alexametrics
24.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

PMI Asal Buleleng yang Terlantar di Turki dalam Perlindungan KJRI dan KBRI

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Nasib puluhan Pekerja Migran Indonesia (PMI asal Buleleng kini telah jelas. Mereka saat ini ditampung dan ditempatkan di tempat yang layak oleh Konsulat Jenderal RI dan Kedutaan Besar RI serta Kementrian Luar Negeri. Dari informasi yang dihimpun sebanyak 5 orang PMI dari Bali telah pulang. Namun dengan biaya sendiri. Sisanya masih berada di negara Turki dalam pengawasan KJRI dan KBRI.

Dihubungi via telepon, Rabu (16/3) I Putu Pastika Adnyana yang merupakan kuasa hukum para PMI tersebut menjelaskan, puluhan PMI yang berada di Turki ini akan dipulangkan dalam waktu dekat. Nantinya mereka akan dipulangkan oleh pemerintah. “Jumlahnya ada 29 orang. Yang 5 orang itu beda. Yang dari Buleleng ada sekitar 23 orang. Puluhan PMI itu terkatung-katung dan tidak memiliki ijin tinggal. Kesana dengan visa liburan. Otomatis tidak bisa bekerja. Kalau mereka bisa bekerja tentu tidak sesuai dengan mekanisme dari proses visa kerja. Ada sebagian dari mereka yang sudah punya ikamet atau ijin tinggal. Itu pun tidak boleh digunakan untuk kerja. Hanya tinggal. Mereka semua diberangkatkan oleh agen yang sama,” ungkapnya.

Pastika menambahkan, puluhan PMI ini diberangkatkan oleh orang yang sama yakni SA alias Anak Agung KRS melalui Komang P. Disebutkan penyalur tenaga kerja ini bukan merupakan agen resmi. SA ini tinggal di Turki. “Saat ini proses hukumnya sudah berjalan. Perkara ini tetap berlanjut dan segera akan digelar perkara. Kemarin juga Polda Bali sudah gelar perkara untuk mempermudah pemeriksaan baik korban maupun saksi. Dan kasusnya sudah dilimpahkan ke Polres Buleleng,” tambahnya.

Terkait dengan laporan polisi Nomor 100/II/2022/SPKT. POLDA BALI, terlapor alias SA akan segera dipulangkan dari Turki. Entah melalui deportasi atau yang lainnya. “Tinggal menindaklanjuti saja. Sesuai dengan perintah Gubernur si terlapor akan dipulangkan. Apakah nanti dia di deportasi atau bagaimana kami belum tau,” imbuhnya.

Sementara itu, Kapolres Buleleng AKBP Andrian Pramudianto membenarkan adanya laporan terkait dugaan penipuan pemberangkatan PMI ke Turki. Sejumlah saksi sudah diperiksa. “Nanti ditentukan dulu lokasi terjadi penipuan itu dimana. Karena kantor yang digunakan untuk pemberangkatan kan tidak di Buleleng. Cuma orang-orangnya yang diberangkatkan aja dari Buleleng,” paparnya. 






Reporter: Dian Suryantini

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Nasib puluhan Pekerja Migran Indonesia (PMI asal Buleleng kini telah jelas. Mereka saat ini ditampung dan ditempatkan di tempat yang layak oleh Konsulat Jenderal RI dan Kedutaan Besar RI serta Kementrian Luar Negeri. Dari informasi yang dihimpun sebanyak 5 orang PMI dari Bali telah pulang. Namun dengan biaya sendiri. Sisanya masih berada di negara Turki dalam pengawasan KJRI dan KBRI.

Dihubungi via telepon, Rabu (16/3) I Putu Pastika Adnyana yang merupakan kuasa hukum para PMI tersebut menjelaskan, puluhan PMI yang berada di Turki ini akan dipulangkan dalam waktu dekat. Nantinya mereka akan dipulangkan oleh pemerintah. “Jumlahnya ada 29 orang. Yang 5 orang itu beda. Yang dari Buleleng ada sekitar 23 orang. Puluhan PMI itu terkatung-katung dan tidak memiliki ijin tinggal. Kesana dengan visa liburan. Otomatis tidak bisa bekerja. Kalau mereka bisa bekerja tentu tidak sesuai dengan mekanisme dari proses visa kerja. Ada sebagian dari mereka yang sudah punya ikamet atau ijin tinggal. Itu pun tidak boleh digunakan untuk kerja. Hanya tinggal. Mereka semua diberangkatkan oleh agen yang sama,” ungkapnya.

Pastika menambahkan, puluhan PMI ini diberangkatkan oleh orang yang sama yakni SA alias Anak Agung KRS melalui Komang P. Disebutkan penyalur tenaga kerja ini bukan merupakan agen resmi. SA ini tinggal di Turki. “Saat ini proses hukumnya sudah berjalan. Perkara ini tetap berlanjut dan segera akan digelar perkara. Kemarin juga Polda Bali sudah gelar perkara untuk mempermudah pemeriksaan baik korban maupun saksi. Dan kasusnya sudah dilimpahkan ke Polres Buleleng,” tambahnya.

Terkait dengan laporan polisi Nomor 100/II/2022/SPKT. POLDA BALI, terlapor alias SA akan segera dipulangkan dari Turki. Entah melalui deportasi atau yang lainnya. “Tinggal menindaklanjuti saja. Sesuai dengan perintah Gubernur si terlapor akan dipulangkan. Apakah nanti dia di deportasi atau bagaimana kami belum tau,” imbuhnya.

Sementara itu, Kapolres Buleleng AKBP Andrian Pramudianto membenarkan adanya laporan terkait dugaan penipuan pemberangkatan PMI ke Turki. Sejumlah saksi sudah diperiksa. “Nanti ditentukan dulu lokasi terjadi penipuan itu dimana. Karena kantor yang digunakan untuk pemberangkatan kan tidak di Buleleng. Cuma orang-orangnya yang diberangkatkan aja dari Buleleng,” paparnya. 






Reporter: Dian Suryantini

Most Read

Artikel Terbaru

/