alexametrics
25.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Ajaib! Lolos dari Laka Maut, Made Ladri Merasa Digendong dan Dengar Bisikan

GIANYAR, BALI EXPRESS – Ni Made Ladri Yanti, 52, berhasil lolos dari maut setelah dirinya ditabrak oleh truk tangki Pertamina, Rabu (17/3) di Jalan Raya Batubulan, Banjar Denjalan, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Gianyar. Meskipun sempat terseret dan masuk ke kolong truk, ia hanya mengalami luka ringan.

 

Wanita paro baya yang beralamat di Jalan Nagasari, Denpasar Timur, tersebut menuturkan jika ia tak ingat persis bagaimana peristiwa naas itu tersebut. Yang ia ingat hanya saat mengendarai sepeda motor, ia tiba-tiba ditabrak dari belakang, kemudia ia kembali sadar setelah ditolong oleh warga sekitar. “Setelah ditabrak saya tidak sadar, seperti mimpi, kayak terbang diawang-awang,” ujarnya.

 

Menurutnya, dalam mimpi tersebut, samar-samar  dirinya mendengar seperti ada yang membisiki telinganya ‘tugas ceninge di Mercepada durung wusan’ (tugasmu di dunia belum selesai). Terlebih sehari-hari dirinya dipercaya bisa mengobati orang secara niskala. “Saya merasa ada yang membisiki bilang ‘tugas ceninge di mercapada durung wusan, lanturang metulungan’ itu rasanya saya dengar. Mungkin saya kesisipan dimana saya tidak tahu, mungkin tugas saya metetulung, menyama braya belum selesai,” imbuhnya.

 

Kemudian ia merasa ada yang menggendong, sehingga merasa tubuhnya seperti terbang kemudian perlahan mendarat. “Saya merasa digendong erat-erat. Saat mendarat itu ternyata saya didudukkan dijalan, saat itu saya baru sadar, kok ramai dijalan, padahal tadi saya terbang,” sambungnya.

 

Ladri Yanti sendiri sebelum kejadian baru datang dari Pegadaian untuk menggadikan cincin karena uang yang ia miliki untuk membelikan anaknya HP kurang. Ia pun tak memiliki firasat buruk karena semuanya berjalan seperti biasanya.

 

Kini dirinya tengah berusaha mencari kontak sang sopir truk tangki yang menabraknya. Sebab dirinya membutuhkan biaya ntuk menjalani tindakan rontgen paska peristiwa tersebut. “Sekarang pinggang masih terasa sakit, untuk memastikan besok rencananya saya mau rontgen, semoga sopirnya mau bertanggungjawab,” tandasnya.

 

Sementara itu, salah satu pemilik warung yang dihantam truk tangki tersebut, Ni Made Suarini, 47, menuturkan jika saat kejadian kebetulan warungnya tutup. “Saya jualan musiman, jualan ogoh-ogoh. Setelah Nyepi karena ada Odalan saya tutup,” ujarnya.

 

Menurutnya, jalur tersebut memang jalur rawan sehingga harus berhati-hati ketika melintas. “Infonya sopir truknya mengantuk, semua ditabrak dari selatan. Termasuk warung saya kanopinya rusak, padahal baru saya pasang, dan pelinggih kena sedikit,” sebutnya.

 

Sedangkan, sopir truk tangki, I Ketut Sutarka, 48, alamat Banjar Uma, Desa Peguyangan Kaja, Denpasar, mengakui jika ketika kejadian dirinya sempat mengantuk dan langsung tidak ingat apa-apa. “Tahu-tahu sudah menabrak, tapi saat injak rem, remnya blong,” ungkapnya.

 

Kendatipun telah menyebabkan kerugian material yang tidak sedikit, dirinya mengaku bersyukur tidak ada korban jiwa. “Dan saya siap bertanggungjawab,” pungkasnya.


GIANYAR, BALI EXPRESS – Ni Made Ladri Yanti, 52, berhasil lolos dari maut setelah dirinya ditabrak oleh truk tangki Pertamina, Rabu (17/3) di Jalan Raya Batubulan, Banjar Denjalan, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Gianyar. Meskipun sempat terseret dan masuk ke kolong truk, ia hanya mengalami luka ringan.

 

Wanita paro baya yang beralamat di Jalan Nagasari, Denpasar Timur, tersebut menuturkan jika ia tak ingat persis bagaimana peristiwa naas itu tersebut. Yang ia ingat hanya saat mengendarai sepeda motor, ia tiba-tiba ditabrak dari belakang, kemudia ia kembali sadar setelah ditolong oleh warga sekitar. “Setelah ditabrak saya tidak sadar, seperti mimpi, kayak terbang diawang-awang,” ujarnya.

 

Menurutnya, dalam mimpi tersebut, samar-samar  dirinya mendengar seperti ada yang membisiki telinganya ‘tugas ceninge di Mercepada durung wusan’ (tugasmu di dunia belum selesai). Terlebih sehari-hari dirinya dipercaya bisa mengobati orang secara niskala. “Saya merasa ada yang membisiki bilang ‘tugas ceninge di mercapada durung wusan, lanturang metulungan’ itu rasanya saya dengar. Mungkin saya kesisipan dimana saya tidak tahu, mungkin tugas saya metetulung, menyama braya belum selesai,” imbuhnya.

 

Kemudian ia merasa ada yang menggendong, sehingga merasa tubuhnya seperti terbang kemudian perlahan mendarat. “Saya merasa digendong erat-erat. Saat mendarat itu ternyata saya didudukkan dijalan, saat itu saya baru sadar, kok ramai dijalan, padahal tadi saya terbang,” sambungnya.

 

Ladri Yanti sendiri sebelum kejadian baru datang dari Pegadaian untuk menggadikan cincin karena uang yang ia miliki untuk membelikan anaknya HP kurang. Ia pun tak memiliki firasat buruk karena semuanya berjalan seperti biasanya.

 

Kini dirinya tengah berusaha mencari kontak sang sopir truk tangki yang menabraknya. Sebab dirinya membutuhkan biaya ntuk menjalani tindakan rontgen paska peristiwa tersebut. “Sekarang pinggang masih terasa sakit, untuk memastikan besok rencananya saya mau rontgen, semoga sopirnya mau bertanggungjawab,” tandasnya.

 

Sementara itu, salah satu pemilik warung yang dihantam truk tangki tersebut, Ni Made Suarini, 47, menuturkan jika saat kejadian kebetulan warungnya tutup. “Saya jualan musiman, jualan ogoh-ogoh. Setelah Nyepi karena ada Odalan saya tutup,” ujarnya.

 

Menurutnya, jalur tersebut memang jalur rawan sehingga harus berhati-hati ketika melintas. “Infonya sopir truknya mengantuk, semua ditabrak dari selatan. Termasuk warung saya kanopinya rusak, padahal baru saya pasang, dan pelinggih kena sedikit,” sebutnya.

 

Sedangkan, sopir truk tangki, I Ketut Sutarka, 48, alamat Banjar Uma, Desa Peguyangan Kaja, Denpasar, mengakui jika ketika kejadian dirinya sempat mengantuk dan langsung tidak ingat apa-apa. “Tahu-tahu sudah menabrak, tapi saat injak rem, remnya blong,” ungkapnya.

 

Kendatipun telah menyebabkan kerugian material yang tidak sedikit, dirinya mengaku bersyukur tidak ada korban jiwa. “Dan saya siap bertanggungjawab,” pungkasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/