alexametrics
26.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Melasti di Tegal Suci Diiringi Ribuan Umat Hindu

KARANGASEM, BALI EXPRESS – Ribuan umat hindu yang ada di Bali iringi prosesi Melasti, serangkaian Upacara Tawur Tabuh Gentuh Lan Karya Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih, pada Selasa (15/3). Sesuai dresta yang sudah berjalan, ketika tahun genap, melasti akan dilaksanakan di Tegal Suci, Banjar Tegenan, Desa Menanga.

 

Pamedek sangat antusias melaksanakan upacara ini, meskipun berjalan kaki dengan jarak yang cukup jauh. Nantinya pemelastian akan dilakukan secara estafet. Krama sudah mendapat tugas untuk mundut masing-masing secara bergantian, baik ngiring ke Telaga Suci, maupun yang akan mundut saat mewali (kembali) ke Pura Agung Besakih.

 

Panitia Seksi Upakara Karya, I Gusti Mangku Jana menyebut, pemelastian dilaksanakan mulai pukul 10.00. Sebelum itu, lebih dulu dilakukan nedunang ida bhatara di masing-masing pedarmaan. “Didahului dengan tedun ida bhatara di Catur Lawa, kemudian ida bhatara Pura Agung Besakih, dilanjutkan dengan Pura Pedarmaan,” ujarnya.

 

Ia pun menjelaskan, makna dari pemelastian adalah, untuk menyucikan sarana dan prasarana upakara, dan menyucikan upakara itu sendiri. Sebanyak 31 jempana dari masing-masing parayangan tedun untuk melaksanakan melasti kali ini.

 

Selama di Tegal Suci, disana akan dilaksanakan pemujaan yang dipuput oleh satu sulinggih. Sedangkan ketika mewali, sebelum melinggih di masing-masing parayangan, lebih dulu dilaksanakan upakara pamendak, tetapi akan dipuput sulinggih yang lain. “Di ambal-ambal dilaksanakan yang kita sebut mendak. Setelah itu baru mewali melinggih di parayangan soang-soang (masing-masing),” lanjutnya. (dir)

 


KARANGASEM, BALI EXPRESS – Ribuan umat hindu yang ada di Bali iringi prosesi Melasti, serangkaian Upacara Tawur Tabuh Gentuh Lan Karya Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih, pada Selasa (15/3). Sesuai dresta yang sudah berjalan, ketika tahun genap, melasti akan dilaksanakan di Tegal Suci, Banjar Tegenan, Desa Menanga.

 

Pamedek sangat antusias melaksanakan upacara ini, meskipun berjalan kaki dengan jarak yang cukup jauh. Nantinya pemelastian akan dilakukan secara estafet. Krama sudah mendapat tugas untuk mundut masing-masing secara bergantian, baik ngiring ke Telaga Suci, maupun yang akan mundut saat mewali (kembali) ke Pura Agung Besakih.

 

Panitia Seksi Upakara Karya, I Gusti Mangku Jana menyebut, pemelastian dilaksanakan mulai pukul 10.00. Sebelum itu, lebih dulu dilakukan nedunang ida bhatara di masing-masing pedarmaan. “Didahului dengan tedun ida bhatara di Catur Lawa, kemudian ida bhatara Pura Agung Besakih, dilanjutkan dengan Pura Pedarmaan,” ujarnya.

 

Ia pun menjelaskan, makna dari pemelastian adalah, untuk menyucikan sarana dan prasarana upakara, dan menyucikan upakara itu sendiri. Sebanyak 31 jempana dari masing-masing parayangan tedun untuk melaksanakan melasti kali ini.

 

Selama di Tegal Suci, disana akan dilaksanakan pemujaan yang dipuput oleh satu sulinggih. Sedangkan ketika mewali, sebelum melinggih di masing-masing parayangan, lebih dulu dilaksanakan upakara pamendak, tetapi akan dipuput sulinggih yang lain. “Di ambal-ambal dilaksanakan yang kita sebut mendak. Setelah itu baru mewali melinggih di parayangan soang-soang (masing-masing),” lanjutnya. (dir)

 


Most Read

Artikel Terbaru

/