alexametrics
27.6 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Satpol PP Harapkan Peran Masyarakat Ikut Berantas Pengamen Jalanan

DENPASAR, BALI EXPRESS – Selama pertengahan bulan April 2021 ini, Satpol PP Kota Denpasar setidaknya mengamankan belasan pengamen yang ditertibkan dalam operasi ketertiban umum. 

Para pengamen jalanan tersebut banyak diamankan di seputaran Jalan Gatot Subroto, Jalan Pidada, Jalan Bung Tomo, dan sekitarnya. Para pengamen jalanan yang menganggu pengguna jalan, membahayakan pengendara serta mengganggu ketertiban umum ini, kerap kucing-kucingan dengan petugas ketika hendak ditertibkan.

Kasatpol PP Kota Denpasar, Dewa Gede Anom Sayoga menjelaskan, kejadian itu selalu didapati pihaknya. Para pengamen langsung melarikan diri ketika hendak diamankan.

“Begitu didekati untuk diamankan, ada yang berlari tanpa melihat di sekeliling. Ini kan bahaya bagi dirinya sendiri dan juga orang lain. Apalagi kondisinya di jalan raya yang ramai,” ungkap Dewa Gede Sayoga, Jumat (16/4).

Bahkan, lewat cara lain, Satpol PP Kota Denpasar menindak para pengamen jalanan tersebut, yakni bertugas menggunakan pakaian sipil atau berpakaian preman. Namun, tetap saja, mereka selalu berhasil kabur dan hanya mengamankan segelintir saja.

Baca Juga :  Tiga Lakalantas, Tiga Tewas, Semuanya Libatkan Motor dengan Truk

Oleh karena itu, pihaknya berharap peran dari masyarakat ikut membantu ketika melihat para pengamen jalanan ini. Masyarakat, kata Anom Sayoga, dipersilakan mengamankan pengamen ini di lokasi asalkan tidak dihakimi. Nantinya, hal itu wajib dilaporkan kepada Satpol PP Kota Denpasar yang nantinya segera ditindaklanjuti.

“Kebanyakan pengamen jalanan yang kami amankan itu berasal dari luar Pulau Bali. Lebih banyak dari kota-kota yang ada di Jawa Timur dan tidak memiliki identitas jelas tinggal di Denpasar. Mereka beralasan terpaksa mengamen ke jalan karena efek dari pandemi,” terang Anom Sayoga.

Dikatakannya, para pengamen yang diamankan itu untuk tindak lanjutnya diserahkan ke Dinas Sosial untuk dibina atau dikembalikan ke daerah asalnya. Jika nantinya mereka kembali melakukan hal serupa, tindakan tegas akan dilakukan. “Karena setiap pengamen yang kami amankan itu kami dokumentasikan. Kalau berulah lagi, ya hukumannya berupa tipiring,” jelasnya.

Baca Juga :  Pemkab Buleleng Subsidi Pembayaran Jaminan Kesehatan Untuk PPU

Lantas, apakah dengan jumlah belasan yang diamankan itu termasuk menjamurnya pengamen di Kota Denpasar? “Kami rasa tidak, karena mereka itu mobilisasi terus. Sekarang di Jalan Gatot Subroto, nanti bisa muncul di Jalan Pidada atau jalan lainnya. Jadi, seolah-olah terlihat banyak pengamen di jalan. Namun, tidak dibenarkan mengamen di jalan karena melanggar ketertiban umum sesuai Perda yang berlaku,” tegasnya.

Selain itu, di tengah pandemi Covid-19 ini, para pengamen jalanan tersebut bisa saja menjadi pemapar Covid-19 kepada pengguna jalan. Apalagi, mobilisasinya tinggi dan bertemu dengan siapa saja di jalan raya atau lingkaran sesama pengamen. 


DENPASAR, BALI EXPRESS – Selama pertengahan bulan April 2021 ini, Satpol PP Kota Denpasar setidaknya mengamankan belasan pengamen yang ditertibkan dalam operasi ketertiban umum. 

Para pengamen jalanan tersebut banyak diamankan di seputaran Jalan Gatot Subroto, Jalan Pidada, Jalan Bung Tomo, dan sekitarnya. Para pengamen jalanan yang menganggu pengguna jalan, membahayakan pengendara serta mengganggu ketertiban umum ini, kerap kucing-kucingan dengan petugas ketika hendak ditertibkan.

Kasatpol PP Kota Denpasar, Dewa Gede Anom Sayoga menjelaskan, kejadian itu selalu didapati pihaknya. Para pengamen langsung melarikan diri ketika hendak diamankan.

“Begitu didekati untuk diamankan, ada yang berlari tanpa melihat di sekeliling. Ini kan bahaya bagi dirinya sendiri dan juga orang lain. Apalagi kondisinya di jalan raya yang ramai,” ungkap Dewa Gede Sayoga, Jumat (16/4).

Bahkan, lewat cara lain, Satpol PP Kota Denpasar menindak para pengamen jalanan tersebut, yakni bertugas menggunakan pakaian sipil atau berpakaian preman. Namun, tetap saja, mereka selalu berhasil kabur dan hanya mengamankan segelintir saja.

Baca Juga :  Ciptakan Advokat Profesional, KAI Gelar Diklat Khusus 

Oleh karena itu, pihaknya berharap peran dari masyarakat ikut membantu ketika melihat para pengamen jalanan ini. Masyarakat, kata Anom Sayoga, dipersilakan mengamankan pengamen ini di lokasi asalkan tidak dihakimi. Nantinya, hal itu wajib dilaporkan kepada Satpol PP Kota Denpasar yang nantinya segera ditindaklanjuti.

“Kebanyakan pengamen jalanan yang kami amankan itu berasal dari luar Pulau Bali. Lebih banyak dari kota-kota yang ada di Jawa Timur dan tidak memiliki identitas jelas tinggal di Denpasar. Mereka beralasan terpaksa mengamen ke jalan karena efek dari pandemi,” terang Anom Sayoga.

Dikatakannya, para pengamen yang diamankan itu untuk tindak lanjutnya diserahkan ke Dinas Sosial untuk dibina atau dikembalikan ke daerah asalnya. Jika nantinya mereka kembali melakukan hal serupa, tindakan tegas akan dilakukan. “Karena setiap pengamen yang kami amankan itu kami dokumentasikan. Kalau berulah lagi, ya hukumannya berupa tipiring,” jelasnya.

Baca Juga :  Pohon Tumbang Timpa Rumah, Akibatkan Kerugian Mencapai Rp 30 Juta

Lantas, apakah dengan jumlah belasan yang diamankan itu termasuk menjamurnya pengamen di Kota Denpasar? “Kami rasa tidak, karena mereka itu mobilisasi terus. Sekarang di Jalan Gatot Subroto, nanti bisa muncul di Jalan Pidada atau jalan lainnya. Jadi, seolah-olah terlihat banyak pengamen di jalan. Namun, tidak dibenarkan mengamen di jalan karena melanggar ketertiban umum sesuai Perda yang berlaku,” tegasnya.

Selain itu, di tengah pandemi Covid-19 ini, para pengamen jalanan tersebut bisa saja menjadi pemapar Covid-19 kepada pengguna jalan. Apalagi, mobilisasinya tinggi dan bertemu dengan siapa saja di jalan raya atau lingkaran sesama pengamen. 


Most Read

Artikel Terbaru

/