yang divaksin pada Selasa (16/3). Vaksinasi masal itu pun dipantau langsung Presiden  Republik Indonesia Joko Widodo secara virtual dari Puri Ubud. “Dari 1035 itu, 479 orang menyasar lansia. Kemudian vaksin kedua termin kedua 565. Jadi seribu lebih dilaksanakan ditempat ini,” terang Sekda Buleleng Gede Suyasa.

Suyasa menambahkan, untuk vaksinasi termin kedua bagi peserta vaksinasi dari termin pertama akan kembali dilakukan di Gedung Kesenian Gde Manik Singaraja. Sebab, dengan jumlah yang besar perlu ditempatkan pula di tempat yang besar. “Kalau ditempatkan di tempat yang kecil nanti susah lagi. Kalau lansia kan tidak mudah bagi mereka dan tentunya harus ada ruang yang lebih luas,” tambahnya.

Untuk ketersediaan vaksin pada vaksinasi masal ini sudah disediakan dua ribu lebih vaksin termasuk tambahan dari Pemerintah Provinsi Bali. Sekda Suyasa pun mengaku Buleleng per Selasa (16/3) masih menjemput kembali vaksin dari Pemprov Bali. “Dari ketersediaan vaksin, kami sudah mendapat tambahan lagi. Sedang dijemput. Untuk angkanya masih belum kami ketahui,” kata dia.


SINGARAJA, BALI EXPRESS – Pemkab Buleleng berharap tiga lokasi di wilayah Buleleng dapat ditetapkan menjadi Green Zone atau Zona Hijau Covid-19. Sebab Buleleng merupakan salah satu pintu masuk di bagian Bali Utara. Tiga tempat yang diusulkan oleh Pemerintah Kabupaten Buleleng adalah kawasan wisata Munduk di Kecamatan Banjar, kawasan Pemuteran di Kecamatan Gerokgak dan kawasan Lovina di Kecamatan Buleleng. Namun tidak menutup kemungkinan juga akan merujuk ke Buleleng Timur yakni kawasan Tejakula di Kecamatan Tejakula.

Hal itu diungkapkan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana usai melakukan video conference dengan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, Selasa (16/3) siang. Bupati Agus menyebut tiga lokasi ini sangat tepat untuk zona hijau Covid-19. Disamping sebagai pintu masuk Bai di bagian utara, kawasan itu juga sebagai Daya Tarik Wisata (DTW) di Buleleng. “Dan besar harapan saya, kalau diijinkan oleh Bapak Presiden, tiga tempat itu agar dijadikan Green Zone atau Zona Hijau Covid-19 juga. Semoga nanti diijinkan membuka. Karena sehabis Covid-19orang-orang pasti akan mencari tempat yang aman dan nyaman. Pastinya dekat dengan alam,” ungkap pria berkacamata ini.

Bupati Agus pun tiga tempat ini dijadikan sebagai percontohan untuk Green Zone. Bila nanti berjalan dapat berdampak ke tempat yang lainnya. Karena sebagai tempat percontohan otomatis ada penambahan vaksin yang diprioritaskan untuk di plot di tiga kawasan tersebut. “Otomatis harus ada penambahan vaksin yang diprioritaskan di tiga tempat itu. Tadi dikatakan ini akan dijadikan percontohan dulu. Mudah-mudahan bisa berjalan dan yang lain bisa mengikuti,” ujarnya.

Pria murah senyum ini pun berharap ijin dapat diberikan sehingga sesuai dengan arahan pusat yang menginginkan Bali Zona Hijau. Dengan demikian dapat menarik kembali wisatawan untuk datang. “Saya berharap ijin diberikan sehingga bisa dideklarasikan. Jadi sesuai dengan arahan pusat,” kata dia.

Disisi lain, Buleleng melakukan vaksinasi masal bertempat di Gedung Kesenian Gde Manik Singaraja. Kegiatan vaksinasi masal itu menyasar, para tokoh agama, pelaku pariwisata, ASN, lansia, budayawan hingga seniman. Tak sedikit dari para lansia dan para tokoh agama itu harus menunggu kembali. Sebab, mereka tak bisa langsung divaksin karena memiliki tensi tinggi. Tak ayal tim medis harus mengarahkan mereka untuk beristirahat sejenak. Setelah di cek kembali mereka pun dapat di vaksin.

Selain itu, dari banyaknya peserta vaksin, ak sedikit pula harus membuka baju karena lengan baju sulit untuk disingkap. Sehingga menyulitkan tim medis untuk melakukan vaksinasi.

Setidaknya ada 1035 orang yang divaksin pada Selasa (16/3). Vaksinasi masal itu pun dipantau langsung Presiden  Republik Indonesia Joko Widodo secara virtual dari Puri Ubud. “Dari 1035 itu, 479 orang menyasar lansia. Kemudian vaksin kedua termin kedua 565. Jadi seribu lebih dilaksanakan ditempat ini,” terang Sekda Buleleng Gede Suyasa.

Suyasa menambahkan, untuk vaksinasi termin kedua bagi peserta vaksinasi dari termin pertama akan kembali dilakukan di Gedung Kesenian Gde Manik Singaraja. Sebab, dengan jumlah yang besar perlu ditempatkan pula di tempat yang besar. “Kalau ditempatkan di tempat yang kecil nanti susah lagi. Kalau lansia kan tidak mudah bagi mereka dan tentunya harus ada ruang yang lebih luas,” tambahnya.

Untuk ketersediaan vaksin pada vaksinasi masal ini sudah disediakan dua ribu lebih vaksin termasuk tambahan dari Pemerintah Provinsi Bali. Sekda Suyasa pun mengaku Buleleng per Selasa (16/3) masih menjemput kembali vaksin dari Pemprov Bali. “Dari ketersediaan vaksin, kami sudah mendapat tambahan lagi. Sedang dijemput. Untuk angkanya masih belum kami ketahui,” kata dia.


Most Read

Artikel Terbaru

/